PUISI : KUSAPA TUHANKU KALA LANGIT MEMBAWA PAGI

PUISI : KUSAPA TUHANKU KALA LANGIT MEMBAWA PAGI     Selamat Pagi Juruselamatku Malam baru saja Menapak menjauh dari lelapku Langit masih terlalu gelap tadi Ketika kuawali hari mendaraskan Bait demi bait doa rosarioku untukMU MengagungkanMu ya Anak Domba Allah Aku mencintaimu begitu dalam   Selamat Pagi Juruselamatku Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Hidup Ketika kini […]

Continue reading

Setelah 3 Tahun 2 Bulan Polri Dipimpin Kapolri Kemudaan, Ke 4 Nama Ini Layak Menggantikan Tito

  Oleh: Mega Simarmata   Tahun 2016 lalu, Polri gempar saat dua calon Kapolri yang diusulkan resmi oleh Mabes Polri kepada Presiden Joko Widodo untuk menjadi Calon Kapolri, tiba-tiba bisa berganti nama secara misterius. Hasil rapat Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) di tahun 2016, Mabes Polri mencoret nama Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, dan […]

Continue reading

Tetap Mega Berkumandang Di Areal Kongres PDIP Ke V, Seistimewa Apakah Megawati?

    Oleh: Mega Simarmata       Jakarta, Kamis 8 Agustus 2019 (KATAKAMI) — Lewat Kongres ke V PDI Perjuangan di Bali yang berlangsung pada hari ini, seruan dan hashtag “TETAP MEGA” berkumandang disana. Dibawah kepemimpinan Megawati, pada era Reformasi sudah 5 kali Pemilu yang berjalan secara demokratis dan hasilnya PDIP berhasil memenangkan 3 […]

Continue reading

Menyayangkan Insiden Pelemparan Batu Ke Bis Tim Persija Di Makassar

    Oleh: Mega Simarmata     Jakarta, Minggu 28 Juli 2019 (KATAKAMI) —- Hari ini, Minggu (28/7/2019), Pertandingan final leg 2 Kratingdaeng Piala Indonesia 18/19 antara PSM Makassar vs Persija resmi ditunda karena pertimbangan keamanan dam kenyamanan. PSSI akan segera memutuskan waktu dan tempat pelaksanaan pertandingan final kedua secepatnya. Penundaan dilakukan karena insiden pelemparan […]

Continue reading

Berkenalan Dengan Mantan Direktur Reskrimsus Polda Metro Yang Melambungkan Nama Tito Lewat Kasus Dwelling Time

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Jakarta, Rabu 24 Juli 2019 (KATAKAMI) — Masih ingat saat Presiden Jokowi inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok pada 2015 lalu dan saat itu Presiden marah luar biasa.

Inspeksi mendadak Presiden Joko Widodo ke Pelabuhan Tanjung Priok itu dilakukan pada 17 Juni 2015.

Saat itu, Presiden kecewa karena banyak penumpukan peti kemas di pelabuhan.

Jokowi yang sangat murka memerintahkan untuk mencari akar permasalahan dwelling time itu.

Pasca Presiden Jokowi murka di Pelabukan Tanjung Priok, Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan jadi tersangka.

Atas perintah Presiden Jokowi, Polda Metro Jaya menggeledah kantor Kemendag Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan USD 40 ribu dari meja kerja R, staf Partogi.

Tim Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan pengggeledahan di ruangan Direktur Industri Kimia Dasar Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam.

Penggeledahan ini diduga kelanjutan dari kasus dugaan suap dwelling time di Tanjung Priok.

Hari Senin (10/8/2015), tim penyidik berjumlah sekitar 9 orang mendatangi ruangan Muhammad Khayam.

Mereka masuk ke ruangan Khayam yang berada di lantai 10, Gedung Kementerian Perindustrian, sekitar pukul 17.35 WIB.

Dalam kutun waktu yang tak lama, Polda Metro Jaya menetapkan 5 orang tersangka dan sudah ditahan.

Mereka adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) nonaktif Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan, Kasubdit Barang Modal Direktorat Impor Ditjen Daglu Imam, dan staf honorer Musyafa.

Dua orang tersangka lainnya yakni importir dari PT Abadi Raya yakni Lusi Maryati dan Mingkeng.

 

 

 

 

Nah, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya yang saat itu menjabat serta sukses menangani kasus Dwelling Time Pelabuhan Tanjung Priok adalah Kombes Pol Mujiono (Lulusan Akpol 1988).

Berkat tangan dingin dan kehebatan Kombes Pol Mujiono beserta tim Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangani kasus Dwelling Time Pelabuhan Tanjung Priok, Presiden mengapresiasi dan memuji kinerja Kapolda Metro Jaya yang menjabat saat itu, yaitu Irjen Pol Tito Karnavian.

Nama Tito lantas melambung tinggi sejak kasus Dwelling Time Tanjung Priok. Ia lantas dipromosi menjadi Kepala BNPT.

Selanjutnya, ia terpilih menjadi Kapolri.

 

 

 

 

 

Yang mau saya tulis disini adalah sosok Kombes Pol Mujiono, yang sukses menangani kasus Dwelling Time Pelabuhan Tanjung Priok.

Pekan lalu, saya berkenalan dan bertemu langsung dengan Mujiono. Sambil menikmati sepiring calamari di sebuah cafe yang sederhana, Mujiono dan Rika istrinya berbincang akrab dengan saya.

Polisi kelahiran Sukoharjo ini, sekarang bertugas di Lemdikpol.

Sudah 3 tahun ia menjalani hari hari penugasannya di Lemdikpol, dibawah kepemimpinan 3 Kalemdikpol selama masa 3 tahun ini yaitu Moechgiyarto, Unggung Cahyono dan Arief Sulistiyanto.

Reserse yang punya pengalaman dan kemampuan yang sangat baik seperti Mujiono, layak untuk dipromosikan.

Semoga. (***)

 

 

 

 

MS

Waspadai Luhut Menjelang Pergantian Kapolri Agar Tak Terulang Insiden Surat Hilang

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

 

Jakarta, Rabu 24 Juli 2019 (KATAKAMI) — Tahun 2016 silam, Majalah Berita Tempo menurunkan berita yang sangat menarik bahwa sebenarnya ada 2 Budi yang diusulkan Mabes Polri untuk menjadi calon Kapolri.

Dua Budi yang dimaksud Majalah Tempo adalah Komjen Budi Gunawan (Lulusan Akpol 1983) dan Komjen Budi Waseso (Lulusan Akpol 1984).

Yang ditulis oleh Majalah Tempo ini memang benar.

Hasil Rapat Wanjak (Dewan Kepangkatan Dan Jabatan Tinggi) Polri memutuskan bahwa Mabes Polri mengusulkan Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso untuk menjadi Calon Kapolri.

Nama Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian tidak ada dalam hasil rapat Wanjak Polri karena sudah dicoret.

Maka dikirimkanlah surat resmi dari Mabes Polri kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan dua nama tadi menjadi calon Kapolri.

Tapi aneh bin ajaib, SURAT USULAN MABES POLRI, raib alias mendadak hilang.

Dan masuklah Menko Polhukkam yang merangkap sebagai Ketua Kompolnas (saat itu dijabat Luhut Panjaitan) untuk menelikung guna menyampaikan kepada Presiden bahwa Mabes Polri tak mengajukan nama calon Kapolri.

Sehingga sebaiknya yang menjadi calon Kapolri adalah Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian.

Ulah Luhut menghilangkan surat usulan Mabes Polri sampai ke telinga Fraksi PDI Perjuangan.

Saat jajaran Kompolnas dipanggil ke Komisi III DPR RI guna menyampaikan masukan tentang calon Kapolri Tito Karnavian, Luhut didamprat Fraksi PDI Perjuangan atas ulahnya menghilangkan surat usulan Mabes Polri kepada Presiden.

Kini, menjelang pergantian Kapolri, kalangan Istana perlu mewaspadai terulangnya kejadian yang sama.

Jangan ada lagi pencuri surat usulan Mabes Polri, lantas surat usulan itu dihilangkan seperti kejadian tahun 2016.

Penghilangan surat untuk Presiden seperti itu sebenarnya bisa dipidana.

Kali ini, Kepala Staf Kepresidenan, Sekretaris Kabinet, Menteri Sekretaris Negara dan Sektetaris Militer Presiden, harus benar benar waspada agar jangan sampai kecolongan lagi.

Yang dicuri bukannya uang.

Melainkan surat untuk Presiden.

Terlalu !!!! (***)

 

 

 

MS

Dear Ombudsman, 5 Bulan Polda Metro Mengintai Jaringan Narkoba Dibelakang Nunung

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Jakarta, Minggu 21 Juli 2019 (KATAKAMI) — Bulan Januari lalu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, mendapatkan Reward dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi)

Direktur Lemkapi, Edi Hasibuan, menyampaikan reward ini diberikan karena Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dinilai sukses memerangi narkoba.

“Itulah mengapa kami memberikan apresiasi terhadap Polda yang sudah bekerja dengan baik. Kami ingin seluruh anggota Polri bergerak, terus meningkatkan kinerjanya, terus menjadi Polisi yang Promoter seperti apa yang menjadi program dari bapak Kapolri. Ini merupakan apresiasi mewakili masyarakat,” ujar Edi Hasibuan.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan penghargaan yang diberikan ini juga sebagai motivasi jajarannya agar bisa lebih meningkatkan kerjanya dan memberantas narkoba.

Penghargaan ini akan menjadikan motivasi pribadi tentu, anggota, unit, subdit bahkan Direktorat untuk lebih lagi melakukan pengungkapan-pengungkapan, ini tentu kita berbicara masalah pada kebangsaan, kiranya kita ke depan bisa mengeliminir sebisa mungkin, tidak ada narkoba yang sampai di anak-anak bangsa.

 

 

 

Salah seorang Kasubdit di lingkungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang mendapat penghargaan bulan Januari lalu adalah Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Calvijn dan timnya jugalah yang pada bulan Oktober 2018 berhasil membongkar dan menangkap jaringan narkoba yang dikemas dalam bentuk Liquid Vape.

Ketika itu diamankan 11 tersangka pada 7 TKP yang berbeda

Ditresnaekoba Polda Metro berhasil menemukan sebuah rumah di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang menjadi tempat pembuatan liquid vape narkotika.

Setiap produksinya dibutuhkan 100 butir ekstasi untuk proses pembuatan.

Liquid MDMA ini jenis baru yang diproduksi sejak awal tahun 2018.

Dan untuk bahan baku dibutuhkan 100 butir ekstasi untuk membuat liquid ini.

Ratusan butir ekstasi itu akan melalui proses pembakaran hingga menghasilkan minyak yang dicampur hasil penyulingan tembakau.

Setiap harinya dari proses itu, bisa dihasilkan 2 liter liquid dimana satu liquid mengandung 1/4 butir ekstasi.

Selain harus menyiapkan 100 butir ekstasi, para pelaku juga memesan liquid dan rokok elektrik secara online dengan sifat fleksibel.

Rokok elektrik ini mereka beli secara online melalui situs jual beli seharga Rp 90 ribu.

 

 

 

 

Dan sekarang Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya inilah yang menangkap komedian Nunung.

Lima bulan Polda Metro mengintai jaringan narkoba dibalik Nunung.

Artinya, mata rantai peredaran narkoba itu yang serius di incar oleh polisi.

Bandar di balik jaringan mereka yang termasuk akan diburu.

Ada kehati-hatian, kecermatan dan keseriusan dalam menangani kasus Nunung.

Perkara rehabilitasi, itu perkara tersendiri.

Pada tulisan sebelum ini yang berjudul, “Kritik Penangkapan Nunung, Ombudsman Perlu Baca Pasal 55 UU Narkotika“, sudah saya uraikan bahwa Undang Undang Narkotika telah mengatur secara rinci mengenai masalah rehabilitasi.

Jika pemakai atau pecandu narkoba itu masih dibawah umur, orangtuanya wajib melaporkan kepada aparat agar anak mereka menjalani rehabilitasi.

Jika pemakai atau pecandu narkobanya sudah cukup umur seperti Nunung, dia wajibkan melaporkan dirinya sendiri agar bisa segera direhab.

Lengkap selengkapnya, masalah rehabilitasi diatur dalam Undang Undang Narkotika.

 

 

 

 

Dan disini ada proses asesmen yang wajib dijalani oleh para tersangka kasus narkoba, dimana proses asesmen itu ditangani oleh Badan Narkotika Nasional.

Kalau Ombudsman mengatakan, penjara tak akan cukup menampung para penyalah-guna narkoba.

Berarti Ombudsman tak paham Undang Undang.

Sebab ada tahapan asesmen yang akan menentukan, apa yang harus dilakukan terhadap orang yang ditangkap dalam kasus penyalah-gunaan narkoba.

Proses asesmen baru diketahui hasilnya setelah enam hari terhitung sejak penangkapan.

Orang yang ditangkap dalam setiap kasus penyalahgunaan narkotika harus melalui dua asesmen yaitu:

Asesmen pidana, yaitu menyangkut adanya keterlibatan pengguna dengan jaringan pengedar narkoba.

Dan Asesmen medis untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecanduan pengguna terhadap obat-obatan terlarang.

Sementara mengenai tempat rehabilitasi ada beberapa pilihan. Bisa di kawasan Lido, Bogor Jawa Barat atau di Jakarta.

Sedangkan untuk berapa lama proses rehabilitasi dilaksanakan, akan sangat tergantung dari hasil asesmen.

Ombudsman mesti bisa membedakan antara masalah rehabilitasi dan masalah perang terhadap narkoba.

Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat narkoba.

Disini dibutuhkan ketangguhan aparat penegak hukum kita dalam memerangi jaringan dan kartel kartel narkoba.

Jadi untuk Ombudsman, jangan asal ngomong deh ahhh … (***)

 

 

Kritik Penangkapan Nunung, Ombudsman Perlu Baca Pasal 55 UU Narkotika

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Jakarta, Minggu 21 Juli 2019 (KATAKAMI) — Penangkapan dan penetapan statis tersangka terhadap Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, mendapat kritikan dari Ombudsman RI (ORI).

Ombudsman menyoroti standar baku rehabilitasi tahanan kasus penyalahgunaan narkoba.

“Penangkapan Komedian Indonesia, Tri Retno Prayudati alias Nunung akan menambah daftar panjang penghuni lapas, jika sistem rehabilitasi belum menjadi program prioritas pemerintah dalam menangani perkara penyaahgunaan narkoba. Sebagaimana data saat ini jumlah penghuni lapas mengalami overcrowded, dengan 50% dari kurang lebih 250 ribu pelaku tindak pidana narkoba,” kata Anggota Ombudsma RI Ninik Rahayu, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/7/2019).

Ninik lantas mengimbau kepada seluruh penegak hukum, mulai Penyidik, Jaksa Penuntut Umum, dan Hakim supaya mengubah caranya ketika menangani perkara penyalahgunaan narkoba agar tidak maladministrasi pemidanaan.

Selain itu, Ninik menilai bahwa upaya melakukan perubahan pada pelaku penyalahgunaan lewat rehabilitasi juga belum efektif.

 

 

 

 

 

 

Tapi dalam hal rehabilitasi, semua diatur secara lengkap dalam Undang Undang yaitu Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Pasal 55 berbunyi sebagai berikut:

(1) Orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

(2) Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Mengacu pada Pasal 55 UU Narkotika maka pihak keluarga Nunung, dapat dipidana jika seandainya mereka tidak melaporkan bahwa Nunung pecandu narkotika.

Lebih rinci lagi diatur dalam Pasal 134 ayat 2 UU Natkotika bahwa keluarga dari pecandu narkotika sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yang dengan sengaja tidak melaporkan pecandu narkotika tersebut dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Dalam kasus Nunung, saat ini Petugas Kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pun tengah memburu bandar narkoba yang memasok sabu kepada Nunung.

Mata rantai jaringan narkoba itu yang sedang ditelusuri.

Tidak ada yang salah dari proses penangkapan yang dilakukan para petugas dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

 

 

 

 

Jadi, berkenaan dengan masalah rehabilitasi, tampaknya kali ini Ombudsman kurang tepat kritiknya.

Rehabilitasi, ada diatur secara rinci dalam Undang Undang.

Dan Nunung, sebagai anggota Kelompok Lawak Srimulat, harusnya mengambil hikmah dari kasus-kasus penangkapan terhadap eks anggota Kelompok Lawak Srimulat yang terjadi sejak tahun 2000.

Nunung adalah anggota Srimulat kelima yang terjerat narkoba.

Sebelum Nunung, ada 4 anggota Srimulat yang tertangkap dan mendekam di penjara karena kasus Narkoba.

Yang pertama, ada Barata Nugraha alias Polo yang ditangkap pda tahun 2000 di kawasan Jakarta Pusat.

Kala itu, polisi menyita Sabu sebagai barang bukti. Polo pun dijatuhi hukuman penjara selama beberapa bulan.

Namun rupanya Polo tak jera, ia kembali ditangkap dengan kasus serupa pada 2004.

Yang kedua, ada ada Sudarmaji alias Doyok yang terjerat Narkoba pada tahun 2000.

Doyok dijatuhi hukuman pidana 1 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tangerang karena terbukti bersalah mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Untuk yang ketiga, ada Margono alias Gogon yang tertangkap menggunakan ekstasi pada 2007,

Ia ditangkap di tempat tinggalnya di kawasan Tangerang, Banten. Atas perbuatannya, Gogon harus mendekam di penjara selama 4 tahun.

Yang ke empat adalah Tessy yang ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Oktober 2014. Dari tangannya polisi menyita narkoba jenis sabu seberat 1,6 gram.

Saat dalam perjalanan ke kantor polisi, Tessy malah muntah-muntah. Setelah diselidiki, ternyata Tessy meminum cairan pembersih lantai di kamar mandi saat polisi menggeledah kediamannya kala itu.

Kasus Tessy kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Jawa Barat. Majelis hakim menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara terhadapnya dengan rehabilitasi di rumah sakit.

Pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik.

Harusnya kisah pilu terhadap rekan-rekannya sesama komedian asal Srimulat menjadi pembelajaran untuk Nunung bahwa narkoba harus dijauhi. (***)

 

 

 

Mengulas Sosok Kombes Pol Iwan Kurniawan Dibalik Penanganan Kasus Ikan Asin

 

 

Oleh : Mega Simarmata

 

 

Jakarta, Jumat 12 Juli 2019 (KATAKAMI) — Hari ini salah satu berita yang mencuri perhatian publik di tanah air adalah kasus ikan asin, dimana ketiga tersangka dalam kasus ini ditahan oleh Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Ketiga tersangka itu adalah Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami.

Pangkal persoalannya adalah pasutri youtuber Pablo Benua dan Rey Utami mewawancarai Galih Ginanjar untuk ditayangkan dalam vlog mereka.

Dalam wawancara itu, Galih mengejek bahwa mantan istrinya yaitu Fairuz A. Rafiq bau ikan asin dan mengidap keputihan.

Fairuz dibantu pengacara senior Hotman Paris Hutapea melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya untuk kasus pencemaran nama baik.

Polisi menetapkan Rey Utami dan Pablo Benua sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik melalui ITE. Saat ini keduanya masih diperiksa intensif sebagai tersangka di Polda Metro Jaya. .

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka Pasal 27 ayat (1) dan (3) UU ITE, juga Pasal 310, 311 KUHP”.

Dan hari ini, ketiganya resmi ditahan.

 

 

 

 

Saya ingin mengulas sosok Kombes Pol Iwan Kurniawan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Ia dilantik oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono sebagai Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya pada tanggal 20 April 2019.

Dan saat lebaran kemarin, kami bertemu di kediaman dinas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Iwan sosok yang profesional dan cakap di bidangnya.

Sebelumnya, kami pun sudah pernah bertemu langsung di tahun 2016 silam.

Saat itu, Iwan masih menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan.

Saya sedang meliput jalannya sidang untuk kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Iwan hadir disana untuk pengamanan sidang.

Kala itu, saya datang menghampiri Iwan untuk sekedar memperkenalkan diri saya dan “say hello”.

 

 

 

 

 

Lewat tulisan ini, saya apresiasi Iwan Kurniawan dan jajarannya di Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Kasus Ikan Asin ini mendapat sorotan tajam di tengah masyarakat, terutama kalangan wanita yang merasa terpanggil secara moral membela dan memberi dukungan moril untuk Fairuz.

Pada hari dimana Fairuz dan Hotman Paris Hutapea datang ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus Ikan Asin ini, saya Iwan Kurniawan.

Seperti biasa, saya hobi “mencereweti polisi polisi” untuk menyampaikan satu dan lain hal yang ingin saya utarakan pada mereka.

Mau siapa saja di Kepolisian, sudah sangat maklum tentang kebiasaan saya mencereweti atau memberitahu mereka tentang satu dan lain hal yang menarik di media massa atau di media sosial.

Kala itu Iwan merespon saya tentang kasus Ikan Asin ini tapi ia tak berkata banyak.

Yang perlu tetap dicermati oleh Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, mengapa bisa barang bukti terkait kasus Ikan Asin ini sudah tak ada dari kedua tersangka yaitu Pablo Benua dan Rey Utami, termasuk di kediaman mereka.

Pasutri ini adalah youtuber, dan bisa dikategorikan bagian dari kalangan selebriti.

Jika patut dapat diduga keduanya awam hukum, mengapa mereka bisa tahu bahwa keberadaan barang bukti untuk kasus ini sangat penting.

Alhasil, barang bukti kini tak ada.

Sehingga, salah satu alasan penahanan yang dilakukan hari ini adalah mencegah tindakan menghilangkan barang bukti.

 

 

 

 

Kasus Ikan Asin menjadi pembelajaran bagi kita semua masyarakat Indonesia.

Terutama untuk para youtuber yang saat ini VLOG YOUTUBE memang sangat diminati banyak kalangan, termasuk kalangan artis.

Seperti yang sering di ingatkan jajaran kepolisian, saring dulu sebelum sharing.

Menutup tulisan ini, bravo Polda Metro Jaya, khususnya jajaran Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Dan bravo Hotman Paris Hutapea, sang pengacara yang sukses membawa para pelaku terjaring proses hukum. (***)

 

 

 

MS

Selamat Ulang Tahun Kapolda Metro Jaya

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

Jakarta, Jumat 28 Juni 2019 (KATAKAMI) — Hari ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono genap berusia 54 tahun.

Pelaksanaan sidang putusan Mahkamah Konstitusi yang berlangsung sangat aman, tertib dan lancar pada hari Kamis 27 Juni kemarin, tampaknya menjadi “kado” tersendiri untuk Kapolda Metro Jaya yang kerap disebut dengan kode Metro 1.

Mengerahkan 47 ribu aparat keamanan gabungan untuk mengamankan sidang putusan MK, bukanlah hal yang mudah.

Tapi Gatot patut bersyukur karena semua anak buahnya di Polda Metro Jaya dan Polres jajaran, dapat bersinergi dengan sangat baik bersama aparat TNI, sehingga pelaksanakan tugas pengamanan menjadi sangat sukses.

Terutama jajaran Polres Jakarta Pusat yang dipimpin oleh Kombes Pol Harry Kurniawan, yang berhasil mengamankan seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Jakarta Pusat.

 

 

 

 

 

Tiga institusi penting yang berkaitan erat dengan penyelenggaraan pemilu 2019, semua ada di wilayah Jakarta Pusat yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Jadi bisa dibayangkan, bagaimana beratnya tanggung jawab Polres Jakarta Pusat selama ini.

Sehingga dalam setiap event, 2 orang yang ada di garis terdepan dalam hal pengamanan adalah Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Jakarta Pusat.

Mereka membuktikan bahwa semua tugas pengamanan dapat dilaksanakan dengan sangat baik, utamanya bersinergi dengan jajaran TNI.

Termasuk dedikasi dan kinerja yang baik dari seluruh pasukan Brimob Nusantara yang dikirim dari berbagai Polda di tanah air untuk tugas BKO di Polda Metro Jaya dalam rangka pengamanan Pilpres.

Jakarta cerah dan sangat bersemangat hari ini, seiring dengan telah berakhirnya pertarungan politik di Mahkamah Konstitusi.

Semangat perdamaian dan persatuan yang kini harus di kedepankan oleh semua pihak.

Dan diatas semua itu, terimakasih TNI / POLRI yang telah bertugas dengan sangat baik mengamankan sidang putusan MK.

Terutama terimakasih kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dan seluruh jajarannya.

Selamat Ulang Tahun Bapak Kapolda Metro.

Wish you all the best !!!

 

 

 

MS

Selamat Untuk Kaisar Naruhito Dan Doa Terbaik Untuk Kaisar Lama Akihito

 

Oleh: MEGA SIMARMATA

 

 

 

BLOG KATAKAMI, Rabu 1 Mei 2019 —  Hari ini secara resmi, Kerajaan Jepang memiliki Kaisar yang baru yaitu Naruhito.

Ia menggantikan sang ayah, Akihito, yang mengundurkan diri dan turun tahta pada hari Selasa 30 April 2019 kemarin.

Saya tak pernah ke Jepang.

Tapi Jepang memiliki keterikatan sejarah dengan saya.

Kakek saya yang bernama Somuntul Bungajalan Pasaribu, pernah 18 kali bolak balik dipenjara oleh tentara Jepang pada masa penjajahan.

Kakek saya menikah dengan Tamelan boru Naibaho, dan memiliki 2 orang putri yaitu Rusli Aminah boru Pasaribu (ibu saya) dan Siti Maria Magdalena boru Pasaribu (Tante saya).

Tante saya, Maria, menikah dengan Raja Patuan Sori Sinambela, cucu kandung Raja Sisingamangaraja ke 12.

 

 

Di tahun 2014 yang lalu, saya dan kakak perempuan saya mengirim surat kepada Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Kami memberitahukan bahwa kakek kami adalah korban penyiksaan tentara Jepang di masa penjajahan dulu.

Dan ibu saya sebagai anak, masih hidup.

Surat kami dibalas secara resmi oleh Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Pemerintah Jepang menyampaikan permohonan maaf untuk apa yang telah dialami oleh kakek kami pada masa penjajahan dulu.

Sekaligus mendoakan kesembuhan untuk ibu kami yang kala itu sedang sakit.

 

 

 

Saya terkesan atas kejujuran dan kerendahan hati Pemerintah Jepang untuk menyampaikan permohonan maaf atas penyiksaan yang dialami oleh kakek saya pada masa penjajahan.

Memang, selama 18 kali dipenjara, kakek saya disiksa secara keji.

Tapi itu adalah kenangan.

Potongan sejarah dalam lembaran kehidupan kami sekeluarga.

Lalu pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, kakek saya diangkat menjadi salah seorang pahlawan, dengan predikat sebagai PERINTIS KEMERDEKAAN.

Mengakhiri tulisan ini, saya menyampaikan ucapan selamat kepada Kaisar Jepang yang baru, Naruhito, Permaisuri Masako, Putri Aiko, dan seluruh rakyat Jepang.

Doa terbaik dari saya untuk Kaisar yang lama, Akihito, dan Permaisuri Michiko, agar senantiasa diberikan kesehatan, umur yang panjang dan kebahagiaan.

Terimakasih untuk sepucuk surat yang dikirimkan di tahun 2014.

ありがとうございました

Arigatogozaimashita

Beberapa bulan setelah menerima surat itu, ibu saya wafat tanggal 4 Oktober 2014 karena sakit.

Tak ada dendam atau sakit hati pada diri ibu saya atas apa yang pernah dialami ayahnya pada penjajahan Jepang.

Sebab warga negara manapun, akan dengan bangga berjuang untuk kemerdekaan dan kejayaan negaranya masing masing.

Salam dari Jakarta.  (***)

 

 

 

 

MS

 

 

Trump Dan iPhone 7 Kesayangannya

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Blog Katakami, Minggu 31 Maret 2019 — Mungkin, hanya Donald Trump satu-satunya Kepala Negara didunia ini, yang paling hobi menggunakan Twitter.

Ia tidak pernah absen meramaikan dunia pertwitteran sejak sebelum jadi Presiden.

Kalau sebelumnya, ponsel yang digunakan Trump adalah Handphone Android Samsung Galaxy S4, kini Presiden AS yang ke 45 ini menggunakan iPhone 7.

Untuk membujuk Trump agar mau menukar ponsel jadulnya ke ponsel yang lebih canggih, cukup membutuhkan waktu yang lama setelah ia resmi menjabat sebagai presiden.

Diawal awal menjadi Presiden, Trump masih menggunakan ponsel Samsung Galaxy S4.

Akan tetapi, dua bulan sejak ia berkantor di Gedung Putih, Trump merelakan ponsel jadul kesayangannya ditukar menjadi iPhone.

Tak ada yang bisa melarang Trump ngetweet sebab ia memang sangat fanafik menggunakan Twitter.

Ia mulai mengggunakan twitter sejak tahun 2009 dan memiliki pengikut sebanyak 59,4 juta di akun twitternya @RealDonaldTrump. (***)

Presiden Korsel Mulai Kunjungan Ke Brunei Darussalam, Malaysi Dan Kamboja

 

 

Oleh: MEGA SIMARMATA

 

 

Blog Katakami, Minggu 10 Maret 2019 — Presiden Korea Selatan Moon Jae-in didampingi Ibu Negara Kim Jung-sook pada hari Minggu (10/3) ini telah berangkat untuk memulai tur ke tiga negara Asia Tenggara yaitu Brunei Darussalam, Malaysia dan Kamboja.

Menjelang keberangkatan, Moon mengatakan tentang pentingnya ikatan Korea Selatan dengan negara-negara Asia Tenggara.

“Pada kesempatan perjalanan ini (saya) akan membuat jarak antara Korea Selatan dan ASEAN bisa menjadi semakin dekat, dan meningkatkan pertukaran budaya,” kata Moon dalam sebuah pesan yang dipostingnya di media sosial.

Ia juga mengatakan bahwa “masa depan adalah era Asia.”

Moon memulai kunjungan pertamanya di Brunei Darussalam.

Ia akan tiba di Bandar Seri Begawan pada hari Minggu.

Kemudian hari Senin (11/3) Presiden Moon akan diterima oleh Sultan Hassanal Bolkiah.

Hari Selasa (12/3), Moon akan memulai kunjungan tiga hari ke Malaysia dan dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada hari Rabu (13/3).

Moon juga akan menghadiri acara makan malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Sultan Abdullah dari Pahang, raja yang memerintah di Malaysia saat ini.

Pada Kamis (14/3), Moon akan melakukan kunjungan di Kamboja dan akan diterima oleh Perdana Menteri Hun Sen. (***)

 

Pelaku Begal Daan Mogot Saling Memberi Kabar Bahwa Polisi Sedang Mencari Mereka

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Blog KATAKAMI, Minggu 10 Maret 2019 — Setelah sembunyi selama beberapa hari, akhirnya para pelaku begal di Daan Mogot Jakarta Barat, akhirnya ditangkap Tim dari Satreskrim Polres Jakarta Barat.

Aksi mereka terjadi pada Senin (4/3) dinihari.

Setelah membacok korbannya hingga tewas bersimbah darah, para pelaku begal ini membawa kabur HP dan dompet korban.

Mereka lantas berpencar dan sembunyi dj tempat yang berbeda.

Melalui HP, para pelaku begal ini saling memberi kabar bahwa polisi sedang mencari mereka.

Sehingga mereka langsung lari untuk menghindari kejaran polisi.

Akan tetapi, Polres Jakarta Barat akhirnya berhasil menangkap para pelaku begal ini.

Ketiga pelaku dibekuk di lokasi yang berbeda, setelah selama beberapa hari terakhir mereka menjadi target pengejaran polisi.

“Saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan mendalam untuk memastikan bahwa itu merupakan pelakunya, nanti untuk kepastiannya hari Senin akan kita lakukan press conference,” ujar AKBP Edy Suranta Sitepu, Minggu (10/03/2019). (***)

 

Polres Jakarta Barat Ciduk Tiga Pelaku Begal Yang Membacok Korban Hingga Tewas

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Blog Katakami, Minggu 10 Maret 2019 — Hanya butuh 2 hari, Polres Jakarta Barat berhasil mengamankan tiga orang pemuda yang diduga terlibat selaku pelaku begal yang menewaskan seorang korban di Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk Jakarta Barat beberapa hari lalu.

Ketiga pelaku dibekuk di lokasi yang berbeda, setelah selama beberapa hari terakhir mereka menjadi target pengejaran polisi.

“Saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan mendalam untuk memastikan bahwa itu merupakan pelakunya, nanti untuk kepastiannya hari Senin akan kita lakukan press conference,” ujar AKBP Edy Suranta Sitepu, Sik, Mh, Minggu (10/03/2019).

Kanit krimum Iptu Dimitri Mahendra, S.ik, M.Si menambahkan bahwa ketiga pelaku diamankan polisi berdasarkan adanya bukti yang mengarah kepada para pelaku dan dari sketsa gambar ciri-ciri pelaku adanya kesamaan.

“Sampai saat ini penyidik kami masih terus menggali dan mendalami kasus tersebut” kata Iptu Dimitri Mahendra.

Kasus pembegalan ini bermula saat korban bernama Ivan (22 ) dan 2 teman lainnya selesai menonton acara dangdut.

Saat tiba di Jalan Daan Mogot, korban bersama 2 rekannya tiba-tiba dipepet oleh 5 orang pelaku yang berboncengan menggunakan 2 sepeda motor dan mengaku sebagai petugas.

Selanjutnya para pelaku menuduh korban adalah orang yang sering terlibat tawuran kemudian pelaku menggeledah badan korban, namun korban memberontak.

Kemudian salah satu pelaku menusuk dada korban menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan luka tusuk pada dada kanan korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat.

Para pelaku membawa kabur HP dan dompet milik korban. (***)

PUISI: “Mama, Aku Ingin Meluk”

 

 

Surga di telapak kaki ibu
Memang begitu
Cinta dari seorang ibu
Melebihi kuasa dan harta
Tak ada lelah bagi seorang ibu
Untuk mencintai tanpa batas
Tak ada titik dalam diri seorang ibu
Memberi cinta bahkan berkorban

 

Balaslah cinta sang ibu
Walau hanya lewat senyum dan sapa
Jika sampai pada batas waktu
Wanita yang sempurna bernama ibu
Berlabuh di taman firdaus bernama surga
Terlambat untuk membalas cintanya
Sehingga untuk memeluknya pun
Hanya bisa didalam angan semata

 

Pada ibu, keteduhan dan damai
Dapat kita rasakan secara sempurna
Pada ibu, ketulusan dan pengorbanan
Menjadi nyanyian wajib dalam jiwanya
Kututup untaian kata-kata indah ini
Sembari berseru pada ibuku:
Mama, aku ingin meluk
Mama, dalam nafasku ada cinta untukmu

 

 

Selasa saat panas terik di siang hari

Jakarta, 26 Feb 2019

MS

Mengapresiasi Polres Jakarta Barat Menangani Ledakan Di Mal Taman Anggrek

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Wartawati

 

 

 

 

Jakarta, Kamis 21 Februari 2019 (Blog Katakami) — Sebuah peristiwa yang lumayan mengejutkan telah terjadi kemarin yaitu terjadi ledakan di Mal Taman Anggrek di Jalan S. Parman, Jakarta Barat.

Ternyata ledakan itu bersumber dari pipa gas yang bocor dari Rumah Makan Soto Betawi di Areal Puja Sera, Lantai 4 Mal Taman Anggrek.

Polres Jakarta Barat dan jajarannya, yaitu bersama Tim dari Polsek Tanjung Duren, langsung cepat ke TKP.

Bahkan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, sudah langsung berada di TKP.

Dan secara berkala menyampaikan informasi kepada media, tentang apa yang terjadi di balik ledakan itu.

Lalu hari ini, polisi kembali melanjutkan investigasi mereka.

Termasuk memanggil para saksi.

 

 

 

 

 

 

Yang saya ingin sampaikan disini adalah Polres Jakarta Barat pantas diapresiasi.

Paling tidak, spekulasi langsung diredam, bahwa tidak ada bahan peledak dalam ledakan itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Labfor dan Gegana, tidak ada bom di TKP dan ledakan tersebut bukan berasal dari bom.

Polres Jakarta Barat memanggil Manajemen Mal Taman Anggrek dan saksi saksi lain.

Dan sebenarnya, pegawai di Rumah Makan Soto Betawi itupun harus diperiksa.

Terutama siapa yang terakhir memegang kompor pemasak sehingga menghidupkan kompor gas.

 

 

 

 

Ada sedikit celah yang perlu dipertanyakan polisi pada Pihak Soto Betawi di MTA.

Gas, kalau bocor, dalam hitungan detik yang tercepat, pasti terdengar suara desisnya.

Ada apa sebenarnya?

Walau ini cuma ledakan akibat pipa gas yang bocor, dampak kerusakannya pada gedung MTA lumayan parah. Utamanya di areal pujasera.

Kejadian ini harus jadi masukan untuk semua pengelola Mal di Tanah Air, khususnya di Jakarta.

Tingkatkan kewaspadaan.

Juga jadi masukan untuk aparat kepolisian, apalagi menjelang pesta demokrasi.

 

 

 

 

Dua ledakan dalam sepekan telah terjadi di Jakarta.

Ledakan pertama karena petasan saat debat capres hari Minggu 17 Februari lalu.

Ledakan kedua karena pipa gas bocor di Mal Taman Anggrek.

Jangan lengah, Indonesia.

Saya tutup tulisan ini dengan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polres Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren atas kinerja mereka yang baik menangani kasus ledakan pipa gas bocor di Mal Taman Anggrek. (***)

 

 

Kapolres Jakarta Barat : Ledakan Di Mal Taman Anggrek Karena Pipa Gas Bocor

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata

 

 

Jakarta, Rabu 20 Februari 2019 — Sebuah ledakan terjadi di areal Food court yang terletak di lantai 4 Mal Taman Anggrek, Jalan S. Parman, Jakarta Barat pada Rabu (20/2) pagi.

Manajemen Mal Taman Anggrek menginformasikan bahwa ledakan itu berasal pipa gas yang ada di lantai 4.

Ledakan terjadi pukul 10.30 WIB.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, dihubungi oleh Kantor Berita RMOL, Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi membenarkan bahwa telah terjadi ledakan di Mal Taman Anggrek.

Ledakan itu, menurut Kombes Hengki Haryadi, berasal dari pipa gas yang bocor.

“Hasil Sementara dari pipa gas yg bocor. Kami sedang panggil labfor untuk memastikan apa penyebabnya” kata Kombes Hengki Haryadi kepada RMOL, Rabu (20/2). (***)

PUISI: Sampai Habis Nafasku, Christe Eleison 

 

 

 

Kubisikkan pada hati kudusMU
Sampai habis nafasku
Aku akan terus datang
MenemuiMu
MenemaniMu
MengenangMU
Pada Perjamuan AgungMU:
Kyrie eleison
Christe eleison

 

Kubisikkan pada hati kudusMU
Sampai habis nafasku
Aku akan terus bertelut
Menengadah padaMU
Menyerahkan hatiku
Hati seorang hamba
Yang menghormati TuhanNya:
Kyrie eleison
Christe eleison

 

 

Minggu Pagi 17 Februari 2019
Saat EKARISTI

MS