Setahun Tanpa Ayah, Kim Jong Un Membuat Korut Bergaya Funky

Ri Sul-joo (Kiri), berdiri disamping suaminya, Kim Jong Un, yang kini menjadi pimpinan tertinggi di Korea Utara, dalam peringatan 1 tahun wafatnya Kim Jong Il.

Ri Sul-joo (Kiri), berdiri disamping suaminya, Kim Jong Un, yang kini menjadi pimpinan tertinggi di Korea Utara, dalam peringatan 1 tahun wafatnya Kim Jong Il.

 

Kim Jong Un Power Membawa Korea Utara Terus Menantang Dunia

 

Jakarta, 17 Desember 2012  (KATAKAMI.COM)  — Hari Minggu (16/12/2012) kemarin, seorang pria muda yang kini menjadi pemimpin tertinggi di Korea Utara, Kim Jong Un, memimpin acara peringatan 1 tahun kematian ayahnya yang juga mantan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Il.

Acara itu dihadiri sekitar seribu pejabat.

Rakyat Korut merayakan keberhasilan tersebut dengan melakukan parade selama dua hari berturut-turut.

Peringatan kematian Kim Jong Il dilaksanakan beberapa hari setelah Korut berhasil meluncurkan roket jarak jauh mereka.

Roket itu sendiri berhasil diluncurkan pada hari Rabu, 12 Desember 2012.

Sementara peringatan 1 tahun wafatnya Kim Jong Il dilakukan selama satu jam dan diikuti mayoritas pejabat negara dan militer yang menggunakan pakaian hitam.

Ribuan warga juga turut berdoa mengikuti peringatan dengan memadati kawasan Stadion di Pyongyang.

Kim Jong Il meninggal dalam usia 69 tahun pada 17 Desember 2011.

Kim Jong Il memimpin Korut selama 17 tahun, dan meninggal karena serangan jantung.

Pasca kematian sang ayah, tongkat komando kepemimpinan Korut beralih kepada Kim Jong-Un yang merupakan putera ketiga dari Kim Jong-Il.

Kim Jong-Il sendiri mewarisi kekuasaan di Korut dari ayahnya yang juga pendiri Korut, Kim il-Sung.

“Kim Jong-Il akan terus bersama kita selamanya, untuk memberikan berkah terhadap masa depan negaranya yang gemilang,” ujar Kim Yong Nam, ketua parlemen Korut dalam upacara peringatan tersebut, seperti dikutip AFP, Minggu (16/12/2012).

“Suksesnya peluncuran roket yang membawa satelit Kwangmyongsong-2 merupakan sebuah kemenangan bagi warga Korut yang sudah setia mengikuti kepemimpinan dari Kim Jong Il,” tambahnya.

 

Embedded image permalink

Kim Jong Un menyaksikan tayangan peluncuran roket Korea Utara sambil merokok ((12/12/2012)

 

Setahun berkuasa sebagai pemimpin muda yang nyentrik,

Un sudah 2 kali menggelar peluncuran roket yang sangat menggegerkan dunia di tahun 2012 ini.

Peluncuran pertama dalam kurun waktu setahun kekuasaan Kim Jong Un, dilakukan pada  tanggal 13 April 2012 lalu. Peluncuran itu bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kim Il Sung, kakek dari Kim Jong Un.

Dan sekarang, saat negaranya memperingatan 1 tahun wafatnya sang ayahanda tercinta, Un kembali menggegerkan dunia dengan kembali meluncurkan roket.

Dan anak muda ini memang cuek bebek, walau dikutuk Perserikatan Bangsa Bangsa, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya karena kembali meluncurkan roket, Kim Jong Un malah memamerkan fotonya menyaksikan peluncuran roket.

Tampak di foto, sambil merokok ia menyaksikan peluncuran roket untuk memperingati 1 tahun wafatnya sang ayah.

Barangkali, memang seperti itu “ritual” khusus yang dipilih Un untuk mengenang orang-orang yang sangat dicintai dan dikaguminya hingga ke dasar jiwa.

Memperingati sang kakek dan sang ayah, ia memilih cara yang menggegerkan dunia yaitu peluncuran roket.

Ia pasti tahu bahwa peluncuran roket itu pasti akan dikecam dan dikutuk komunitas internasional bagaikan paduan suara yang bersuara lantang, tapi Un tak peduli.

Sama seperti sang ayah, Un hendak menunjukkan pada dunia bahwa tak akan pernah ada yang bisa mendikte Korea Utara.

 

Kim Jong Un dan sang istri, Ri Sul-joo

 

Setahun memimpin, Un memang membawa Korut bergaya lebih “funky”.

Kim Jong Un adalah anak ketiga dan termuda dari pasangan Kim Jong-il dengan Ko Young-hee.

Un diperkirakan lahir tahun 1983 atau 1984.

Ia lulus dari Swiss tahun 1998.

Kemudian, ia memperlajari bidang militer di Univeritas Kim Il Sung tahun 2002-2006.

Lihat cara yang dipilihnya, saat ia akan memperkenalkan sang istri ke hadapan publik (khususnya ke hadapan dunia).

Ia memilih cara menonton pagelaran kartun Mickey Mouse yang merupakan produk dari Disney asal Amerika Serikat.

Dan ia menyaksikan pagelaran itu tanpa izin apapun dari pihak Disney sebagai pencipta dan pemegang hak dari Mockey Mouse.

Pihak Disney sebagai pencipta dan pemegang hak dari Mickey Mouse, mengatakan, tidak pernah menyetujui pertunjukan Mickey Mouse dan Winnie the Pooh di Korut. Disney meyakini pertunjukan tersebut sebagai sebuah tindakan pelanggaran hak cipta.

“The Walt Disney tidak memberikan lisensi atau mengizinkan penggunaan karakter ciptaan kami, oleh pihak lain,” ujar juru bicara Walt Disney, seperti dikutip Associated Press, Rabu (11/7/2012).

Pertunjukan itu mengundang perhatian dunia karena menggunakan tokoh kartun dari AS yang tentunya selama ini dikenal sebagai musuh dari Korut. Atas pelanggaran itu pihak Kementerian Luar Negeri AS mengutarakan keberatannya.

“Korea Utara perlu mematuhi peraturan internasional dan menghormati hak cipta. Kami bangga dengan inovasi Amerika, kami bangga dengan produk Amerika dan kami ingin semua itu mendapatkan perlakukan yang layak serta mendapatkan keuntungan dari penciptaannya,” tutur juru bicara Kemlu AS Patrick Ventrell.

Senin (9/7/2012) tersiar laporan yang menunjukan Kim Jong-Un tengah asyik menonton pertunjukan Mickey Mouse dan beberapa tokoh Disney lainnya.

Un menyaksikan pagelaran Mickey Mouse bersama sang istri yang cantik jelita, yang akhirnya diketahui bernama Ri Sul-joo.

Inilah penampilan pertama mereka di muka umum sejak Un berkuasa.

 

Kim Jong Un bersama para militer Korut

 

Meski bukan men­jabat se­ba­gai Presiden Korut, Kim Jong Un mempunyai bebe­rapa gelar besar se­lama setahun berkuasa.

Pertama, Marsekal/ Pang­lima Ter­tinggi Republik De­mokratik Korea Utara.

Kedua,  Ketua Per­tama Ko­misi Per­ta­hanan Nasional. De­wan Agung Rak­yat Korea Utara memilih Kim sebagai pe­milik gelar ter­sebut pada 13 April. De­ngan Kim Jong-un yang men­jadi ketua per­tama, ayah­nya, Kim Jong-il menjadi Ketua Umum ‘abadi’.

Ketiga,  Sekretaris Satu Partai Pekerja. Kim diberi kedudukan pada posisi terbaru di partai ter­sebut pasca konferensi khu­sus Partai Pekerja pada 11 April. Sementara ayah­nya mendapat gelar ‘Se­kre­taris Jenderal Abadi’.

Keempat,  Ketua Komisi Pusat Militer. Kim menda­patkan posisi ter­sebut dalam kebijakan militer partai pada 11 April. Sebe­lumnya’dia men­ja­bat sebagai wakil ketua Komisi pada September 2010.

Kelima,  Anggota Presidium Biro Po­litik Partai Buruh. Kim di­be­­ri­­kan gelar penting dan men­jadi salah satu dari lima orang penting yang berada dalam biro presi­dium partai pada 11 April lalu.

Keenam, Pemimpin Agung dari partai berkuasa, militer, dan rakyat Korea Utara pada 30 De­sem­ber lalu.

Dan tak mudah menebak karakter dan gaya kepemimpinan Un lulusan Swiss ini.

Secara tiba-tiba, ia juga bisa mengganti sejumlah pejabat militer di Korea Utara. Termasuk mengganti Menteri Pertahanan Korea Utara.

“Kim Kyok-Shik digantikan oleh Kim Jong-Gak, sebagai menteri pertahanan. Kyok-Shik adalah jenderal senior yang diduga berada di balik penyerangan kapal perang Korsel dan serangan di pulau perbatasan pada 2010,” ujar pejabat tersebut seperti dikutip Yonhap, Kamis (29/11/2012).

Masih dalam kurun waktu 1 tahun kekuasaannya, Un juga pernah melakukan perintah yang terkesan sangat sadis.

Karena ketahuan menenggak alkohol dalam 100 hari masa berkabung Kim Jong Il, seorang pejabat tinggi militer Korea Utara dilaporkan dieksekusi dengan cara menggunakan mortir.

Sebagaimana dilansir dari The Telegraph akhir Oktober 2012 lalu, pejabat yang bernama Kim Chol ini menjabat sebagai Wakil Menteri Angkatan Bersenjata ditahan awal tahun lalu atas perintah Kim Jong Un putra sang mendiang Kim Jong Il.

 

Kim Jong Un saat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang sang ayah, 20 Desember 2011.

 

Publik hanya pernah satu kali melihat Un menangis di hadapan dunia yaitu saat ia harus kehilangan orang yang paling ia cintai yaitu sang ayah, Kim Jong Il.

Un tidak menutup-nutupi betapa hancur dan sedih hatinya karena kehilangan sang ayah.

Dunia memang menyaksikan bahwa beberapa tahun sebelum kematiannya, Kim Jong Il begitu rajin mengajak, membawa, memperkenalkan dan menyiapkan Un sebagai “putra mahkota”.

Dan kini sang putra mahkota, sudah berubah menjadi penguasa baru yang semakin menunjukkan power – nya kepada dunia.

Power dari seorang Kim Jong Un.

Posisinya mengharuskan setiap warga negara Korea Utara harus setia sampai mati kepada sang pemimpin muda ini.

Un, boleh saja membangun fondasi yang sangat kuat dalam memperkokoh kekuasaannya.

Tetapi, gaya funky yang kini terlihat menyelinap di Korea Utara di masa kepemimpinan Un, harus diwujudkan juga dengan cara dan ke arah yang lebih baik untuk kepentingan dan demi kesejahteraan rakyat Korea Utara.

Un, harus mau dan harus mampu menyentuh setiap sendi kehidupan rakyatnya dengan cinta.

Layaknya seorang pemimpin kesatria yang memang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya dalam arti sesungguhnya.

Yang paling utama adalah meminimalisir krisis pangan di negaranya,

Un harus memastikan bahwa tidak  satupun rakyat Korea Utara yang kekurangan bahan pangan, atau bahkan sampai harus kelaparan.

Kekuasaan jangan diartikan untuk sekedar mampu mengendalikan dan memastikan bahwa militer tunduk dibawah komando Kim Jong Un.

Tapi harus lengkap dan manusiawi.

Satu tahun wafatnya Kim Jong Il, menyadarkan dunia bahwa kini di Korea Utara ada seorang anak muda benar-benar memiliki POWER luar biasa.

Un tentu sangat merindukan ayahnya.

Dan setahun setelah sang ayah wafat, kini Un yang sedang bersiap menjadi seorang ayah.

Entahlah, apakah saat kelahiran anaknya nanti, ia juga akan memperingatinya dengan cara meluncurkan 1 lagi roket yang mengundang kecaman dan kutukan dunia.

Oh, please no !

 

 

 

(MS)

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: