Ketika Putin Menolong Ibu Negara China Di Hadapan Presiden Xi

Presiden Rusia Vladimir Putin membantu memakaikan mantel ke Ibu Negara China, Peng Liyuan.

Presiden Rusia Vladimir Putin membantu memakaikan mantel ke Ibu Negara China, Peng Liyuan.

Oleh :  Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI.COM

Jakarta, Selasa 11 November 2014 (KATAKAMI.COM) — Kadang-kadang kalau media massa tak memiliki pemahaman yang cukup baik tentang perlunya sikap rendah hati, kesantunan dan kesatria dalam diplomasi, maka berita yang dipublikasikan menjadi bias.

Termasuk media massa di Indonesia ini.

Salah satu contohnya adalah saat Presiden Rusia Vladimir Putin membantu memakaikan mantel kepada Ibu Negara China, Peng Liyuan,

Ketika pemimpin dari 21 negara Asia Pasifik menghadiri jamuan makan malam di Stadion Water Cube, Senin (10/11/2014), Presiden Putin duduk di sebelah Ibu Negara Tiongkok Peng Liyuan. Suami Peng, yaitu Presiden Xi Jinping berada di sebelahnya, dan disebelah Presiden Xi Jinping adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Media massa memberi judul beritanya adalah “Ketika Putin Mencoba Merayu Ibu Negara China”.

Bagian mana dari peristiwa itu yang dianggap layak bahwa Presiden Rusia merayu Ibu Negara China?

Tindakan yang dilakukan Presiden Putin bukan merayu.

Sebab merayu berkonotasi negatif.

Padahal sesungguhnya yang dilakukan Presiden Putin adalah sebuah sikap yang layak dipuji yaitu dengan rendah hati, santun dan kesatria, menawarkan bantuan kepada Ibu Negara dari tuan rumah penyelenggara APEC.

Yang tidak boleh dilupakan disini adalah kedekatan yang sangat baik antara Rusia dan China, khususnya antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Putin.

Kedekatan itulah, yang barangkali mendorong Presiden Putin memilih Presiden Xi sebagai orang pertama (diluar Rusia) yang bisa memiliki handphone canggih buatan Rusia ini.

Di sela-sela KTT APEC yang berlangsung di Beijing, Minggu (9/11/2014), Presiden Putin menghadiahi Presiden Xi dengan smartphone yang belum pernah dibuat di China.

Seperti dilaporkan Russia Today, Putin menghadiahi smartphone buatan Rusia, YotaPhone 2. Smartphone ini memiliki kelebihan dari smartphone kebanyakan yang beredar di pasaran, yaitu memiliki layar ganda.

Kedua pemimpin yaitu Presiden Putin dan Presiden Xi memang dikenal memiliki kedekatan tersendiri.

Menurut laporan media pemerintah China, People’s Daily, keduanya telah bertemu sebanyak 10 kali sejak Xi Jinping menduduki jabatan Presiden China tahun lalu.

Kelebihan lain smartphone hadiah Putin itu adalah memiliki sistem perlindungan data yang dikembangkan oleh para ahli Rusia yang membuat gadget itu unik dari sisi keamanan.

“Apakah kita bekerjasama dalam proyek ini juga?” kata Jinping sembari berseloroh saat menerima hadiah dari Putin.

“Kita akan lakukan!” jawab Putin.

Menurut pembuat smartphone canggih itu, Rostec, Presiden China menjadi orang pertama yang menjadi pemilik YotaPhone 2. Smartphone itu sendiri baru akan dirilis ke publik bulan Desember mendatang.

Untuk pasaran Asia Timur dan Tenggara sendiri, smartphone ini  baru akan diedarkan awal tahun depan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping

Jadi, berita tentang Presiden Putin menolong Ibu Negara China adalah sebuah berita yang cukup menarik dalam artian yang sangat positif.

Harus dipahami mengapa China sebagai tuan rumah, menempatkan Presiden Barack Obama duduk di sebelah Presiden Xi, dan menempatkan Presiden Rusia untuk duduk disebelah Ibu Negara China, Peng Liyuan.

Presiden Obama dan Presiden Putin sama-sama tidak membawa istri atau pasangan ke forum APEC.

Dan China pasti sangat tahu bahwa ada hubungan dingin yang lumayan tegang antara Amerika dan Rusia.

Padahal kedua negara yaitu Amerika Serikat dan Rusia, sama-sama penting dan sama-sama berpengaruh di kancah dunia.

Sehingga, dari pengaturan tempat duduk bagi Presiden Obama dan Presiden Putin, dapat kita lihat bahwa Presiden Xi Jinping dan Pemerintah China, sungguh berusaha untuk memperlakukan kedua tamu penting mereka dengan sangat amat baik walau sesungguhnya antara Obama dan Putin tak begitu harmonis.

Hal yang sama, yaitu membantu “Ibu Negara” dalam jamuan makan malam, pernah dilakukan Presiden Obama saat ia berkunjung ke Israel pada bulan Maret 2013 lalu.

Saat dijamu oleh Presiden Israel Shimon Peres di kediaman pribadinya, Obama yang duduk di sebelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, spontan berdiri untuk membantu istri dari Perdana Menteri Netanyahu, Sara Netanyahu yang hendak duduk.

Obama membantu menggeser kursi yang akan diduduki oleh Nyonya Netanyahu dan tindakan spontan Obama mengejutkan semua orang yang hadir dalam ruangan itu.

Terutama media lokal di Israel, dan para jurnalis yang ikut dalam rombongan Presiden Obama dalam kunjungannya ke Israel tahun lalu.

Perdana Menteri Netanyahu langsung tersenyum melihat Presiden Obama membantu istrinya.

Jadi kesimpulannya, sikap gentleman memang harus dimiliki oleh para lelaki.

Termasuk oleh para pemimpin dunia, siapapun itu.

Jangan disalah-artikan, apalagi dikasih judul berita yang salah.

Apa yang dilakukan Presiden Putin adalah sesuatu yang cukup menarik dan layak dihargai.

Hebat !

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: