Raja Abdullah Wafat Dalam Damai, Pangeran Salman Naik Tahta

Putra Mahkota, Pangeran Salman (disebelah kiri), bersama Raja Abdullah Bin Abdul Azis dari Kerajaan Arab Saudi

Putra Mahkota, Pangeran Salman (disebelah kiri), bersama Raja Abdullah Bin Abdul Azis dari Kerajaan Arab Saudi

Oleh : Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI.COM

Jakarta, Jumat 23 Januari 2015 (KATAKAMI.COM) — Menjelang akhir pekan ini, rakyat Arab Saudi berduka atas wafatnya Raja Abdullah Bin Abdul Azis.

Raja Abdullah telah wafat Jumat dinihari (23/1/2015) di rumah sakit karena menderita sakit radang paru-paru.

Raja Abdullah dirawat selama kurang lebih 23 hari hingga wafatnya hari ini.

Persis hari terakhir di penghujung tahun 2014, yaitu tanggal 31 Desember 2014, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa Raja Abdullah dibawa ke King Abdulaziz Medical City of National Guard di ibu kota negeri itu, Riyad, untuk menjalani pemeriksaan medis.

Tetapi pada hari Jumat-nya yaitu tanggak 2 Januari 2015, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa Raja Abdullah bin Abdulaziz Al-Saud telah dipasangi ventilator sementara karena menderita infeksi saluran pernapasan.

Akhirnya, setelah dirawat selama 3 minggu, Raha Abdullah meninggal dunia dalam damai.

Ia naik takhta pada tahun 2005 setelah wafatnya Raja Fahd, telah menjalani operasi dalam beberapa tahun terakhir terkait penyakit hernia yang dideritanya.

Dengan wafatnya Raja Abdullah, maka yang akan naik tahta untuk menggantikan adalah Putra Mahkota Pangeran Salman Bin Abdul-Azis Al Saud.

Pangeran Salman ditunjuk oleh Raja Abdullah sebagai Putra Mahkota pada tanggal 18 Juni 2012, menggantikan abangnya, Pangeran Nayef yang wafat tanggal 22 Oktober 2011.

Raja baru di Kerajaan Arab Saudi, Salman

Raja baru di Kerajaan Arab Saudi, Salman

Yang menarik dari keputusan Raja Abdullah saat menetapkan Pangeran Salman untuk menjadi Putra Mahkota, Salman diangkat menjadi Menteri Pertahanan Kerajaan Arab Saudi pada tanggal 5 November 2011.

Sebuah jabatan yang sangat prestisius.

Sebelum diangkat menjadi Menteri Pertahanan, sejak tahun 1962 Pangeran Salman menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama lebih dari 50 tahun.

Jabatan Gubenur Riyadh dianggap sebagai salah satu jabatan sangat penting di negara itu.

Jadi ketika sekarang Pangeran Salman naik tahta sebagai Raja baru di Kerajaan Arab Saudi, ia dipersiapkan secara keseluruhan dengan melalui 2 jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi yaitu Gubernur Riyadh dan Menteri Pertahanan.

Tampaknya, Raja Abdullah memang sudah menyiapkan Pangeran Salman untuk satu waktu naik tahta sebagai Raja, sehingga harus lebih dulu diberi tugas dan tanggung-jawab sebagai Menteri Pertahanan agar lebih memahami hal-hal yang sangat penting di bidang pertahanan dan keamanan.

Pangeran Salman adalah anggota keluarga kerajaan paling senior ketiga setelah kakak tirinya, Raja Abdullah, dan kakak kandungnya, Putra Nayef.

Pangeran Salman lahir pada tanggal 31 Desember 1935.

Ia adalah putra ke-25 dari pendiri gurun kerajaan Abdulaziz bin Saud dan anggota terkemuka dari blok tangguh saudara yang dikenal sebagai Sudairi tujuh, dinamai ibu mereka Hassa bin Ahmed al-Sudairi.

Pangeran Salman sering dikatakan sebagai anak laki-laki yang paling mirip dengan Raja Abdelaziz secara fisik, dari tinggi dan parasnya, dan ia luar biasa dihormati di antara suku-suku, kata Robert Lacey, pengarang dua buku mengenai kerajaan itu.

Suksesi di Kerajaan Saudi memang memiliki keunikan.

Tak seperti monarki di Eropa, suksesi di Saudi tidak lewat secara langsung dari ayah ke anak laki-laki tertua, tapi menuruni garis bersaudara putra-putra pendiri negara itu, Raja Abdelaziz Ibn Saud, yang meninggal pada 1953.

Pangeran Salman juga dikenal sebagai pemimpin yang moderat dengan reputasi untuk penghematan, kerja keras dan disiplin, terutama dalam perannya mengawasi ratusan pangeran muda di keluarga kerajaan.

Dari seluruh hal yang sangat baik yang telah dilakukan Raja Abdullah sepanjang hidupnya, yang sangat terlihat nyata adalah kemurahan hatinya kepada rakyat Palestina.

Sedikit saja ada kesulitan, termasuk kesulitan perekonomian, dan musibah apapun yang menimpa rakyat Palestina, Raja Abdullah dikenal sangat murah hati.

Tak heran kalau Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan masa berkabung 3 hari di seluruh negara Palestina untuk ikut berduka atas wafatnya Raja Abdullah.

Raja Abdullah juga sangat dihormati di kawasan dan semua sekutu-sekutu Arab Saudi, karena kuatnya pengaruh dan kepemimpinannya.

Kerajaan Arab Saudi ikut menentukan stabilitas di kawasan.

Dari Indonesia, ungkapan belasungkawa disampaikan atas wafatnya Raja Abdullah.

Dan ucapan selamat kepada Pangeran Salman, yang akan menjadi pemimpin baru di Kerajaan Arab Saudi.  (*)

MS

Advertisements

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: