Senandung “Berita Kepada Kawan” Untuk Mendiang Sahabat

Karangan bunga untuk Almarhum Shanty Sibarani, wartawati harian Media Indonesia

Karangan bunga untuk Almarhum Shanty Sibarani, wartawati harian Media Indonesia

Oleh : Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI.COM

Jakarta, Selasa 17 Desember 2015 (KATAKAMI.COM) — Seusai saya meliput sidang praperadilan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari Senin (16/2/2015) kemarin, sebuah informasi disampaikan kepada saya oleh seorang wartawati senior, sahabat saya juga, yang sama-sama banyak melakukan peliputan di institusi Polri.

Ia mengatakan bahwa di hari-hari terakhir sahabat kami, Shanty Sibarani, wartawati harian Media Indonesia, yang terus dicari adalah saya.

Shanty, wafat sehari setelah Natal, tanggal 26 Desember 2014 lalu, karena sakit gagal ginjal.

Sahabat baik saya ini kabarnya sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk Jakarta Barat, sampai akhirnya takdir menentukan lain.

Shanty sangat amat ingin bertemu saya beberapa bulan sebelum wafatnya, tapi tak sempat kesampaian karena tidak adanya kecocokan waktu antara kami berdua.

Ia ingin saya memberikan dukungan kepada Komjen Budi Gunawan, yang memang merupakan sahabat kami juga sejak dahulu kala.

Bedanya, saya mengenal Komjen BG sejak saat ia menjadi Ajudan Presiden, sebab saya pernah 10 tahun menjadi wartawan istana.

Sedangkan Shanty mengenal Komjen BG, karena sejak puluhan tahun lalu meliput di jajaran kepolisian.

“Mega, Shanty terus nyariin lu. Tiap hari, lu yang dicari. Sampai terakhir menjelang wafatnya, yang dicari tetap elu karena dia mau lu bantu Pak Budi”, demikian kata sahabat saya kemarin.

Saya diam.

Dan kata-kata tentang sayalah yang dicari sampai menjelang wafatnya untuk menitipkan Pak Budi Gunawan untuk didukung, terus terngiang di telinga saya.

Saya sebenarnya sudah tahu bahwa sahabat saya Shanty Sibarani sangat ingin agar saya mendukung Pak Budi Gunawan.

Ia yang memberitahu saya langsung lewat percakapan telepon antara kami berdua.

“Meg, bantu Pak Budi, karena dia kawan kita”, kata Shanty Sibarani kepada saya.

Alm. Shanty Sibarani

Alm. Shanty Sibarani

Seharian ini saya memilih untuk banyak merenungkan semua perkembangan yang terjadi, terutama yang menyangkut pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri yang baru.

Saya merindukan sahabat saya, Shanty Sibarani.

Tak ada lagi kawan untuk berbagi rasa dan berbagi cerita.

Bila bercerita, becanda dan bertukar-pikiran dengan sesama jurnalis, akan ada alur pembicaraan yang begitu hidup dan menarik.

Saya merindukan sahabat saya ini, yang telah mengajarkan kepada saya tentang bagaimana kesetiaan dalam persahabatan harus terjaga dengan baik dalam situasi yang sesulit apapun.

Shanty Sibarani adalah wartawati sangat hebat yang tak ada duanya dalam menguasai bidang peliputan di dunia kepolisian.

Tak ada, dan tak akan pernah ada, yang bisa mengalahkan kehebatannya.

Saya ingin sahabat saya ini tahu, bahwa saya telah membuktikan kesetiaan yang diajarkannya kepada saya dalam bersahabat.

Sebab sahabat adalah permata hati yang akan bersedia mendengarkan apa saja curahan hati kita.

Sahabat adalah permata hati yang akan memberikan kekuatan disaat kita merasa lemah.

Sahabat adalah permata hati yang akan menerima kita apa adanya secara tulus.

Seandainya ia masih hidup, saya yakin dia yang akan duduk di sebelah saya saat kemarin saya menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin.

Seandainya ia masih hidup, saya yakin dia akan menyemangati saya untuk tak gentar membela kawan, walau segala pembelaan itu dinista dan dipersalahkan.

Apalagi jika pembelaan itu memang diberikan kepada kawan yang layak untuk dibela demi tegaknya kebenaran dan keadilan.

Saya ingin dia tahu bahwa Komjen Budi Gunawan, sesungguhnya sudah menjadi Kapolri, walau belum resmi dilantik.

Saya ingin dia tahu bahwa tak sedetikpun saya meninggalkan dan tak satu langkahpun saya mundur dalam memberikan dukungan kepada seorang kawan yang berjuang membela dirinya dari kesewenang-wenangan.

“Mbak Shanty, gue kangen sama lu, beristirahatlah dengan tenang, jangan kuatir sebab gue sudah lakukan apa yang lu inginkan”.

Seandainya sahabat saya, Shanty Subarani masih hidup, saya ingin menyanyikan lagu ini untuk dirinya :

( Berita Kepada Kawan – Ebiet G. Ade )

Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan

Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap kering rerumputan

Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari

Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: