Cerita Tentang Biskuit Oat Di Ruang Kerja Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya Ferdy Sambo

image

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

Jakarta, Jumat 29 April 2016 (KATAKAMI) —-  Dua minggu lalu, Dit Reskrimum Polda Metro Jaya mengerebek Spa yang isinya fasilitas tarian striptis untuk kalangan homoseksual di kawasan Duren Tiga.

Saat berita tentang penggerebekan itu mencuat ke permukaan, saya datang ke Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya.

Maksud hati untuk mencari kemungkinan, apakah boleh saya membesuk para pemilik spa itu ke dalam sel tahanan Polda Metro Jaya.

Maka bertamulah saya ke ruang kerja Wadir Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ferdy Sambo.

Ruang kerjanya kecil tapi sangat nyaman.

Setumpuk map tersusun di meja kerjanya.

Dengan sangat santun, Ferdy Sambo mengatakan bahwa kalau mau membesuk ke sel tahanan untuk urusan wawancara, prosedurnya harus resmi yaitu menulis surat permohonan kepada Direktur Reskrimum Kombes Pol Krishna Murti.

Akhirnya karena tak bisa membesuk para pemilik spa tadi, saya ngobrol lama dengan AKBP Ferdy Sambo.

 

 

image

 

 

Dan saat pamitan, saya minta izin untuk membawa biskuit oat yang ada di ruang kerjanya.

“Biskuitnya kubawa ya Bang. Mau kubagi ke teman-teman wartawan yang ada di Balai Wartawan” kata saya kepada AKBP Ferdy Sambo.

“Ambil aja, gak papa” jawab AKBP Ferdy Sambo dengan ramah.

Tapi begitu sampai di Balai Wartawan, keisengan saya muncul.

Saya berbohong kepada rekan wartawan, Musripah namanya.

Saat ia bertemu saya di Balai Wartawan, Musripah ini memang terlambat datang.

Saya bohongi rekan saya ini dengan mengatakan bahwa biskuit oat itu adalah pemberian dari Kombes Pol Krishna Murti.

“Mus, makan nih Mus, biskuit oat. Tadi dititipin Krishna Murti buat elu. Berkardus-kardus tadi dibagi waktu jumpa pers. Krishna bilang bawa aja ke Balai Wartawan, supaya yang tadi gak datang bisa ikut makan” kata saya kepada Musripah.

Wajah saya sengaja serius supaya tidak ketahuan berbohong.

Musripah mendekati saya dan mengambil 1 biskuit oat yang saya bawa.

Biskuit itu kalau dibuka bungkusnya, besarnya cuma sepanjang jari kelingking.

Kecil sekali.

Dalam hitungan beberapa detik, Musripah langsung ngomel.

“Biskuit untuk anak-anak begini dari Krishna? Krishna ini gimana sih? Makan begini mana bisa kenyang. Makanan apa kek yang dikasih, nasi kotak kek, ini malah biskuit untuk anak-anak” teman wartawan yang bernama Musripah itu menggerutu.

Maya Handini, rekan wartawati yang ikut bersama saya bertemu AKBP Ferdy Sambo ikut menimpali sembari tersenyum.

“Itu bukan biskuit anak-anak. Itu bagus buat kesehatan. Buat diet. Krishna kan maksudnya baik.” kata Maya Handini yang duduk di dekat saya.

 

 

AKBP Ferdy Sambo

AKBP Ferdy Sambo di Pameran Kepolisian. Foto: Mega Simarmata

 

 

Kira-kira seperti itulah kejadian dua minggu lalu.

Dan kalau saya ingat itu, saya tertawa sendiri.

Hari ini, saya baca berita bahwa AKBP Ferdy Sambo mendapat promosi jabatan.

Ia dimutasi ke Bareskrim Polri menjadi Kepala Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim.

Saya ikut senang atas promosi yang didapatkannya.

Dan saya berharap, ia dapat melaksanakan tugas barunya dengan sebaik-baiknya agar selanjutnya bisa mendapat kenaikan pangkat serta jabatan yang lebih tinggi.

Selamat Bang Ferdy Sambo.

Nanti kalau sempat, saya mampir ke ruang kerja di tempat yang baru.

Jangan lupa biskuit oat disediakan lagi.

Titip salam hormat saya untuk Dir Pidum Bareskrim.

Congrats!    (*****)

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: