​Eksekusi Mati Jumat Dinihari, Eksekutor Harus Ingat Aturan “One Shot Die”

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

Jakarta, Rabu 27 Juli 2016 (KATAKAMI) — Akhirnya terkuak kapan eksekusi mati akan dilaksanakan.

Salah seorang dari 14 terpidana mati yang siap dieksekusi adalah Warga Negara Pakistan bernama Zulfiqar Ali.

Namanya masuk dalam daftar narapidana yang akan dieksekusi regu tembak.

Pihak Kejaksaan Agung yang bertindak sebagai Eksekutor telah menghubungi Kedutaan Besar Pakistan.

“Ya kami menerima notifikasi dari pemerintah, kami diberitahu kemarin bahwa eksekusi akan dilakukan,” kata Dubes Pakistan untuk Indonesia Aqil Nadeem di kantornya, Rabu (27/7/2016).

Dubes Aqil Nadeem mengatakan, bahwa Zulfiqar Ali akan menghadap regu tembak pada Jumat 29 Juli 2016, esok lusa.

“Kemungkinan dari informasi yang disampaikan pada kami bapak Zulfiqar Ali akan dieksekusi pada Jumat,” lanjut Dubes Aqil Nadeem.

 

 

 

 

Lalu bagaimanakah tata cara pelaksanaan hukuman mati untuk terpidana narkoba?

Teknis pelaksanaan hukuman mati tercantum di dalam Undang-undang nomor 2 PNPS Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati.

PERTAMA

Narapidana akan ditembak mati oleh 12 anggota kepolisian menggunakan senapan laras panjang. Aturan itu sudah masuk di dalam Pasal 10 UU Nomor 2 PNPS Tahun 1964.

Berikut isi dari Pasal 10:

1. Kepala Polisi Daerah membentuk suatu Regu Penembak dari Brigade Mobil yang terdiri dari seorang Bintara, 12 orang Tamtama, di bawah pimpinan seorang Perwira.

2. Khusus untuk pelaksanaan tugasnya ini, Regu Penembak tidak mempergunakan senjata organiknya.

3. Regu Penembak ini berada di bawah perintah perintah Jaksa Tinggi/Jaksa tersebut dalam Pasal 4 sampai selesainya pelaksanaan pidana mati.

KEDUA

Pada saat eksekusi mati, ke-12 polisi itu akan diberi senjata laras panjang masing-masing satu senapan. Namun hanya ada 3 senapan yang berisi peluru, 9 lainnya kosong.

Hal itu dilakukan agar menjaga kondisi psikologis si eksekutor, agar tak memiliki perasaan bersalah saat menembak. Ke-12 polisi itu juga dipastikan akan mengambil secara acak senapan dan tak mengetahui senapan mana yang sudah diisi peluru.

KETIGA

Para terpidana nantinya bakal mengenakan pakaian berwarna putih dengan tanda sasaran bidik di bagian dada. Hal itu untuk memastikan terpidana tidak akan merasa sakit ketika dieksekusi.

Jarak antara terpidana dan eksekutor sendiri antara 5 sampai 10 meter. Posisi tersebut diatur untuk memastikan jenazah terpidana tidak dalam kondisi rusak ketika sudah ditembak.

Prosedur itu sudah masuk ke dalam Pasal 11, 12, 13 dan 14 UU Nomor 2 PNPS Tahun 1964.

Pasal 11

1. Terpidana dibawa ke tempat pelaksanaan pidana dengan pengawalan polisi yang cukup.

2. Jika diminta, terpidana dapat disertai oleh seorang perawat rohani.

3. Terpidana berpakaian sederhana dan tertib.

4. Setiba di tempat pelaksanaan pidana mati, Komandan pengawal menutup mata terpidana dengan sehelai kain, kecuali terpidana tidak menghendakinya.

Pasal 12

1. Terpidana dapat menjalani pidana secara berdiri, duduk atau berlutut.

2. Jika dipandang perlu, Jaka Tinggi/Jaksa yang bertanggungjawab dapat memerintahkan supaya terpidana diikat tangan serta kakinya ataupun diikat kepada sandaran yang khusus dibuat untuk itu.

Pasal 13

1. Setelah terpidana siap ditembak, Regu Penembak dengan senjata sudah terisi menuju ke tempat yang ditentukan oleh Jaksa Tinggi/Jaksa tersebut dalam Pasal 4.

2. Jarak antara titik di mana terpidana berada dan tempat Regu Penembak tidak boleh melebihi 10 meter dan tidak boleh kurang dari 5 meter.

Pasal 14

1. Apabila semua persiapan telah selesai, Jaksa Tinggi/Jaksa yang bertanggungjawab untuk pelaksanaannya, memerintahkan untuk memulai pelaksanaan pidana mati.

2. Dengan segera para pengiring terpidana menjauhkan diri dari terpidana.

3. Dengan menggunakan pedang sebagai isyarat, Komandan Regu Penembak memberi perintah supaya bersiap, kemudian dengan menggerakkan pedangnya ke atas ia memerintahkan Regunya untuk membidik pada jantung terpidana dan dengan menyentakkan pedangnya ke bawah secara cepat, dia memberikan perintah untuk menembak.

4. Apabila setelah penembakan itu, terpidana masih memperlihatkan tanda-tanda bahwa ia belum mati, maka Komandan Regu segera memerintahkan kepada Bintara Regu Penembak untuk melepaskan tembakan pengakhir dengan menekankan ujung laras senjatanya pada kepala terpidana tepat di atas telinganya.

5. Untuk memperoleh kepastian tentang matinya terpidana dapat diminta bantuan seorang dokter.

Itulah tadi tata cara pelaksanaam eksekusi mati untuk terpidana narkoba.

 

 

 

 

Dalam hal pelaksanaan eksekusi mati ini, Pihak yang bertanggung jawab adalah Kejaksaan Agung dan jajarannya yang bertindak sebagai EKSEKUTOR.

Yang perlu diingatkan kepada EKSEKUTOR adalah memastikan bahwa regu tembak harus melaksanakan tugas mereka dengan akurat.

One Shot Die.

Sekali tembak harus mati.

Jangan lagi diulangi kesalahan saat dilaksanaan eksekusi mati terhadap ketiga terpidana, Fabianus Tibo cs, di Sulawesi Tengah beberapa tahun silam.

Regu tembak menghujamkan peluru tajam yang sangat banyak ke tubuh ketiga terpidana terpidana.

Satu peluru tajam harus tepat diarahkan ke bagian jantung.

Sekali tembak harus mati.

One shot die.

Jika belum mati, aturannya sudah ada yaitu ditembak di bagian kepala atas telinga.

Eksekutor juga harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar jangan terulang perbuatan oknum polisi pada tahun lalu.

Polisi foto bersama dengan terpidana mati saat berada dalam pesawat.

Dan dalam hitungan menit, foto itu sudah tersebar di Australia.

Lalu dimuat oleh media online Australia.

Tahun lalu, 2 orang warga negara Australia ikut di eksekusi mati yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Saat keduanya akan dibawa menggunakan pesawat, Kapolresta Denpasar berfoto bersama kedua terpidana mati.

Terlihat Pasukan Densus 88 Anti Teror mengawal menggunakan topeng bermasker.

Lalu polisi sengaja membocorkan foto-foto itu ke media Australia.

Lantas dalam hitungan menit, foto tadi sudah dipublikasikan berbagai media di Australia.

Maka kali ini, polisi-polisi jangan lagi bertindak gegabah.

Laksanakanlah tugas dengan sebaik-baiknya.   (*****)

 

 

 

MS

Advertisements

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: