​Twitter Memberi Sahabat Baru Bernama Kris Paronto, Benghazi Survivor 

Kris Paronto

Kris Paronto

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 10 September 2016 (KATAKAMI) —-  Besok atau tanggal 11 September 2016, Amerika Serikat akan memperingati 15 tahun Serangan Teroris 11 September atau 9/11.

Sekaligus juga memperingati 4 tahun Serangan Teroris 11 sampai 12 September 2012 di Benghazi, Libya.

Amerika Serikat akan memperingati 4 tahun serangan teroris terhadap Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya.

Serangan itu terjadi tanggal 11-12 September 2012.

Saat itu kelompok teroris menyerang komplek diplomatik Amerika Serikat, yaitu kediaman Duta Besar Amerika Serikat Christopher Stevens.

 

 

 

 

Serangan itu menewaskan 4 orang Warga Negara Amerika Serikat, yaitu:

Duta Besar AS Christopher Stevens.

Kemudian, Sean Smith, pejabat Kemenlu AS yang bekerja di Kantor Konsulat AS di Benghazi.

Lalu, 2 orang anggota Pasukan Khusus US NAVY SEAL yang diperbantukan untuk melindungi Markas CIA di Benghazi. Mereka adalah yaitu Tyrone Woods dan Glen Doherty.

Selama 13 jam, mereka yang ada berada di Kediaman Duta Besar Amerika Serikat dan Markas CIA di Benghazi (The CIA Annex), meminta pertolongan ke Washington tapi bantuan tak kunjung datang.

Maka selama 13 jam itulah, 6 orang Pasukan US NAVY SEAL bertarung nyawa menghadapi kelompok teroris yang menyerang Kediaman Duta Besar Amerika Serikat dan The CIA Annex.

 

 

 

 

Kisah tentang serangan di Benghazi ini sudah di filmkan berdasarkan kisah nyata.

Film itu berjudul 13 Hours:  The Secret Soldiers of Benghazi.

Di Indonesia, film ini ditayangkan untuk pertama kali di seluruh bioskop pada bulan Maret 2016.

Film ini bisa dibuat atas prakarsa dari 3 orang mantan Pasukan US NAVY SEAL yang selamat dari Serangan Benghazi 2012.

Mereka adalah Mark Geist, John Tiegen dan Kris Paronto.

Ketiganya kini disebut sebagai “Benghazi Survivors”.

 

 

Ilustrasi gambar: John Tiegen dan Kris Paronto. Keduanya adalah veteran US NAVY SEAL yang selamat dari serangan teroris di Benghazi pada tanggal 11-12 September 2012.

Ilustrasi gambar: John Tiegen dan Kris Paronto. Keduanya adalah veteran US NAVY SEAL yang selamat dari serangan teroris di Benghazi pada tanggal 11-12 September 2012.

 

 

Apa yang mau saya ulas kali ini?

Tidak ada ulasan khusus.

Tapi pada peringatan 4 tahun Serangan Benghazi 2012, saya punya sedikit cerita yang cukup menarik.

Twitter, lagi-lagi memberikan sahabat baru untuk saya.

Dan sahabat baru saya itu adalah Kris Paronto, salah seorang yang selamat dari Serangan Benghazi.

Atau lazim disebut Benghazi Survivor.

Panggilannya Tanto.

Dia adalah 1 dari 6 orang Veteran US NAVY SEAL yang dipekerjakan khusus untuk menjaga Markas CIA di Benghazi.

Sehingga saat serangan teroris itu terjadi, Tanto ikut bertarung melawan teroris selama 13 jam.

Saya tak ingat kapan tanggal persisnya Tanto memfollow balik akun twitter saya.

Kalau tidak salah, bulan Agustus 2016.

Saya mengagumi tentara yang satu ini.

Saya juga mengagumi kedua rekannya yang lain yaitu Mark Geist dan John Tiegen.

 

 

 

Donald Trump

Donald Trump

 

 

 

Mereka bertiga mendukung nominasi capres dari Partai Republik, Donald Trump.

Malah pada saat digelar Konvensi Partai Republik di Cleveland, Ohio, pada bulan Juli lalu, Mark Geist dan John Tiegen ikut menjadi pembicara dalam konvensi itu.

Kris Paronto tidak ikut menjadi pembicara.

Tapi pada saat digelar Konvensi Partai Demokrat di Philadelphia, Kris Paronto datang ke konvensi itu untuk “meledek” Hillary Clinton dengan caranya sendiri.

Yang saya ingin sampaikan adalah pengabdian mereka kepada negara mereka sangat mengagumkan.

Saya sudah menonton beberapa kali Film 13 Hours.

Saya juga banyak membaca dari pemberitaan di media tentang bagaimana ungkapan kesedihan para keluarga korban yang tewas dalam Serangan Benghazi 2012.

 

 

Patricia Smith dan Alm Sean Smith

Patricia Smith dan Alm Sean Smith

 

 

Patricia Smith misalnya, ibu dari Almarhum Sean Smith, pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang ikut tewas dalam Serangan Benghazi 2012.

Saya dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Patricia Smith.

Kesedihannya yang sangat dalam karena kehilangan orang yang sangat dicintai.

Begitu juga saat saya membaca berita tentang bagaimana kesedihan Dorothy Woods, janda dari Almarhum Tyrone Woods, yang ikut tewas dalam Serangan Benghazi 2012.

Kedua wanita ini, kehilangan orang yang sangat mereka cintai, di tanggal yang sama dengan hari ulangtahun Almarhum Ibu saya, Rusli Aminah Pasaribu.

Almarhum ibu saya akan berulangtahun ke 80 pada tanggal 12 September lusa.

Tetapi beliau wafat tanggal 4 Oktober 2014.

Kehilangan anak, kehilangan suami, atau kehilangan ibu, adalah sama bobot kesedihannya.

 

 

Wawancara salah satu media dengan Kris Paronto

Wawancara salah satu media dengan Kris Paronto

 

 

 

Menutup tulisan ini, saya senang Twitter lagi-lagi memberikan sahabat baru untuk saya.

Walau berjauhan, antar negara, antar benua, antar samudera.

Twitter menjadi jembatan bagi persahabatan.

Greetings from Jakarta. Have a nice weekend, Tanto, Oz, Tig.

I’m with you.   (****)

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: