​Valerie Jarrett, Hillary Clinton Dan Serangan Benghazi 2012

Valerie Jarrett dan Hillary Clinton

Valerie Jarrett dan Hillary Clinton

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Selasa 20 September 2016 (KATAKAMI) —- Setiap tahunnya, tanggal 11 September akan sangat selalu diperingati dan memang akan terus mengingatkan Amerika Serikat pada 2 kejadian yang sangat bersejarah untuk negara mereka.

Yang pertama adalah peringatan terhadap Serangan Teroris tanggal 11 September 2001 atau yang lazim dikenal dengan istilah Nine Eleven.

Yang kedua adalah peringatan terhadap Serangan Teroris tanggal 11 (dan 12 September) 2012 di Benghazi, Libya.

 

 

Ke empat jenazah korban Serangan Benghazi 2012 tiba di Amerika Serikat yaitu Chris Stevens, Sean Smith, Glen Doherty dan Tyrone Woods

Ke empat jenazah korban Serangan Benghazi 2012 tiba di Amerika Serikat yaitu Chris Stevens, Sean Smith, Glen Doherty dan Tyrone Woods

 

 

 

Khusus untuk Serangan Teroris di Benghazi 2012, ratusan teroris menyerang kediaman Duta Besar Amerika Serikat Chris Stevens dan Markas CIA di Benghazi.

Empat orang warga negara Amerika Serikat tewas dalam Serangan Benghazi 2012 yaitu:

1. Duta Besar Chris Stevens (Pejabat Kemenlu)

2. Sean Smith (pejabat Kemenlu Amerika)

3. Glen Doherty, US NAVY SEAL

3. Tyrone Woods, US NAVY SEAL

 

 

Foto atas: Poster Film 13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi. Foto bawah: Donald Trump Jr (Don) dan Mark Geist

Foto atas: Poster Film 13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi. Foto bawah: Donald Trump Jr (Don) dan Mark Geist

 

 

 

 

Dalam rangka memperingati 4 tahun Serangan Benghazi 2012, sebuah film yang sebenarnya sudah ditayangkan di seluruh bioskop Amerika Serikat pada awal tahun 2016, pekan lalu ditayangkan ulang.

Film itu berjudul: 13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi.

Film 13 Hours ini adalah kisah nyata tentang serangan teroris yang terjadi tanggal 11 sampai 12 September 2012 di Benghazi, Libya.

Film ini diprakarsai oleh 3 orang tentara yang selamat dari Serangan Benghazi atau Benghazi Survivors yaitu John Tiegen,Mark Geist dan Kris Paronto.

Ketiganya adalah pasukan US NAVY SEAL yang dipekerjalan oleh CIA untuk melindungi Duta Besar Amerika Serikat di Libya dan menjaga keamanan bagi segenap pihak Amerika Serikat yang bertugas di Benghazi.

Untuk memperingati 4 tahun Serangan Benghazi 2012 maka pada tanggal 16 September lalu, film ini kembali ditayangkan di seluruh bioskop Amerika Serikat.

Salah seorang yang ikut menginformasikan bahwa film 13 Hours ini kembali ditayangkan di bioskop-bioskop di Amerika Serikat adalah Donald Trump Jr, salah seorang putra dari Donald Trump yang merupakan nominasi capres dari Partai Republik.

Don, panggilan anak Donald Trump, memposting poster Film 13 Hours di akun instagramnya.

Beberapa hari sebelumnya ia juga memposting foto dirinya saat duduk berdampingan di pesawat dengan Mark Geist, salah seorang Benghazi Survivor.

Ketiga Benghazi Survivors ini (John Tiegen, Mark Geist dan Kris Paronto) memang mendukung pencapresan Donald Trump.

Bahkan John Tiegen dan Mark Geist ikut menjadi pembicara dalam acara Konvensi Nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, pada akhir bulan Juli 2016.

 

 

 

 

 

Apa yang kali ini akan saya ulas tentang Serangan Benghazi 2012?

Tidak banyak.

Sebab saya sudah sering menulis dan mengulas tentang Serangan Benghazi 2012.

Tapi ada 1 informasi yang mengejutkan saya.

Saat ratusan teroris menyerbu, menyerang dan membakar kediaman Duta Besar Chris Stevens, para pasukan US NAVY SEAL yang saat itu berada di Markas CIA yang letaknya tidak jauh dari kediaman Duta Besar, sebenarnya mereka spontan dengan sangat sigap hendak menolong sang duta besar.

Ada 6 Pasukan US NAVY SEAL di pekerjakan oleh CIA di Benghazi.

(Tiga diantaranya yang sudah saya tulis tadi namanya di bagian atas yaitu John Tiegen yang dipanggil Tig, Mark Geist yang dipanggil Oz dan Kris Paronto yang dipanggil Tanto).

Setelah mereka tahu bahwa kediaman Duta Besar diserang teroris, mereka langsung sigap mengambil senjata dan siap berangkap menggunakan mobil.

 

 

Film 13 Hours, The Secret Soldiers Of Benghazi

Film 13 Hours, The Secret Soldiers Of Benghazi

 

 

 

Tetapi pimpinan CIA di markas mereka di Benghazi melarang para pasukan US NAVY SEAL ini pergi ke rumah Duta Besar.

Pimpinan CIA itu memerintahkan: “Stand Down”.

Akibat keluar perintah Stand Down inilah, tak ada satupun pasukan keamanan dari Markas CIA yang di izinkan memberikan pertolongan ke rumah Duta Besar.

Sementara dari Handy Talkie, mereka mendapat laporan bahwa serangan sudah semakin hebat.

Bahkan Duta Besar Chris Stevens ratusan kali menelepon White House dan Hillary Clinton yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Duta Besar Chris Stevens meminta pertolongan.

Jangankan pertolongan dari udara, pertolongan dari Markas CIA di Benghazi pun tidak diberikan.

Setelah berjam-jam para Pasukan US NAVY SEAL dilarang memberi pertolongan ke rumah Duta Besar lewat perintah Stand Downd tadi, akhirnya para Pasukan US NAVY SEAL menerobos dan melanggar perintah ngawur itu.

Duta Besar dan staf Kedutaan sedang berada dalam bahaya besar, tapi mereka dilarang memberikan pertolongan.

 

 

Valerie Jarrett

Valerie Jarrett

 

 

 

Dan saat beberapa hari lalu saya membaca berita di internet bahwa tampaknya patut dapat diduga perintah STAND DOWN tadi diberikan oleh Valerie Jarrett, seorang wanita berusia 60 tahun kelahiran Iran, yang posisinya adalah sebagai penasehat utama Presiden Obama, saya langsung takjub.

Dengan alasan bahwa Presiden Obama sudah tidur (sebab dari Benghazi terus menerus menelepon untuk meminta pertolongan), Valerie Jarrett memerintahkan CIA untuk Stand Down.

Artinya, tidak ada yang boleh bergerak memberikan pertolongan sampai ada perintah selanjutnya.

Saya sudah beberapa kali menonton Film 13 Hours itu dari handphone saya.

Maka ketika saya menonton bagian dari film ini saat perintah Stand Down itu dikeluarkan, saya bisa memahami pasti para Pasukan US NAVY SEAL itu berada dalam sebuah dilema.

 

 

Film 13 Hours: Sepulang dari pertemuan dengan Pemimpin Lokal Benghazi, Duta Besar Chris Stevens duduk di tepi kolam renang untuk menuliskan pengalamannya pada hari itu di buku hariannya. Tetapi pada penjaga lokal (warga negara Libya) sudah terlihat memotret kediaman Duta Besar dari sisi atas kolam renang

Film 13 Hours: Sepulang dari pertemuan dengan Pemimpin Lokal Benghazi, Duta Besar Chris Stevens duduk di tepi kolam renang untuk menuliskan pengalamannya pada hari itu di buku hariannya. Tetapi pada penjaga lokal (warga negara Libya) sudah terlihat memotret kediaman Duta Besar dari sisi atas kolam renang

 

 

 

Kalau mereka turuti perintah Stand Down, maka Duta Besar dan staf Kedutaan akan mati terbunuh.

Dan kalau mereka tetap tidak berangkat dan tidak bergerak memberikan menolong, maka akan lebih banyak lagi orang-orang Amerika yang bekerja di Kedutaan dan di Markas CIA, bisa bermatian semua.

Pada akhirnya, dua dari Pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang mati terbunuh yaitu Duta Besar Chris Stevens dan Sean Smith.

Lalu 2 orang lain yang terbunuh adalah dari Pihak CIA yaitu Glen Doherty dan Tyrone Woods.

Glen dan Tyrone bukan Pegawai dan bukan Agen CIA.

Mereka adalah anggota Pasukan Khusus US NAVY SEAL yang dipekerjakan oleh CIA untuk menjadi Pasukan Keamanan Amerika Serikat di Tripoli, dan Benghazi.

Maka di film itu, setiap kali si Chief atau Pimpinan CIA di Benghazi ngomel-ngomel kepada Pasukan US NAVY SEAL, utamanya kalau ngomel kepada Tyrone Woods, omelannya pasti sama (sambil nunjuk-nunjuk ke arah wajah) yaitu mengatakan seperti ini:

“Ingat bahwa kamu bukan CIA. Kamu disini adalah karena dibayar CIA untuk menjaga keamanan disini”.

CIA mempekerjakan 6 orang Pasukan US NAVY SEAL:

– Dua tewas terbunuh dalam Serangan di Benghazi tahun 2012 yaitu Glen Doherty dan Tyrone Woods.

– Empat orang lainnya selamat dan bisa pulang ke Amerika Serikat.

Dari empat orang yang selamat ini (Benghazi Survivors), 3 diantaranya yang memprakarsai dibuatnya Film 13 Hours yaitu Oz, Tig dan Tanto.

Ketiganya mendukung Donald Trump sebagai capres.

 

 

Valerie Jarrett

Valerie Jarrett

 

 

Film: 13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi

 

 

Kalau kita sudah menonton film ini maka kita akan dapat melihat dan mendapat bayangan tentang apa yang sebenarnya terjadi di Benghazi.

Terutama menyaksikan saat perintah Stand Down itu diberikan kepada Para Pasukan US NAVY SEAL.

Komentar saya cuma 1.

Ada 2 wanita yang begitu bebal dalam kasus Benghazi 2012 yaitu Valerie Jarrett dan Hillary Clinton.

Valerie memberikan perintah Stand Down atas nama Presiden Obama yang disebut sedang tertidur lelap saat Serangan Benghazi terjadi.

Hillary Clinton sebagai Menlu juga tidak sudi menerima telepon dengan alasan (mengapa) ia di telepon jam 3 dinihari disaat sedang tidur.

 

 

 

 

Ilustrasi gambar: John Tiegen dan Kris Paronto. Keduanya adalah veteran US NAVY SEAL yang selamat dari serangan teroris di Benghazi pada tanggal 11-12 September 2012.

Ilustrasi gambar: John Tiegen dan Kris Paronto. Keduanya adalah veteran US NAVY SEAL yang selamat dari serangan teroris di Benghazi pada tanggal 11-12 September 2012.

 

 

CIA sebatas melaksanakan perintah.

Apa yang diperintahkan oleh pimpinan, itu yang dilaksanakan.

Dan CIA tampaknya tak boleh bertanya.

Mereka harus diam, patuh dan taat melaksanakan apapun perintah dari pimpinan mereka.

Tapi kalau kita sebagai awam nenonton Film 13 Hours, kita pasti penasaran dan ingin bertanya, apakah benar perintah Stand Down itu memang berasal dari atas Presiden Obama?

Atau Valetie Jarrett yang mencatut nama Presidennya?

Sebab, oleh karena ada perintah Stand Down dari Valerie Jarrett, dan oleh karena Hillary Clinton tidak mau merespon permintaan tolong dari Benghazi, maka ujung ujungnya ada 4 orang Amerika mati terbunuh di Benghazi tahun 2012.

Maka saya terharu saat melihat sebuah tayangan video di facebook saat Markas US NAVY SEAL di San Diego, memperingati Serangan Benghazi dengan memberikan penghormatan untuk kedua anggota mereka yang gugur dalam tugas yaitu Glen Doherty dan Tyrone Wood.

Kakak perempuan dan abang dari Almarhum Glen Doherty, kemudian Dorothy Woods sebagai istri dari Almarhum Tyrone Woods, diundang untuk menghadiri peringatan itu bersama rekan-rekan kedua almarhum dan pimpinan dari US NAVY SEAL.

Saya terharu sebab kedua almarhum itu tetap dikenang dan dihormati oleh almamaternya yaitu US NAVY SEAL.

Untuk menutup tulisan ini.

Kalau saya kenal dengan Valerie Jarrett yang memberikan perintah Stand Down, rasanya jari telunjuk saya ingin saya tempelkan ke jidatnya sembari saya setut beberapa kali.

Lalu saya akan katakan, “Keterlaluan Lu. Untung lu tinggal di Amerika. Kalau lu tinggal di Iran, mungkin lu sudah dihukum gantung”. (*****)

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: