​Asisten Rahasia Monica Hanley Membeli BlackBerry Untuk Hillary Clinton Di Mall

Asisten Rahasia bernama Monica Hanley berdiri di belakang yang dilingkari pada bagian kepala

Asisten Rahasia bernama Monica Hanley berdiri di belakang yang dilingkari pada bagian kepala

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Rabu 28 September 2016 (KATAKAMI) —- Menjelang rapat dengar pendapat atau hearing antara Direktur FBI James Comey dengan Komite Peradilan DPR Amerika Serikat (yang rencananya diadakan hari Rabu jam 9 pagi waktu Washington DC tanggal 28 September 2016), FBI sudah merilis lagi perkembangan penanganan investigasi mereka terhadap kasus Skandal Email yang dilakukan Capres Hillary Clinton semasa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dari tahun 2009 sampai 2013.

Rilis FBI pada akhir pekan lalu mengetengahkan 200 halaman atau diberi kode 302 file, menyajikan informasi yang lumayan seru rupanya.

Ternyata tak hanya Huma Abedin yang menjadi orang kepercayaan Hillary Clinton semasa menjabat sebagai Menlu.

Ada seorang wanita lagi yang menjadi staf Hillary saat menjabat sebagai Menlu.

Menurut rilis FBI, perempuan ini bernama Monica Hanley.

Jabatan resminya di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada era Hillary Clinton sebagai Menlu adalah Confidential Assistant atau Asisten Rahasia.

Masih menurut rilis FBI, Monica dikenal oleh Hillary Clinton saat bekerja magang semasa Hillary masih menjadi Senator perwakilan New York City tahun 2009.

Lantas ketika Hillary menjadi Menlu, Monica diangkat menjadi Asisten Rahasia.

 

 

Direktur FBI James Comey (nomor 1 dari kiri)

Direktur FBI James Comey (nomor 1 dari kiri)

 

 

Monica telah diperiksa sebanyak 2 kali oleh FBI sepanjang tahun 2016 ini yaitu pada tanggal 11 Januari 2016 dan tanggal 23 Juni 2016.

Hasil pemeriksaan sebanyak 2 kali terhadap Monica Hanley itulah yang ikut dirilis oleh FBI pada akhir pekan lalu.

Hasil pemeriksaannya sangat mencengangkan.

1. Monica Hanley inilah yang diperintah oleh Hillary untuk membelikan blackbetry yang akan digunakan Hillary sebagai Menlu untuk menjadi alat komunikasi sang Menlu. Pertama, Monica mencari blackberry yang mau dibeli itu dari eBay. Tapi karena tidak ada barang yang cocok. Ia pergi ke sebuah Mall di Virginia untuk membelikan Hillary Clinton sebuah blackberry baru.

2. Monica Hanley ini jugalah orang yang ceroboh meninggalkan setumpuk dokumen rahasia berkategori classified information dan top secret di sebuah hotel di Rusia, saat mendampingi kunjungan Hillary Clinton ke Rusia. Dokumen rahasia yang sangat penting berkategori classified information itu ditemukan oleh petugas keamanan diplomatik tercecer didalam kamar hotel Monica Hanley.

3. Monica Hanley ini juga yang berwenang membuatkan alamat email untuk Hillary Clinton. Ia membuat sebuah alamat email untui Hillary yaitu hdr22@clintonemail.com. Tapi selanjutnya, Huma Abedin yang juga merupakan salah seorang pembantu kepercayaan Hillary membuatkan alamat email lain untuk menjadi alamat email Hillary Clinton yaitu hrod17@clintonemail.com.

 

 

Huma Abedin dan Hillary Clinton

Huma Abedin dan Hillary Clinton

 

 

 

Apa yang bisa ulas mengenai hal ini?

Betapa liarnya para staf kepercayaan Hillary Clinton sepanjang menjadi Menlu.

Bayangkan untuk berkomunikasi urusan negara, Hillary menggunakan blackberry yang dibeli asal asalan tempatnya dari sebuah Mall.

Masalahnya adalah blackberry itu digunakan Hillary untuk menerima dan mengirim informasi rahasia, termasuk mengenai keamanan nasional, yang berkategori classified information dan top secret.

Sedangkan Obama saja, karena tetap ingin menggunakan handphone berupa blackberry, terpaksa NSA menciptakan blackberry khusus untuk Obama dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi.

Sementara blackberry yang digunakan Hillary dibeli asal-asalan dari sebuah Mal.

 

 

Meme

Meme

 

 

 

Huma Abedin dan Monica Hanley adalah 2 staf yang diberi kewenangan membuka dan mengakses informasi berkategori classified information dan top secret sepanjang Hillary menjadi Menteri Luar Negeri.

Setelah mengetahui ini duduk persoalannya, barulah saya paham.

FBI mendapat informasi bahwa sepanjang Hillary Clinton menjadi Menlu, ia mempunyai dan menggunakan 13 blackberry sebagai alat komunikasinya.

Sebab ia bisa menyuruh para stafnya membeli blackberry secara acak dimana saja untuk digunakan Hillary menerima dan mengirim email.

Dan karena takut ketahuan FBI, maka blackberry itu dihancurkan oleh Hillary Clinton menggunakan martil.

 

 

Barack Obama dan Direktur FBI James Comey

Barack Obama dan Direktur FBI James Comey

 

 

 

Pantas Hillary berbohong saat dipanggil FBI tanggal 4 Juli 2016 dengan mengatakan (di hadapan FBI) bahea ia tidak tahu atau ia lupa, setiap ditanya perihal email.

Sebab ternyata, para staf Hillary sudah dipanggili satu persatu oleh FBI sejak bulan Januari 2016.

Artinya, FBI tetap memproses kasus email Hillary Clinton secara berkesinambungan.

Monica Hanley misalnya, yang bekerja sebagai Asisten Rahasia, ia sudah dipanggil FBI sebanyak 2 kali yaitu tanggal 11 Januari 2016 dan tanggal 23 Juni 2016.

Keterangan yang disampaikannya di hadapan FBI pada pemanggilan pertama dan kedua, dibuat berbeda alias tidak sama.

Hillary sudah mengajari para pembantunya untuk mengubah keterangan-keterangan mereka di hadapan FBI jika memang keterangan yang sebelumnya menbahayakan.

Terlalu membahayakan Amerika Serikat jika seorang Menteri Luar Negeri terlalu serampangan menghandle informasi-informasi negara yang sifatnya rahasia.

 

 

Direktur FBI James Comey

Direktur FBI James Comey

 

 

 

Pantas, dalam konferensi persnya tanggal 7 Juli 2016, Direktur FBI James Comey menggunakan istilah Extremely Careless (kecerobohan yang sangat ekstrim) kepada Hillary Clinton dan para pembantunya untuk urusan email.

Ya jelas kecerobohan mereka sangat ekstrim.

Bayangkan membeli blackbery di mal, yang tidak ada sistem pengamanannya.

Lalu blackberry itu digunakan untuk menerima dan mengirim informasi-informasi keamanan nasional dan laporan-laporan seluruh dubes Amerika Serikat di seluruh dunia.

Untung tidak terjadi sesuatu yang sangat buruk terhadap Amerika Serikat sepanjang Hillary Clinton menjadi Menlu.

Pertanyaannya adalah apa saja sebenarnya seluruh email yang dihalus Hillary dari server pribadinya dan dari semua  blackberrynya.

Mengapa ia sangat takut jika semua email itu terpublikasikan?

 

 

Direktur FBI James Comey bereiri di sebelah kiri

Direktur FBI James Comey bereiri di sebelah kiri

 

 

Wajar FBI menangani kasus ini dengan sangat hati-hati.

Sebab keamanan nasional di Amerika Serikat selama 4 tahun berada dalam bahaya besar sepanjang Hillary menjadi Menlu.

Sepanjang 4 tahun juga, Huma Abedin dan Monica Hanley menjadi Menlu bayangan.

Mereka bisa mengirim, menerima dan membaca semua email atas nama Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Luar biasa ……    (*****)

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: