​Jokowi Janji Memberi Kantor Baru Untuk BNN Tapi Malah Bareskrim Tergusur

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Selasa 4 Oktober 2016 (KATAKAMI) —  Tahun lalu, tepat tanggal 23 Oktober 2015, nenek dari Presiden Jokowi yaitu Ibu Sani Wirorejo  meninggal dunia di Solo.

Jokowi langsung terbang ke Solo untuk melayat.

Jenazah sang nenek disemayamkan di rumah paman Jokowi, Jalan Ahmad Yani Nomor 297-299, Kampung Gondang, RT 06, RW 02 Kelurahan Manahan, Solo.

Nenek Sani meninggal dunia pada Jumat malam tanggal 23 Oktober 2015 sekitar pukul 22.40 WIB.

Saat nenek Jokowi meninggal, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso sedang berada di Solo.

Buwas datang melayat ke rumah duka (di foto, Buwas tampak mengenakan batik coklat).

Saat berbincang dengan Presiden Jokowi di rumah duka, salah satu pembicaraan adalah soal BNN yang membutuhkan kantor baru.

Sebab kantor BNN yang sekarang adalah milik Mabes Polri.

Jadi kantor BNN, statusnya meminjam sejak tahun 2005 dari Mabes Polri.

Sesuai kesepakatan, masa peminjaman adalah 10 tahun.

Jadi per tanggal 31 Desember 2015, BNN harus angkat kaki.

Rencana semula dari Pihak Polri, kalau BNN sudah mendapat gedung baru dari Pemerintah, maka Bareskrim akan dipindahkan ke Cawang (kantor BNN saat ini).

 

 

Presiden Jokowi melayat neneknya yang wafat di Solo, Oktober 2015

Presiden Jokowi melayat neneknya yang wafat di Solo, Oktober 2015

 

 

 

Kepada Kepala BNN Budi Waseso, Presiden Jokowi mengatakan bahwa BNN jangan kuatir soal kantor.

Sebab pemerintah punya banyak gedung dan salah satunya bisa dipakai BNN.

Apa hasilnya?

Nihil.

Jokowi cuma ngomong doang.

BNN tidak kunjung dapat gedung baru untuk dipakai sebagai kantor mereka.

Padahal masa peminjaman sudah selesai per tanggal 31 Desember 2015.

Mabes Polri diam saja.

Mereka tidak enak hati untuk mengusir dan menggusur BNN.

Padahal Mabes Polri butuh gedung untuk menjadi tempat bekerja jajaran Bareskrim yang kantornya akan di renovasi.

Gedung Bareskrim yang saat ini ada di Mabes Polri sudah tidak layak pakai.

Oleh karena BNN tidak angkat kaki dari Cawang, terpaksa Mabes Polri pinjam sana pinjam sini untuk jadi kantor jajaran Bareskrim.

 

 

 

Kantor baru Barekrim di Kantor Kementerian KKP dan di Gedung Ombudsman

Kantor baru Barekrim di Kantor Kementerian KKP dan di Gedung Ombudsman

 

 

Mulai tanggal 3 Oktober 2016, jajaran Bareskrim sudah resmi pindah kantor dengan status menumpang di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Bareskrim mendapat pinjaman 5 lantai di Gedung Surachman Tjokrodisurjo.

Tapi tidak cukup untuk menampung seluruh jajaran Bareskrim.

Ada Direktorat lain yang terpaksa numpang di kantor lain yaitu Direktorat Tipidkor Bareskrim.

Mereka numpang di Gedung Ombudsman Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lalu, beberapa biro dari jajaran Bareskrim, termasuk Unit Cyber Crime, menumpang di Kantor PU Tanah Abang.

Lain lagi bagian Forensik Bareskrim.

Mereka pindah ke kawasan Jakarta Timur karena Polri punya sebidang tanah cukup luas sehingga dianggap layak untuk menampung seluruh personel dan perlengkapan Forensik.

Kemudian untuk tahanan, Bareskrim pun terpaksa nitip.

Tahanan Bareskrim, ada yang dititikan di Rutan Polda Metro Jaya.

Tapi ada juga yang dititipkan di Polsek Gambir.

 

 

 

 

 

 

Apa makna dari semua ini?

Saya cuma menggaris-bawahi bahwa Presiden Jokowi ini kebanyakan janji dan keteteran mengurus aparat-aparatnya.

BNN dijanjikan dapat kantor baru sejak bulan Oktober 2015 tapi tidak ditepati.

Alhasil, BNN jadi tidak tahu diri.

Sudah dipinjamkan gedung selama 10 tahun tapi gak mau pindah.

Padahal Mabes Polri butuh tempat untuk jajaran Bareskrim.

Pembangunan atau renovasi gedung Bareskrim yang baru akan memakan waktu sekitar 2,5 tahun.

Bayangkan mereka harus menumpang dan tercerai-berai kesana kemari kantornya selama 2,5 tahun ke depan.

Polisi tidak di urus oleh negara.

Maunya Pemerintah, Polri dan seluruh jajarannya harus patuh melaksanakan apapun perintah Presiden.

Tapi polisi dan keluarganya tidak di urus.

Janjimu palsu.  (****)

 

 

 

 
MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: