​Wikileaks Dan Julian Assange Menggebuk Hillary Clinton Dan John Podesta

Julian Assange, Donald Trump dan Hillary Clinton

Julian Assange, Donald Trump dan Hillary Clinton

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Kamis 13 Oktober 2016 (KATAKAMI) —- Baru 9 hari lalu, pendiri Wikileaks – Julian Assange – dimaki-maki oleh jutaan rakyat Amerika saat Wikileaks merayakan hari jadi mereka yang ke 10 pada tanggal 4 Oktober lalu.

Pasalnya semua orang berharap, di hari itu jugalah Wikileaks akan merilis email-email kontroversial Pihak Hillary Clinton yang sengaja dimusnahkan demi maju sebagai capres.

Julian Assange tidak pernah menjanjikan akan merilis email Hillary Clinton saat ulangtahun Wikileaks ke 10.

Ia hanya ingin berpidato melalui video conference dari Berlin, Jerman dalam rangka hari jadi Wikileaks.

Tapi karena urusan email Hillary Clinton sudah jadi topik hangat di Amerika Serikat maka jutaan orang berharap lebih pada Wikileaks.

Dan sekarang, tanpa diduga-duga, secara berturut-turut dalam sepekan ini, Wikileaks merilis 5 kloter email John Podesta.

 

 

John Podesta dan email-emailnya yang dibocorkan Wikileaks

John Podesta dan email-emailnya yang dibocorkan Wikileaks

 

 

 

Siapa John Podesta?

Ia mantan Kepala Staf Gedung Putih di era kepemimpinan Presiden Bill Clinton.

Tapi tahun 2013 lalu, ia diangkat oleh Presiden Barack Obama untuk menjadi salah seorang penasehat di Gedung Putih.

Podesta tangan kanan The Clintons alias Keluarga Clinton.

Jadi selepas Hillary pensiun sebagai Menteri Luar Negeri di tahun 2013.

Masuk seorang kroni The Clintons di ring satu Obama yaitu John Podesta.

Disinilah kecerdikan Obama dalam menjerat The Clintons tentang apa dan bagaimana ambisi politik Hillary Clinton yang akan maju dalam Presidential Election 2016.

Obama tahu siapa yang harus “dirantai kakinya” di White House untuk memancing dan mengetahui ada apa di balik tembok rahasia The Clintons menyambut Pilpres 2016.

Sudah sejak awal Hillary masuk ke kabinet Obama di tahun 2009, terutama 4 tahun menjelang Pilpres 2016, Obama sudah mengawasi gerak politik Hillary Clinton.

Sekarang bagaimana?

Semua rahasia, aib, borok, pelanggaran hukum dan nasib Hillary Clinton, mau tak mau ada di tangan Obama sekarang.

Ternyata dalam sepekan ini, John Podesta menjadi bak selebriti dunia nomor 1 yang sangat populer di jagad dunia maya.

Apa pasalnya?

Sebab ternyata, ribuan email John Podesta, Hillary Clinton dan Tim Kampanyenya dibocorkan oleh Wikileaks dalam sepekan terakhir ini.

Jadi walau John Podesta bekerja di White House pada periode kedua pemerintahan Obama,  John Podesta tetap menjadi sentral pergerakan politik The Clintons menjelang majunya Hillary sebagai capres.

John Podesta berkomunikasi dengan semua ring satu Hillary Clinton, terutama Huma Abedin dan Cheryl Mills.

Dan dari 5 kloter bocoran email John Podesta, publik Amerika hanya mendapatkan 1 hal yang semakin terang benderang bahwa Hillary Clinton ini memang tukang tipu sejati.

Kebohongan demi kebohongan terungkap jelas dari semua email yang dibocorkan Wikileaks.

Sadis sekali konten dari semua email yang dibocorkan Wikileaks.

Yang buat saya sangat menarik adalah pengakuan John Podesta sebagai tangan kanan Bill dan Hillary Clinton, bahwa Hillary mengaku membenci semua rakyat Amerika.

Tapi demi maju sebagai capres, jargon yang akan diangkat adalah Hillary akan menjadi “Champion” untuk seluruh rakyat Amerika dengan turut serta dalam Presidential Election tanggal 8 November mendatang.

Perlu menarik nafas panjang-panjang membaca 5 kloter bocoran email John Podesta yang dirilis Wikileaks.

 

 

 

Ejekan-ejekan Hillary Clinton kepada sejumlah pihak

Ejekan-ejekan Hillary Clinton kepada sejumlah pihak

 

 

Rahasia yang paling memalukan dari bagaimana sebenarnya Hillary Clinton terungkap jelas.

Misalnya, Tim Kampanye Hillary Clinton menyadari bahwa sejak awal Hillary maju sebagai capres di tahun 2015 lalu, mereka tak pernah bisa mendatangkan banyak pendukung. Paling banter hanya 100 sampai 200 orang saja yang mau mendengar Hillary bicara.

Maka tim kampanye Hillary, utamanya Huma Abedin membuat peraturan, jika yang hadir hanya kurang dari 100 orang, maka dilarang keras ada handphone, wartawan dan kamera televisi masuk ke dalam areal kampanye.

Tapi bila yang hadir bisa mencapai 200 orang, handphone boleh masuk.

Banyak lagi email lain yang sangat mengerikan.

Termasuk ejekan demi ejekan Pihak Hillary Clinton kepada banyak pihak.

Termasuk ejekan kepada para pendukung Bernie Sanders.

Bocoran Wikileaks juga memuat bagaimana John Podesta mendesak semua tim kampanye Hillary Clinton untuk menutupi kasus email yang sedang di investigasi FBI.

Bocoran Wikileaks juga memuat bagaimana kasak kusuknya para staf Hillary berkoordinasi dengan Departemen Kehakiman yang dipimpin Loretta Lynch yang sedang menangani kasus email Hillary.

Bocoran Wikileaks juga membuka tabir gelap tentang rekayasa publikasi dan wawancara Hillary Clinton dengan sejumlah media yang dibayar.

Yang paling memalukan adalah Wikileaks membocorkan transcript wawancara Hillary Clinton dengan sebuah televisi.

Seolah-olah sang anchor melakukan wawancara live melalui sambungan telepon dengan Hillary Clinton.

Ternyata Wikileaks membocorkan transcriptnya.

Wawancara itu sebelum on air sudah dibocorkan pertanyaan dan jawabannya sehingga Hillary tinggal membaca contekan kata demi kata yang sudah disepakati bersama antara Pihak Hillary dengan stasiun televisi tersebut.

Kesannya Hillary sangat hebat menjawab pertanyaan sang anchor yang disiarkan live di televisi. Ternyata nyontek dan kongkalikong.

 

 

 

Donald Trump and Mike Pence

Donald Trump and Mike Pence

 

 

 

Intinya adalah publik menjadi tersadarkan bahwa banyak kepalsuan dibalik sosok Hillary Clinton.

Pilpres tinggal hitungan hari.

Tapi masih ada 1 kali lagi debat capres yang harus dihadapi Hillary Clinton dan Donald Trump pada tanggal 19 Oktober mendatang.

Dengan munculnya pukulan demi pukulan dari Wikileaks terhadap Hillary Clinton, rakyat Amerika menjadi terbantukan untuk meyakinkan diri dan hati mereka untuk memilih siapa.

Mau memilih capres tukang tipu sejati yang sedang terus digebuk oleh Julian Assange dan Wikileaks?

Atau mau memilih capres yang punya integritas dan kemampuan untuk melakukan 1 hal yang dijanjikannya yaitu, “Make Ameria Great Again”.

John Podesta: “I know she has begun to hate every Americans”.   (*****)

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: