​Kepanikan Hillary Clinton Memfitnah Donald Trump Menutupi Wikileaks Jilid 6

Donald Trump dan Hillary Clinton

Donald Trump dan Hillary Clinton

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, 14 Oktober 2016 (KATAKAMI) — Saat kemarin saya menulis tentang rilis Wikileaks yang mengeluarkan ribuan email John Podesta, sudah 5 Kloter yang dipublikasikan secara bertahap dalam sepekan terakhir.

Ternyata beberapa jam setelah tulisan saya dimuat, keluar 1 kloter lagi berisi 2000 email John Podesta dan Pihak Hillary Clinton.

Berarti dalam sepekan,Wikileaks sudah mengeluarkan 6 kloter email John Podesta dan Pihak Hillary Clinton.

John Podesta adalah Ketua Tim Kampanye bagi pencapresan Hillary Clinton.

 

 

John Podesta

John Podesta

 

 

John Podesta adalah mantan Kepala Staf Gedung Putih di era Presiden Bill Clinton.

Ia tangan kanan “The Clintons”.

Tetapi tahun 2013, Podesta diangkat menjadi salah seorang penasehat Presiden Barack Obama.

Tapi sejak tahun lalu ia adalau Ketua Tim Kampanye Pencapresan Hillary Clinton.

Ribuan email dari dan untuk John Podesta inilah yang dibocorkan Wikileaks dalam sepekan terakhir.

Dan semua email yang dibocorkan Wikileaks dalam sepekan ini, sangat menggemparkan dan memang mengerikan.

Sadis sekali.

Sebab ribuan email itu membuka borok bagaimana parahnya korupsi, tipu daya, kebohongan yang beranak cucu dan pelanggaran-pelanggaran hukum Hillary Clinton serta ring satunya.

Maka wajar kalau kubu Hillary berusaha keras untuk mengalihkan isu.

Sebab hantaman dari Wikileaks dalam sepekan terakhir ini sangat buruk dampaknya.

Saya tak heran kalau beberapa hari lalu dihebohkan soal dibajaknya akun twitter John Podesta.

Saya juga tak heran dalam 1 hari kemarin, 10 perempuan secara terpisah mengaku menjadi korban pelecehan seksual Donald Trump.

Sebab semua itu diduga adalah rekayasa dan permainan dari Pihak Hillary Clinton untuk mengimbangi kuatnya hantaman dari Wikileaks.

Pembajakan akun, saya yakin itu adalah rekayasa.

Begitu juga bombardir Pihak Hillary Clinton yang seperti bermain sulap bisa memunculkan 10 perempuan dalam sehari dengan klaim sepihak bahwa mereka adalah korban pelecehan seksual Donald Trump.

Jurus memfitnah Hillary Clinton tak berjalan mulus.

Dalam hitungan jam, satu persatu keluarga dan para sahabat dekat dari wanita-wanita yang disebut sebagai korban pelecehan seksual Donald Trump angkat bicara.

Mereka tahu betul dan sangat kenal siapa nama-nama yang diklaim sebagai korban tadi.

Dan menurut mereka, tidak pernah dan hanya omong kosong belaka klaim soal pelecehan seksual.

 

 

Wikileaks

Wikileaks

 

 

 

Ada apa sebenarnya yang terjadi di Pihak Hillary Clinton pasca hantaman Wikileaks dalam sepekan terakhir?

Tentu sangat panik.

Seperti yang saya tuliskan sejak kemarin, bocoran Wikileaks dalam sepekan terakhir ini sangat mengerikan faktanya.

Satu contoh, John Podesta sudah saling berkomunikasi dengan ring satu Hillary Clinton terkait pembunuhan Hakim Agung Antonin Scalia.

3 Hari sebelum kematian Hakim Agung Scalia, John Podesta sudah membahas tentang kematian itu.

Jika ini diusut, tamatlah sudah riwayat siapapun yang terlibat didalamnya jika Hakim Agung Scalia ternyata mati karena dibunuh.

Contoh lain yang sangat mengerikan tentang bagaimana korup-nya Yayasan “The Clinton Foundation”.

Untuk bisa bertemu  Mantan Presiden Bill Clinton selama 5 menit, Pemerintah Qatar memberikan cek 1 juta USD.

 

 

Wikileaks

Wikileaks

 

 

 

Belum lain email yang lain, tentang beragam julukan penuh cemooh Pihak Hillary Clinton kepada sejumlah pihak.

John Podesta misalnya, menggunakan istilah NEEDY LATINOS.

Lalu soal Serangan teroris di Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya, tanggal 11 September 2012.

Sebanyak 600 kali Duta Besar Chris Stevens mencoba menghubungi Hillary Clinton untuk meminta pertolongan.

Telepon dari Chris Stevens tak digubris.

Alasannya, Hillary sedang tidur, apalagi saat dihubungi jam 3 dinihari dari Benghazi.

Tapi dari bocoran email Wikileaks, ternyata Hillary tidak tidur.

Dari bocoran email Wikileaks jugalah ketahuan bahwa sebenarnya pada malam serangan teroris itu terjadi, Hillary justru terus berkomunikasi dengan Pihak Pemerintah Lokal di Libya tentang sudah mati atau masih hidupnya Duta Besar Chris Stevens.

Team 6, atau 6 orang Pasukan keamanan dari US NAVY SEAL sedang bertarung hidup mati di Benghazi selama 13 jam.

Ternyata Hillary sedang memantau dari Amerika dan menunggu kabar kematian “Chris Smith”.

Dan setelah Chris Stevens mati terbunuh, dari bocoran email Wikileaks diketahui bahwa Hillary Clinton saling berkiriman email dengan para staf-nya.

Subjek email yang ditulis Hillary adalah CHRIS SMITH.

Chris adalah Chris Stevens.

Smith adalah Sean Smith.

 

 

Serangan Benghazi 2012

Serangan Benghazi 2012

 

 

 

Chris dan Sean adalah dua pejabat Kemenlu Amerika Serikat yang tewas terbunuh di Benghazi.

Sebenarnya korban tewas ada 4 orang, tetapi yang 2 orang lainnya adalah personel pasukan keamanan dari US NAVY SEAL yang dipekerjakan oleh CIA untuk menjaga Markas CIA di Benghazi.

Keduanya adalah Tyrone Woods dan Glen Doherty.

Wikileaks membocorkan apa isi email dari Hillary Clinton tentang Benghazi.

Antara lain, Pentagon sudah siap memberangkatkan pasukan tambahan militer untuk menolong warga Amerika yang diserang teroris di Kantor Konsulat dan di Markas CIA.

Tapi Hillary membatalkan rencana pemberangkatan pasukan militer yang akan dikirim Pentagon ke Benghazi lewat udara.

Dari email-emailnya juga ketahuan bahwa Hillary ngerumpi sekaligus bertanya kepada stafnya, “Mereka baru saja mati dan ada konfirmasi dari pemerintah lokal. Bagaimana, kita umumkan saja sekarang  bahwa ada korban tewas dari Pihak Amerika atau kita diam dulu seharian ini. Lalu besok kita umumkan?”.

 

 

Kombinasi foto: Hillary Clinton dan jenazah Duta Besar Chris Stevens

Kombinasi foto: Hillary Clinton dan jenazah Duta Besar Chris Stevens

 

 

 

Membaca semua bocoran email ini, wajar jika rakyat Amerika murka pada Hillary Clinton.

Terlalu banyak kebohongan yang selama ini disampaikan kepada publik.

Wikileaks menyingkap tabir kebohongan ini secara bertubi-tubi.

Hillary seperti menampar wajahnya sendiri.

Soal Benghazi misalnya.

Sehari sebelum dilaksanakan Konvensi Partai Demokrat pada bulan Juli lalu, dalam sebuah wawancara Hillary mengaku bahwa kasus Benghazi bukan tanggung-jawabnya.

Ia mengaku tidak terlibat dan tidak bersalah.

Tapi kini, sudah tak ada yang bisa dibohongi lagi.

Maka kalau setengah mati Pihak Hillary Clinton mengupayakan segala cara untuk pengalihan isu, wajar wajar saja.

Sebab mereka panik.

 

 

Donald Trump dan istri tercintanya, Melania Trump

Donald Trump dan istri tercintanya, Melania Trump

 

 

 

Namun Tuhan tak membiarkan kebohongan baru terjadi lagi.

Dalam hitungan jam setelah Donald Trump difitnah, secara sahut menyahut pihak keluarga dan para sahabat dekat dari para korban PALSU kasus pelecehan seksual itu memberitahu bahwa tuduhan terhadap Donald Trump tidak benar.

Mereka, keluarga dan para sahabat korban itu, yang justru bersuara lantang bahwa tuduhan itu semua bohong dan tidak valid.

Hillary belum kapok rupanya, bahwa akan ada satu masanya, dimana kebohongan sudah tak bisa lagi ditolerir.

Setiap pesta memang harus ada akhirnya.

Dan pesta Hillary Clinton itu bernama pesta kebohongan.

Hillary Clinton lies about lying and she lies about having lied about lying ! (***)

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: