​Kris Paronto, Benghazi Dan Meme Hillary Clinton

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 
Jakarta, Jumat 14 Oktober 2016 (KATAKAMI) —- Pada tulisan sebelum ini, saya sudah mengemukakan bahwa dalam bocoran email yang dirilis Wikileaks dalam sepekan terakhir, salah satu isu menarik yang ikut tersingkar tabirnya adalah soal Serangan Benghazi 2012.

Pada tanggal 11 September 2012, kelompok radikal teroris menyerang Kantor Konsulat Amerika Serikat dan Markas CIA di Benghazi, Libya.

CIA mempekerjakan Team Six atau 6 orang orang Pasukan US NAVY SEAL untuk menangani masalah keamanan di Kantor Konsulat dan Markas CIA di Benghazi.

Akibat serangan teroris itu, 4 orang Amerika tewas terbunuh.

Dua orang dari Kementerian Luar Negeri yaitu Duta Besar Chris Stevens dan Sean Smith.

Dua orang lagi dari Pihak US NAVY SEAL yang dipekerjakan CIA di Benghazi yaitu Tyrone Woods dan Glen Doherty.

 

 

Kris Paronto, John Tiegen dan Mark Geist

Kris Paronto, John Tiegen dan Mark Geist

 

 

 

Lalu dari 4 orang yang selamat dari Pasukan US NAVY SEAL ini, 3 diantaranya mendukung pencapresan Donald Trump yaitu Mark Geist, John Tiegen dan Kris Paronto.

Ketiga orang ini disebut Benghazi Survivors atau Benghazi Heroes.

Merekalah yang memotori dibuatnya Film: 13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi.

Film ini mengetengahkan kisah nyata tentang serangan teroris di Benghazi.

Selama 13 jam mereka berperang dan menunggu bantuan pasukan militer.

Tapi bantuan pasukan tak kunjung datang.

 

 

 

 

Kris Paronto berteman dengan saya di twitter.

Kalau saya tidak salah ingat sejak bulan Juli lalu, atau awal Agustus.

Saya punya akun khusus di twitter yang private atau terkunci.

Di akun ini, saya dan Kris Paronto berkawan.

Panggilannya Tanto.

Saya yang lebih cerewet menceritakan atau mengomentari apa saja.

Dan Kris Paronto orangnya suka guyon.

Ada saja guyonannya.

Lalu kalau dia berfoto, mimik wajah dan gayanya bisa aneh-aneh.

Dia juga membuat caption foto yang memancing kegelian.

Dan belakangan ini  yang banyak saya kirimkan kepadanya adalah sejumlah meme yang lucu-lucu tentang perpolitikan di Amerika saat ini.

Terutama kalau Meme itu tentang Benghazi atau tentang Hillary Clinton.

 

 

 

Meme

Meme

 

 

Saya sering tertawa sendiri melihat kreativitas penbuatan meme-meme tadi.

Meme yang terbaru adalah saat Hillary Clinton (berbaju hijau) sedang dipapah kanan kiri oleh para lelaki yang mengawalnya untuk menaiki tangga sebuah rumah.

Tapi dalam meme itu dibuat gambar tiang gantungan untuk hukuman mati.

Jadi kesannya Hillary sedang dipapah untuk menuju tiang gantungan karena akan dihukum mati.

 

 

 

Meme

Meme

 

 

 

Lalu ada meme yang mengatakan, inilah cara terbaik untuk menonton debat capres ketiga tanggal 19 Oktober mendatang.

Dalam meme itu diperlihatkan sebuah GARPU.

Garpu itu mesti di cocokkan  jerujinya ke arah badan Hillary.

Maka yang akan terlihat adalah seolah Hillary sedang dikurung di balik jeruji besi alias di penjara.

Dan masih banyak lagi meme lain yang sering membuat saya tertawa terpinkal-pingkal.

Banyak meme yang kurang ajar.

Tapi lucu luar biasa.

 

 

Kris Paronto

Kris Paronto

 

 

Sekarang kembali ke Kris Paronto.

Kris Paronto, tentara hebat ini, dalam Film 13 Hours itu, tak pernah sekalipun kelihatan senyum.

Ia sangat serius dan sadis menghajar setiap lawan.

Rekan-rekannya juga sama.

Pasukan keamanan yang bertarung selama 13 jam di Benghazi, tentara-tentara hebat.

Dar der dor dar der dor.

Peluru yang sangat panjang dikalungkan di leher.

Tangan kanan ada senjata.

Tangan kiri juga ada senjata lain.

Pertarungan mereka di malam itu sangat keras dan ganas.

Dua rekan mereka tewas terbunuh yaitu Tyrone Woods dan Glen Doherty.

Maka sampai saat ini, setiap ada info baru tentang Benghazi, saya pasti teringat pada Kris Paronto ini.

Ya sebab dia yang berada dan bertugas langsung saat serangan teroris itu terjadi.

Sejak berkawan di twitter, sering saya candai.

Dan kebetulan Tanto kadang memang konyol.

Saya selalu terhibur kalau membaca atau melihat kreativitas dan humor-humornya.

 

 

Kris Paronto

Kris Paronto

 

 

 

Dua pekan lalu misalnya, Kris Paronto diundang oleh Perpustakaan dan Museum Mantan Presiden George HW Bush.

Lalu ia berfoto di sebelah patung George HW Bush.

Kemudian ia menuliskan caption foto seperti ini, “Saya sedang berdiskusi dengan GHWB tentang bagaimana buruknya situasi di Amerika Serikat selama 8 tahun ini”.

Dan saya tertawa membaca caption itu.

Lalu di perpustakaan George HW Bush itu,  Tanto berfoto juga di meja kerja Presiden Amerika Serikat.

Ia berpose seolah dengan bertelepon dari Oval Office.

Belakangan ia tulis caption, “Send troops now. Learn something”.

Atau caption yang lainnya menyindir Hillary Clinton bahwa Kris Paronto tahu cara menjawab telepon jika berdering.

(Berbeda dengan Obama dan Hillary yang tak menjawab telepon dari Benghazi saat serangan teroris terjadi di tahun 2012).

Saya cukup sering mengirimkan pesan mention di twitter untuk Kris Paronto dalam konteks persahabatan.

Sering saya kirimkan meme-meme.

Ia jarang membalas.

Jarang merespon.

Hanya sesekali ia menyapa atau merespon saya.

Ia lebih sering diam dan mendiamkan.

Saya sangat percaya ia pasti membaca semuanya.

Ia hanya tak terbiasa untuk sok akrab dan lebih ingin menjaga jarak walau memang berkawan.

Dan kini ia menjadi sahabat saya walau saling berjauhan dan sebatas di twitter.

Tapi saya menyimpan rasa hormat dan kekaguman pada merema.

Kepada sahabat saya Kris Paronto ini dan rekan-rekannya, Mark Geist dan John Tiegen.

 

 

 

 

13 Hours

13 Hours

 

 

Tipis sekali, jarak antara hidup dan mati saat mereka bertarung di Benghazi.

Walau sudah 4 tahun berlalu, mereka para “Benghazi Heroes” ini, tentu tetap mengenang semua itu.

Terutama mengenang rekan seperjuangan, yang sama-sama bertugas di sebuah negeri asing dengan tingkat ancaman bahaya keamanan yang sangat tinggi.

Tapi takdir menentukan lain.

Ada yang hidup.

Dan ada yang mati.

Benghazi menjadi sebuah memori yang akan terpatri di relung hati mereka secara abadi. (****)

 

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: