​Black Campaign Ala Hillary Clinton Soal Jessica Leeds Untuk Memfitnah Donald Trump

Hillary Clinton dan Donald Trump

Hillary Clinton dan Donald Trump

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2016 (KATAKAMI) — Dalam penegakan hukum, peran saksi sangat dibutuhkan untuk mencari dan menemuka  kebenaran dalam sebuah kasus.

Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.”

Saya kasih satu contoh yang sangat sederhana tentang bagaimana sangat menentukannya keterangan saksi.

Kita tentu masih ingat kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir.

Munir wafat pada tanggal 7 September 2004, di pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda.

Perjalanan itu adalah sebuah perjalanan untuk melanjutkan study-nya ke Universitas Utrecht.

Ia dibunuh dengan menggunakan racun arsenik yang yang ditaruh ke makanannya oleh Pollycarpus Budihari Priyanto.

Pollycarpus adalah seorang pilot Garuda yang waktu itu sedang cuti.

Dan pada saat keberangkatan Munir ke Belanda, secara kontroversial ia diangkat sebagai corporate security oleh Dirut Garuda.

Tahukah anda apa yang terjadi dalam kasus Munir, hingga akhirnya Pollycarpus tak dapat membantah keterlibatan dirinya?

Para penyidik Polri mempekajari kasus pembunuhan Munir dengan seksama.

Dibutuhkan keterangan saksi.

Maka semua penumpang Pesawat Garuda yang satu pesawat dengan Munir dimintai keterangannya oleh Tim Penyidik Polri.

Ada 1 orang mahasiswa Jerman yang duduk tidak jauh dari tempat Pollycarpus menarug racun arsenik ke minuman Munir.

Mahasiswa Jerman ini melihat semua kejadiannya, terutama saat Pollycarpus mengambil arsenik dan memasukkannya ke dalam minuman Munir.

Keterangan Mahasiswa Jerman inilah yang menjadi salah satu penentu dari tersibaknya kasus pembunuhan Munir.

Dan yang menceritakan ini kepada saya adalah polisi yang menjadi Tim Penyidik Kasus Pembunuhan Munir yaitu polisi yang meminta keterangan dari Mahasiswa Jerman tadi.

 

 

 

Julian Assange pendiri Wikileaks, Donald Trump dan Hillary Clinton

Julian Assange pendiri Wikileaks, Donald Trump dan Hillary Clinton

 

 

Sekarang mari kita beralih ke sebuah isu menarik yang merebak saat ini di Amerika Serikat.

Pihak Hillary Clinton sedang mengalami guncangan sangat hebat dalam sepekan terakhir karena Wikileaks merilis ribuan email John Podesta selaku Ketua Tim Kampanye Hillary Clinton.

Tak cuma email John Podesta, email dari Hillary dan ring satunya yaitu para staf terdekatnya juga dibocorka  oleh Wikileaks.

Dan saya sudah menulis beberapa kali dalam sepekan terakhir ini mengenai rilis terbaru Wikileaks yang membongkar aib Hillary Clinton.

Seiring dengan gencarnya Wikileaks menghajar Pihak Hillary Clinton, salah satu isu yang dilempar dan dimainkan Pihak Hillary Clintoh adalah merekayasa kasus pelecehan seksual yang dilakukan Donald Trump di masa lalu.

Yang terbaru adalah pengakuan Jessica Leeds, seorang perempuan yang mengaku diraba-raba oleh Donald Trump di pesawat dalam penerbangan dari Dallas ke New York pada tahun 1979.

Tentu sudah bisa ditebak.

Hillary Clinton sedang berusaha melakukan pengalihan isu yang sifatnya pembunuhan karakter terhadap Donald Trump.

Apalagi dalam beberapa hari ke depan akan dilaksanalan debat capres ketiga yang merupakan debat final menjelang Hari H Pilpres .

Debat capres ketiga akan dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2016.

Sedangkan Presidential Election akan dilaksanakan tanggal 8 November 2016.

 

 

Anthony Gilberthorpe dan Jessica Leeds

Anthony Gilberthorpe dan Jessica Leeds

 

 

 

Kembali pada fitnah Hillary Clinton soal omong kosong kobok kobok alias raba-rabaan Donald Trump terhadap Jesicca Leeds di pesawat pada tahun 1979.

Tiba-tiba secara tidak terduga, seorang warga negara Inggris muncul ke media menyampaikan sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan.

Namanya Anthony Gilberthorpe.

Siapakah Anthony Gilberthorpe?

Ternyata dia adalah salah satu penumpang di pesawat yang sama dan duduk persis di sebelah Donald Trump di tahun 1979 itu.

Anthony Gilberthorpe merasa terpanggil secara moral untuk membela Donald Trump karena apa yang dituduhkan Jessica Leeds itu samasekali tidak benar.

Sebab, yang duduk di sebelah Donald Trump di kelas bisnis di pesawat itu adalah Anthony Gilberthorpe.

Anthony Gilberthorpe mengatakan perempuan bernama Jessica Leeds itu sungguh ngawur.

Tak pernah ada satu kalipun Donald Trump mengajak bicara atau menyentuh tubuh perempuan tersebut karena yang duduk di sebelah Donald Trump adalah Anthony Gilberthorpe.

Pengakuan Anthony Gilberthorpe ini seakan menjadi teguran dari Tuhan kepada Hillary Clinton yang belum kapok untuk melakukan black campaign kepada lawan politiknya.

Siapa yang menyangka ada pembelaan dan pengakuan dari seorang SAKSI dari sebuah kejadian pada tahun 1979.

Kalau bukan tangan Tuhan yang bekerja dalam menangkis kebohongan dan kejahatan politik yang sangat kotor seperti ini, kebenaran tak akan bisa terungkap.

 

 

Meme

Meme

 

 

 

Wikileaks yang membocorkan ribuan email Pihak Hillary Clinton dalam sepekan terakhir ini juga merilis beberapa email yang isinya skenario dan koordinasi antar Staf Hillary Clinton pada bulan Mei 2016 untuk mengatur rekayasa pengakuan pelecehan seksual yang dilakukan Donald Trump kepada sejumlah perempuan.

Ternyata sudah dari bulan Mei 2016, Hillary merancang dan menyusun serangan terhadap Donald Trump untuk urusan black campaign seperti ini.

Dalam email itu diajari bahwa para perempuan itu harus mengaku telah diraba-raba tubuhnya oleh Donald Trump dalam pertemuan atau di pesawat.

Bahkan dalam rilis Wikileaks pekan ini dibocorkan juga tentang bagaimana dulu koordinasi Pihak Hillary Clinton untuk menghajar Barack Obama saat sama-sama maju sebagai kandidat capres Partai Demokrat tahun 2008.

Dalam email yang dibocorkan Wikileaks pekan ini dapat diketahui rencana Hillary melakukan black campaign terhadap Obama

1. Menyebarkan ke media bahwa Obama beragama Islam, dimana bapaknya beragama Islam dan dibesarkan dalam lingkugan Islam sehingga tak layak jadi Presiden.

2. Menyebarkan ke media bahwa Obama adalah pengguna narkotika yaitu jenis cocaine sehingga tak layak jadi Presiden.

Tapi seperti kita ketahui bersama, di tahun 2008 yang menjadi nominasi capres Partai Demokrat adalah Obama.

Dan menang sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke 44.

 

 

Melania Trump dan suami tercintanya, Donald Trump

Melania Trump dan suami tercintanya, Donald Trump

 

 

 

Menutup tulisan ini.

Saksi memang sangat penting dalam sebuah kasus apapun, terutama dalam penegakan hukum.

Berkat saksi inilah maka dulu kasus pembunhan aktivis HAM Munir dapat diungkap.

Dan kini di Amerika, berkat seorang saksi juga dapat diungkap manuver liar Hillary Clinton terhadap Donald Trump.

Bayangkan, kejadiannya saja sudah sangat lama yaitu tahun 1979.

Dalam pesawat pula.

Tapi Tuhan memunculkan seorang saksi yang mengetahui situasi sebenarnya.

Hillary Clinton belum kapok melakukan black campaign.

Dan diatas semua itu, Hillary Clinton belum kapok berdusta.

Hillary Clinton lies about lying and she lies about having lied about lying !
(****)

 

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: