​Gloria Allred Korban Pelecehan Seksual Palsu Rekayasa Hillary Clinton Pada Donald Trump

Donald Trump dan istri tercintanya, Melania

Donald Trump dan istri tercintanya, Melania

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 15 Oktober 2016 (KATAKAMI) —-  Kalau dalam tulisan sebelum ini saya mengulas seorang korban pelecehan seksual palsu hasil rekayasa Hillary Clinton teehadap Donald Trump.

Kali ini, ada satu lagi korban pelecehan seksual paksu berikutnya hasil karya Hillary Clinton juga.

Dalam tulisan sebelum ini, saya mengulas terbongkarnya kesaksian palsu Jessica Leeds yang mengaku diraba-raba Donald Trump di pesawat terbang dengan rute Dallas ke New York pada tahun 1979.

Kesaksian palsu Jessica Leeds ini terbongkar berkat kesaksian seorang warga negara Inggris bernama Anthony Gilberthorpe.

 

 

Anthony Gilberthorpe dan Jessica Leeds

Anthony Gilberthorpe dan Jessica Leeds

 

 

 

Setelah membaca berita bahwa Donald Trump dituduh melakukan pelecehan seksual di pesawat terbang, Anthony Gilberthorpe merasa terpanggil secara moral untuk membela Donald Trump.

Pasalnya, yang saat itu duduk di sebelah Donald Trump adalah Anthony Gilberthorpe.

Bukan Jessica Leeds.

Jessica Leeds memang ada di pesawat tersebut tapi samasekali Donald Trump tidak bicara dan tidak menyentuh perempuan.

Maka selesailah black campign Hillary Clinton untuk edisi Jessica Leeds.

Tapi Hillary Clinton belum kapok.

Dimunculkan lagi seorang wanita yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual Donald Trump.

 

 

Pendiri Wikileaks Julian Assange, Gloria Allred dan email yang dibocorkan Wikileaks

Pendiri Wikileaks Julian Assange, Gloria Allred dan email yang dibocorkan Wikileaks

 

 

 

Namanya Gloria Allred.

Perempuan brengsek ini lebih dramatis lagi sandiwaranya.

Ditemani pengacara, ia menggelar konferensi pers.

Lalu ia memposting di akun twitternya, dua halaman surat kecaman atas tindakan Donald Trump yang melakukan pelecehan seksual pada dirinya.

Tapi lagi-lagi tangan Tuhan  yang bekerja membongkar semua tipu muslihat.

Persis disaat Gloria Allred beraksi, Wikileaks yang didirikan Julian Assange, merilis bocoran email Pihak Hillary Clinton.

Dalam sepekan terakhir ini sudah 7 kali Wikileaks merilis ribuan email Pihak Hillary Clinton.

Dan dalam rilis bocoran email yang terakhir, termuat sejumlah email dari dan untuk Gloria Allred – perempuan yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual Donald Trump -.

Gloria Allred dan Pihak Kampanye Hillary Clinton sudah merancang skenario pengakuan palsu soal pelecehan selsial ini sejak bulan Mei 2016.

 

 

Gloria Allred dan email-email yang dibocorkan Wikileaks

Gloria Allred dan email-email yang dibocorkan Wikileaks

 

 

Semua dibongkar oleh Wikileaks.

Termasuk email dari Gloria Allred yang meminta persetujuan Hillary Clinton untuk skenario akhir tentang apa yang disepakati menyerang Donald Trump.

Tak ada yang bisa ditutup-tutupi lagi.

Tak ada lagi dusta yang bisa dikatakan.

Habis semua dikuliti oleh Wikileaks.

Kesalahan Gloria Allred dan Hillary Clinton adalah mereka menyusun permufakatan jahat ini melalui email.

Sampai ke email dari Gloria Allred meminta “persetujuan akhir” untuk melaksanakan rencana jahat ini, ikut dibongkar dan dirilis Wikileaks.

Mereka tidak menyangka dan tidak mengantisipasi bahwa permufakatan jahat ini bisa terbongkar tanpa ampun oleh Wikileaks.

Itu makanya saya katakan berkali-kali dalam tulisan saya sepekan ini bahwa apa yang dibongkar Wikileaks dalam sepekan ini sangat menghantam dan mempermalukan Hillary Clinton.

Sebab semua aib dan kebohongan Hillary dibongkar habis-habisan oleh Wikileaks.

Dan tololnya Hillary beserta Tim Kanpanyenya terlalu percaya diri untuk merancang permufakatan jahat semacam black campaign urusan seksual.

 

 

Hillary Clinton, Gloria Allred dan Jessica Leeds

Hillary Clinton, Gloria Allred dan Jessica Leeds

 

 

 

Hillary, tak kunjung jera memfitnah.

Hillary, tak kunjung jera melakukan pembunuhan karakter terhadap lawan politiknya.

Hillary, tak kunjung jera berdusta.

Dari satu dusta ke dusta yang lain, begitu seterusnya hobi Hillary Clinton.

Sehingga kebenaran seolah tak berguna dan tak bermakna.

Proverbs 12:22, “The Lord detests lying lips, but he delights in people who are trustworthy”. (*)

 

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: