​Sby Sudah Memproses Kasus Munir Tapi Melindungi Megawati Dan Hendropriyono

Presiden Sby, Menkopolkam Widodo AS, Kapolri BHD dan Kepala BIN Syamsir Siregar

Presiden Sby, Menkopolkam Widodo AS, Kapolri BHD dan Kepala BIN Syamsir Siregar

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016 (KATAKAMI) — Hari ini Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers di kediamannya di Cikeas perihal Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir yang terjadi tahun 2004.

Ketika Munir terbunuh, Sby masih berstatus calon presiden.

Yang menjabat sebagai Presiden adalah Megawati Soekarnoputri.

Dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) adalah AM Hendropriyono.

Selanjutnya dalam perjalanan waktu, Sby mengangkat Syamsir Siregar sebagai Kepala BIN.

Saat itu saya masih bertugas sebagai wartawan istana.

Dan merangkap bertugas untuk meliput di jajaran Polri saat Sutanto menjadi Kapolri.

Sedangkan yang menjadi Kabareskrim adalah Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri.

Tidak benar yang dituduhkan PDIP bahwa kasus pembunuhan Munir mandeg selama 10 tahun saat Sby berkuasa.

Yang saya tahu, Kasus Munir justru ditangani dengan sangat baik sesuai proses hukum yang berlaku di Indonesia pada era Pemerintahan Sby.

PDIP justru harus berterimakasih karena Ketua Umum-nya tidak digelandang ke penjara.

Brigjen Matius Salempang adalah Ketua Tim Penyidik Kasus Munir yang dibentuk Bareskrim Polri.

Kerjasama antara BIN, Mabes Polri, khususnya Bareskrim, terjalin dengan sangat baik dalam menangani Kasus Munir.

Atas perintah Kepala BIN Syamsir Siregar maka Muchdi PR mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi BIN.

Ia diminta mundur agar proses hukum dapat berjalan.

Dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Bambang Hendarso Danuri, Tim Bareskrim yang diketuai Matius Salempang menangkap dan menahan Muchdi PR.

Selanjutnya Muchdi divonis bersalah.

 

 

 

Kepala BIN Syamsir Siregar dan Menkopolkam Widodo AS

Kepala BIN Syamsir Siregar dan Menkopolkam Widodo AS

 

 

 

Apa yang bisa saya ulas dari Kasus Munir?

Pertama, kita justru harus mengapresiasi Pemerintahan Sby yang punya itikat baik (good will) untuk memproses Kasus Munir.

Walau yang tertinggi mendapat hukuman adalah pada level Deputi.

Pemerintah Amerika Serikat dibawah Obama Adminstration dari awal berkeyakinan kuat bahwa tanggung-jawab dan proses hukum tidak boleh hanya mentok dipikul oleh Muchdi PR.

Pembunuh yang sebenarnya diyakini bukan Muchdi PR.

Yang ditagih oleh Pemerintah Amerika Serikat adalah Pimpinan Tertinggi Indonesia dan BIN saat itu yaitu Megawati dan Hendropriyono.

Walau ini tidak disebutkan secara jelas.

Saat kasus Munir ditangani Bareskrim, ada pihak tertentu dalam Bareskrim yang membantu BIN menghilangkan data.

Dia adalah Wakabareskrim Irjen Gories Mere dan kelompoknya yang memang sangat dekat dengan Hendropriyono.

Namun perintah Presiden Sby sangat tegas bahwa Polri harus menangani kasus Munir.

Sehingga Kabareskrim BHD tetap termotivasi menangani kasus Munir dengan sangat profesional.

Saat ini, Pemerintah Amerika Serikat mendesak Pemerintah Indonesia agar pembunuh yang sebenarnya dan pihak yang paling bertanggung-jawab yang memberikan perintah dan yang menyetujui Operasi Intelijen Pembunuhan Munir, yang harus dibawa ke muka hukum.

Begitu juga Mbak Suciwati sebagai istri dari Almarhum Munir.

Mbak Suci ingin agar Kasus Munir dituntaskan dan tidak hanya berhenti sampai pemenjaraan terhadap Muchdi PR.

Siapa otaknya?

Siapa yang memberikan perintah pembunuhan?

Itu yang ditunggu selama 12 tahun ini.

Menutup tulisan ini, Sby sudah memproses kasus Munir dengan sangat baik sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hanya saja, Pak Sby (mungkin) kasihan pada Ibu Megawati.

Sebab apapun Operasi Intelijen Negara yang dilakukan BIN, semuanya, tidak ada yang tidak, semua atas perintah Presiden.

Megawati adalah orang yang harus bertanggung-jawab terhadap kematian Munir.

Hendropriyono hanya menjalankan perintah Presiden.

Dan Sby tidak ingin membuat guncangan di Indonesia.

Sehingga kedua orang ini, Megawati dan Hendropriyono, tidak ikut ditangkap, ditahan dan dibawah ke muka hukum selama 12 tahun terakhir.

Sekarang yang jadi permasalahan, yang dimaksud dengan penyelesaian kasus Munir, kriterianya apa?

Sebab para pelaku di lapangan, bahkan sampai ke level Deputi BIN, sudah disidang dan divonis.

Kasus pembunuhan Munir masih tetap menjadi sebuah kepedihan yang teramat dalam bagi keluarga dan handai taulannya.

Selama 12 tahun Indonesia tak mampu mengungkap tuntas. (****)

 

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: