​FBI, Wikileaks, Staf Hillary Yang Idiot Bernama Huma Abedin Dan Cheryl Mills Soal Benghazi

Cheryl Mills dan Huma Abedin

Cheryl Mills dan Huma Abedin

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Rabu 26 Oktober 2016 (KATAKAMI) — Bulan Agustus lalu, ada 30 email milik Hillary Clinton tentang Serangan Benghazi 2012 dipulihkan dan dimunculkan kembali oleh FBI.

Tadinya ke 30 email ini sudah dilenyapkan oleh Hillary Clinton, bersamaan dengan dihapuskanhya 33 ribu email dari server pribadi Hillary yang disembunyikan di basement rumahhya dan yang disimpan dalam belasan blackberrynya.

Khusus untuk email tentang Benghazi, FBI telah berhasil memulihkan ke 30 email rahasia Hillary.

Pertanyaannya, serahasia apakah ke 30 email itu sehingga dimusnahkan oleh Hillary?

Ini menarik untuk disimak.

 

 

Benghazi

Benghazi

 

 

 

Kita mulai dari Serangan Benghazi 2012.

Pada tanggal 11 September 2012, ratusan teroris menyerang Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, sekaligus menyerang Markas CIA di Benghazi.

4 orang tewas dalam serangan itu yaitu 2 orang dari Pihak Kemenlu Amerika Serikat (State Departement) dan 2 orang lagi dari Pihak US NAVY SEAL yang dipekerjakan CIA menjadi Pasukan Keamanan bagi Pihak Amerika Serikat di Benghazi.

Ke empat korban adalah:

1. Duta Besar Chris Stevens

2. Diplomat Sean Smith

3. Glen Doherty (US NAVY SEAL)

4. Tyrone Woods (US NAVY SEAL).

Tak semua Pasukan Keamanan Amerika Serikat yang terbunuh.

Mereka yang selamat dan bertahan hidup antara lain adalah:

1. Kris Paronto

2. Mark Geist

3. John Tiegen

 

 

 

 

 

 

Apa sebenarnya yang sangat ditakuti dan begitu dirahasiakan oleh Hilllary Clinton tentang Benghazi?

Sebab dari rilis email yang dibocorkan Wikileaks dalam 2 bulan terakhir ini, email dari dua orang staf Hillary yang membahas tentang Serangan Benghazi memang sangat kurang ajar dan mengerikan sekali.

Kedua staf itu adalah Huma Abedin dan Cheryl Mills.

Huma Abedin misalnya.

Tertanggal 14 September 2012, Huma mengirim email kepada Hillary yang memberikan pujian pada Hillary atas pada yang sudah terjadi di Benghazi.

Email ini dikirim 2 hari setelah 4 orang Amerika tewas terbunuh dalam Serangan Benghazi.

 

Huma Abedin: “I’m Giving You Credit for Inspiring the “Peaceful” Protests”.

 

Tidak ada yang peaceful saat serangan terjadi di Kantor Konsulat Amerika Serikat dan di Markas CIA.

Semua serba brutal.

 

 

 

Email dari Huma Abedin dan Cheryl Mills kepasa Hillary Clinton

Email dari Huma Abedin dan Cheryl Mills kepasa Hillary Clinton

 

 

 

Duta Besar Chris Stevens terkepung dalam kobaran api sebab ratusan teroris secara terorganisir sengaja membakar Kantor Konsulat Amerika Serikat, dimana didalam (Kantor Konsulat ada Duta Besar Chris Stevena dan Sean Smith).

Selama 13 jam, Pihak Kantor Konsulat Amerika di Benghazi meminta pertolongan dari Washington agar dapat segera dikirim Pasukan Keamanan tambahan.

Duta Besar Chris Stevens menghubungi Hillary sebanyak 600 kali tapi tak ada satupun yang direspon Hillary yang kala itu menjabat sebagai Menlu.

Empat tahun kemudian, publik baru mengetahui terkait Benghazi setelah saat ini Wikileaks terus membocorkan email-email dari Pihak Hillary Clinton.

Kalau tadi Huma Abedin yang kurang ajar tentang Benghazi.

Kemarin Wikileaks membuka lagi tabir rahasia Pihak Hillary Clinton terkait Benghazi.

Tidak tanggung-tanggung, yang kedapatan mengirim email tentang Benghazi adalah Cheryl Mills, staf terdekat Hillary Clinton.

Dan isi email Cheryl Mills lebih sadis, sangat kurang ajar dan tidak pantas diucapkan oleh seorang staf pada Kementerian yang sangat membanggakan seperti State Department.

Cheryl Mills menuliskan emailnya kepada Hillary Clinton yang isinya adalah :

 

Cheryl Mills : “Those idiot US Soldiers deserved to die. Black Power.”

 

Yang paling fatal lagi, Cheryl Mills sudah berkomunikasi dengan Hillary Clinton tentang kasus serangan Benghazi sejak bulan Juli 2012.

Artinya, sejak 2 bulan sebelum Serangan Benghazi 2012, Pihak Hillary Clinton sudah tahu bahwa tentara-tentara US NAVY SEAL akan dibunuh.

 

 

 

Serangan Benghazi 2012

Serangan Benghazi 2012

 

 

 

Yang lebih mengerikan lagi, dari bocoran Wikileaks juga diketahui bahwa pada hari dimana Serangan Benghazi terjadi, Hillary tidak tidur.

Selama ini Hillary mengaku tidur sehingga itu sebabnya tidak bisa menjawab ratusan telepon dari Duta Besar Chris Stevens.

Hillary memonitor jalannya kerusuhan di Benghazi.

Ia menunggu kabar tentang kematian Duta Besar Chris Stevens dan Sean Smith.

Dan setelah Pemerintah Lokal Benghazi membocorkan informasi bahwa Chris Stevens dan Sean Smith sudah mati terbunuh, Hillary email-emailan bergosip tentang tragedi yang terjadi di Benghazi.

Setelah satu persatu potongan puzzle tentang Benghazi ini terkumpul, muncul satu pertanyaan.

Apa sebenarnya isi dari 30 email rahasia yang dihapus Hillary tentang Benghazi, tapi kemudian ke 30 email itu berhasil dipulihkan dan dimunculkan kembali oleh FBI.

Yang dibocorkan Wikileaks tentang Benghazi saja, sudah sangat menyakitkan hati dan memancing kemarahan.

 

 

 

Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, Direktur DNIJames Clapper dan Direktur NSA Michael S. Rogers

Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, Direktur DNIJames Clapper dan Direktur NSA Michael S. Rogers

 

 

 

Bagaimana dengan ke 30 email rahasia tadi?

Huma Abedin dan Cheryl Mills ibarat jablai yang arogan dan kurang ajar terhadap militer di Amerika Serikat.

Status mereka ini cuma staf biasa di State Department.

Tapi lagunya selangit.

Giliran diperiksa sama FBI  semua pihak diberi hak kekebalan agar proses hukum tidak bisa dilanjutkan atas diri mereka.

Mereka tak punya respek pada militernya.

Mereka anggap militer di negaranya adalah pesakitan hina yang pantas dibunuh dan ditontoni proses pembunuhannya secara live.

Huma dan Cheryl pantas dihukum mati sebenarnya.

Sombong, kurang ajar, tidak tahu diri dan lebih jablai dari jablai.

Sebab terlalu kasar Huma dan Cheryl bertutur kata tentang Pasukan Keamanan mereka.

Padahal totalitas Glen Doherty dan Tyrone Woods mengabdi kepada negara sangat mengagumkan secara luar biasa.

Dear Director Comey, I will give you credit if you send these idiotic women to prison.   (*****)
MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: