​Demo 4 November Ujian Pertama Bagi Kapolri Dan Kapolda Metro Jaya 

Kapolri Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan

Kapolri Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Rabu 2 November 2016 (KATAKAMI) —- Demo besar-besaran dari berbagai ormas Islam pada tanggal 4 November mendatang adalah ujian pertama bagi Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai Kapolri dalam menangani aksi unjuk rasa berskala besar dan mengandung unsur keagamaan.

Sekaligus merupakan ujian pertama bagi Irjen Pol Muhammad Iriawan sebagai Kapolda Metro  Jaya.

Mabes Polri pun secara resmi telah menerima surat pemberitahuan akan adanya aksi unjuk rasa dari beberapa Ormas Islam pada 4 November mendatang.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, dalam surat pemberitahuan ke Baintelkam Polri, aksi unjuk rasa 4 november mendatang akan dihadiri sebanyak 100.000 massa dari berbagai daerah.

“Didalam surat itu tertulis penanggung jawab adalah saudara Bahtiar Nasir dengan mengikutsertakan 100.000 orang,” ujar Boy, Rabu (2/11/2016).

Saat dikonfirmasi siapa saja Ormas yang dipastikan ikut dalam aksi nanti, mantan Kapolda Banten ini enggan menyebut.

Namun Boy menegaskan bahwa dalam surat itu Bahtiar mengatakan aksinya nanti akan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Dalam surat itu tertulis, rute aksi massa akan bergerak ke kantor DPR, Istana Negara dan Masjid Istiqlal.

“Tentu kita melakukan pengawalan, termasuk di lokasi baik itu di Masjid Istiqlal,” tandas Boy.

Boy menghimbau, kepada masyarakat yang datang ke Jakarta untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa agar bisa tertib. Baik tertib berlalu lintas maupun tertib dalam menyampaikan aspirasi.

“Silahkan ikutlah kegiatan unjuk rasa. Yang terpenting menjaga ketertiban bersama,” tutup Boy.

 

 

Kapolri Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian

 

 

 

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Kapolri Tito Karnavian menjamin aparat kepolisian tetap menjaga keberlangsungan demonstrasi nantinya.

Kesiapan pengawalan aksi pun sudah dilakukan polisi, TNI, dan aparat lain hari ini.

Tercatat ada empat ribu personil yang mengikuti apel kesiapsiagaan pengamanan tahap kampanye dalam rangka Pilkada serentak 2017 pagi tadi.

“Di Jakarta ada yang mau berdemonstrasi, tentunya kita persilakan tapi ada aturannya,” kata Kapolri.

Tito menuturkan, ada empat rambu yang harus dipatuhi massa aksi 4 November.

Pertama, massa dilarang mengganggu hak asasi warga yang tidak ikut demonstrasi.

Rambu kedua, demonstran tak boleh mengganggu ketertiban umum.

Kemudian, mereka juga tak boleh melanggar etika dan moral saat menyampaikan pendapat di muka umum.

Terakhir, massa aksi diwajibkan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jadi NKRI tidak boleh diganggu,” tuturnya.

 

 

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Tito Karnavian

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Tito Karnavian

 

 

Pada aksi 4 November nanti, tercatat ada 18 ribu aparat keamanan gabungan yang akan diterjunkan.

Sementara jumlah massa yang akan ikut aksi diperkirakan 100 ribu orang.

Dalam aksi 4 November itu, rencananya ribuan orang dari sejumlah organisasi masyarakat keagamaan akan long march dari Masjid Istiqlal ke Istana Negara dan Gedung DPR.

Mereka ingin menuntut agar dilakukan penegakan hukum terhadap tindakan Ahok yang diduga telah melakukan penistaan agama.

Apa yang bisa saya ulas dari rencana demo ini?

Dari segi aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, hak menyatakan aspirasi dan pendapat memang di jamin.

Yaitu diatur dalam Undang Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Hukum.

Sehingga kalau ada masyarakat yang ingin berunjuk rasa, Undang Undang di negara kita memang memperbolehkan.

Kemudian, Undang Undang juga mengatur bahwa setiap peserta aksi unjuk rasa wajib memberitahukan rencana aksi mereka kepada Pihak Kepolisian.

Dalam hal ini, persyaratan tersebut sudah dipenuhi.

 

 

Kapolri Tito Karnavian berkunjung ke Mako Brimob Kelapa Dua

Kapolri Tito Karnavian berkunjung ke Mako Brimob Kelapa Dua

 

 

 

Kemudian yang harus kita apresiasi adalah inisiatif dari Kapolri Tito untuk datang berkunjung ke Mako Brimob Kepala Dua hari Senin kemarin.

Kapolri mengingatkan pada anggotanya untuk jangan menggunakan peluru tajam.

Ini warning yang sangat baik.

Dan saya mengapresiasi Kapolri.

Sehingga kalau ada yang menyebarkan desas desus bahwa Polri akan memberlakukan tembak di tempat dalam menangani demo 4 November, saya rasa desas desus ini sangat tidak bertanggung jawab.

Tapi ini tetap jadi masukan bagi Polri.

Jangan sampai ada penumpang gelap yang menyusup di balik unjuk rasa.

Aksi damai disusupi agar massa terprovokasi.

Aksi damai dikacaukan pihak ketiga yang sengaja memakai senjata dan peluru tajam (diluar Polri).

Peserta demo juga harus berhati-hati.

Jika ada satu saja yang terluka atau tertembak, dampaknya akan sangat fatal.

Pihak yang ingin menciptakan instabilitas keamanan, utamanya yang punya kepentingan dalam Pilgub DKI, bisa saja bermain agar menguntungkan pihaknya.

Ormas-ormas Islam bertujuan sangat baik dan mulia sebenarnya bahwa kitab suci tak boleh dilecehkan.

Itu sebabnya, aksi demo 4 November mendatang harus dijaga kemurniannya.

Saya sangat yakin bahwa Kapolri Tito Karnavian, Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan dapat melaksanakan tugas mereka mengamankan ibukota, dan Indonesia, dengan seaman-amannya.

 

 

 

Ahok

Ahok

 

 

 

Mari kita pelihara keamanan dan perdamaian di Indonesia.

Demo silahkan demo.

Tapi setelah aksi 4 November, biarlah proses hukum berjalan atas kasus ini.

Dan sebagai umat beragama, Pak Ahok kan sudah minta maaf setulus hati.

Mengapa tidak dimaafkan?

Maafkanlah.  (****)

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: