​Loretta Lynch Dan Peter Kadzik Harus Mundur Karena Mengotori Wibawa Hukum Amerika 

Loretta Lynch and Peter Kadzik

Loretta Lynch and Peter Kadzik

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editpr in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Jumat 4 November 2016 (KATAKAMI) —  Empat hari lagi Pemilu akan dilaksanakan di Amerika Serikat yaitu tanggal 8 November 2016.

Kemarin, Wikileaks merilis bocoran email jilid 28 dari John Podesta.

John Podesta adalah Ketua Tim Kampanye Pencapresan Hillary Clinton yang merupakan Mantan Kepala Staf Gedung Putih di era kepemimpinan Presiden Bill Clinton.

Berdasarkan bocoran email jilid ke 28 kemarin, semakin terang benderanglah misteri apa yang terjadi selama ini mengenai proses hukum yang mandeg terhadap kasus pelanggaran email Hillary Clinton.

Asisten Jaksa Agung Amerika Serikat, Peter Kadzik merupakan Ketua Tim Penyelidikan Kasus Email Hillary Clinton.

Jaksa Agung Amerika Serikat saat ini dijabat oleh Loretta Lynch.

Peter Kadzik adalah Asisten dari Loretta Lynch.

 

 

 

Peter Kadzik

Peter Kadzik

 

 

 

Sejak tahun lalu, Peter Kadzik menjadi Ketua Tim Penyelidikan Kasus Pelanggaran Email Hillary Clinton.

Didalam Tim Penyelidikan inilah terdapat FBI.

Kemarin Wikileaks membocorkan semua email dari dan untuk John Pedesta yang dikirimkan Peter Kadzik.

Jadi apa saja perkembanga  informasi dari internal Kementerian Hukum soal kasus email Hillary, dibocorkan Peter Kadzik kepada John Podesta.

Bahkan saat Hillary selesai menjalani hearing dengan Kongres Amerika untuk membahas Kasus Serangan Benghazi 2012, Wikileaks membocorkan bahwa keesokan harinya Peter Kadzik makan bersama dengan John Podesta.

 

 

John Podesta and Peter Kadzik

John Podesta and Peter Kadzik

 

 

 

Kadzik dan Podesta adalah teman satu sekolah di Georgetown Law pada era tahun 1970.

Ketika Presiden Bill Clinton terseret skandal seks dengan Monica Lewinsky, John Podesta yang merekomendasikan agar Peter Kadzik yang menangani kasus itu.

Di tahun 2001, atas rekomendasi Peter Kadzik jugalah maka Presiden Bill Clinton memberikan pengampunan atau Pardon kepada Marc Rich, seorang buron paling berbahaya.

Beberapa hari lalu, FBI merilia dokumen kasus Marc Rich di tahu  2001 bahwa ternyata telah terjadi dugaan suap dalam bentuk CASH MONEY dari Marc Rich kepada Presiden Clinton.

Peter Kadzik membocorkan semua info dari internal dari kantor Kementerian Hukum kepada John Podesta.

Peter Kadzik juga meminta kepada John Podesta agar anak lelakinya diberi pekerjaan dalam Tim Kampanye Hillary Clinton.

 

 

 

Direktur FBI James Comey berdiri di sebelah kiri

Direktur FBI James Comey berdiri di sebelah kiri

 

 

 

Apa yang bisa saya ulas dari busuknya kolusi dan permufakatan jahat antara Peter Kadzik dan John Podesta ini?

Singkat saja, Jaksa Agung Loretta Lynch dan Peter Kadzik harus segera mundur dari jabatan mereka dalam waktu yang secepatnya.

Kebusukan dan permufakatan jahat Peter Kadzik selama ini telah merobek-robek wibawa dan nama baik FBI.

Publik hanya tahu bahwa FBI lah yang sedang menyelidiki kasus email Hillary Clinton.

Maka ketika beberapa bulan lalu FBI mengumumkan bahwa tidak ada alasan untuk melanjutkan proses hukum dalam kasus pelanggaran email Hillary Clinton, rakyat Amerika menghujat FBI.

 

 

 

 

FBI Director James Comey

FBI Director James Comey

 

 

 

Tak cuma itu, Direktur FBI James Comey difitnah habis-habisan dan dicaci maki sangat sadis di media sosial.

James Comey hanya diam saat dirinya difitnah begitu keji.

Saya pribadi karena sudah mengikuti semua pemberitaan tentang perpolitikan Amerika, khususnya sejak tahun lalu menjelang Pilpres 2016, dari awal saya sangat yakin FBI tidak bersalah.

Apalagi Direkturnya yaitu James Comey.

Bukan berarti karena dia diam maka dia menyimpan kebusukan.

Sejak awal saya punya naluri dan insting yang sangat kuat bahwa FBI tidak bersalah.

Terutama Direkturnya.

Bukan saya membela FBI secara sepihak.

Tapi terlihat kok dengan jelas bahwa FBI sudah dengan sangat hebat mengerjakan apa yang memang menjadi tugas mereka dengan profesional.

Selama ini caci maki sangat kasar ditumpahkan rakyat Amerika kepada James Comey dan FBI karena dianggap tidak profesional menangani kasus email Hillary Clinton.

Sebab rakyat Amerika berpikir bahwa FBI yang tidak becus dan brengsek kerjanya.

Kini tabir rahasia itu tersingkap.

Ternyata biang keroknya bernama “Stupid Asshole” Peter Kadzik.

Mafia hukum bermental sampah yang menjabat sebagai Asisten Jaksa Agung Loretta Lynch.

Mafia sontoloyo ini yang menjadi Ketua Tim Investigasi Kasus Email Hillary.

Ia yang melarang dan menekan FBI agar jangan melanjutkan kasus email Hillary Clinton.

Maka singkat saja.

Baik Loretta Lynch, maupun Peter Kadzik harus mundur dari jabatan mereka.

Bahkan tak cukup cuma berhenti disitu.

Peter Kadzik harus ditangkap dan dipenjara.

Kalau keduanya masih bertahan pada jabatannya, betapa malunya hukum di Amerika Serikat.

Pejabat yang bejat, apalagi bekerja sebagai aparat penegak hukum, tapi sengaja melanggar hukum maka orang seperti ini pantas dihukum mati. (*****)

 
MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: