​Wikileaks Memberikan Jawaban Tentang Misteri Serangan Benghazi 2012

Hillary Clinton

Hillary Clinton

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Rabu 9 November 2016 (KATAKAMI) —- Barangkali hanya saya satu-satunya jurnalis di dunia yang sangat gencar menyorot dan mengulas tentang Serangan Benghazi 2012.

Serangan Benghazi 2012 adalah saat ratusan teroris menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Markas Perwakilan CIA di Benghazi pada tanggal 11 September 2012.

 

 

 

 

 

 

4 Orang Amerika tewas terbunuh dalam serangan itu yaitu:

1. Duta Besar Chris Stevens

2. Sean Smith (Veteran US Air Force yang bekerja sebagai diplomat di bidang Informasi)

3. Glen Doherty, US NAVY SEAL

4. Tyrone Woods, US NAVY SEAL

 

 

Ada 3 orang tentara yang selamat dari serangan teroris ini yaitu Mark Geist (Oz panggilannya), John Tiehen (Tig panggilannya) dan Kris Paronto (Tanto panggilannya).

Latar belakang ketiga tentara ini juga sama yaitu Marine / US NAVY SEAL.

Mereka dipekerjakan oleh CIA untuk menjadi pasukan keamanan bagi para diplomat dan kantor-kantor perwakilan Amerika Serikat di Benghazi.

Ketiga tentara yang selamat tadi membuat film tentang Serangan Benghazi yang diberi judul:

13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi.

Film ini sudah beredar di seluruh bioskop di Amerika Serikat sejak Januari 2016.

Dan ditayangkan serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada bulan Maret 2016.

Ini adalah film yang memuat kisah nyata tentang Serangan Benghazi 2012 tadi.

Saya sendiri baru tahu ada film ini pada bulan Juli lalu.

Terlambat 4 bulan saya mengetahui dan menonton film ini.

 

 

 

Film 13 Hours: Sepulang dari pertemuan dengan Pemimpin Lokal Benghazi, Duta Besar Chris Stevens duduk di tepi kolam renang untuk menuliskan pengalamannya pada hari itu di buku hariannya. Tetapi pada penjaga lokal (warga negara Libya) sudah terlihat memotret kediaman Duta Besar dari sisi atas kolam renang

Film 13 Hours: Sepulang dari pertemuan dengan Pemimpin Lokal Benghazi, Duta Besar Chris Stevens duduk di tepi kolam renang untuk menuliskan pengalamannya pada hari itu di buku hariannya. Tetapi pada penjaga lokal (warga negara Libya) sudah terlihat memotret kediaman Duta Besar dari sisi atas kolam renang

 

 

Setelah berulang kali menyaksikan film ini, kesimpulan dan analisa saya hanya 1 bahwa ada unsur kesengajaan dari Pihak Penjaga lokal di Kedutaan Besar agar ratusan teroris bisa masuk melakukan serangan, termasuk pembakaran.

Beberapa orang penjaga lokal kedutaan (orang-orang lokal setempat), sibuk memotret Duta Besar Chris Stevens yang sedang duduk di pinggir kolam renang untuk menulis buku harian tentang apa yang dilakukannya hari itu.

Dari arah atas, sejumlah penjaga lokal kedutaan memotret ke arah Duta Besar Chris Stevens tanpa izin.

Lalu pada sore hari dimana dilakukan jam pergantian jaga di gerbang utama, penjaga lokal sengaja tidak mengunci gerbang dari arah dalam.

Dibukanya denhan sengaja gerbang inilah, yang menjadi awal malapetaka seban ratusan terorias justru dipersilahkan masuk.

Dan, diatur agar ratusan teroris itu masuk, setelah Pasukan Keamanan Amerika Serikat yang terjadi tentara-tentara Marine / US NAVY SEAL kembali ke Markas CIA.

Ketika itu Hillary Clinton yang menjabat sebagau Menlu.

Sudah sejak awal, Duta Besar Chris Stevens meminta kepada State Department (Kementerian Luar Negeri yang dipimpin Hillary Clinton) agar Pasukan Keamanan dari Amerika yang menjaga Kedutaan.

Chris Stevens juga meminta agar disatukan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan Markas CIA agar lebih mudah berkoordinasi dan semua terjaga dengan baik jika ada tentara-tentara Amerika.

Tapi semua permintaan itu ditolak Hillary.

Markas CIA berbeda gedung dan terletak lumayan jauh dari Kedutaan.

 

 

 

 

 

 

Dan kini, Wikileaks membuka rahasia yang paling mengerikan.

Bahwa para penjaga lokal di Kedutaan Besar Amerika adalah pegawai-pegawai di bidang keamanan yang direkrut khusus oleh State Department atau Kementerian Luar Negeri.

Dan pada penjaga lokal itu adalah mata rantai dari anak organisasi Al Qaeda.

Wikileaks jugalah yang membuka rahasia email dari pada staf kepercayaan Hillary Clinton yaitu Huma Abedin dan Cheryk Mills yang mengolok-olok Tragedi Benghazi.

Bahkan 2 bulan sebelum Serangan Benghazi terjadi, Cheryl Mills mengatakan bahwa tentara-tentara Amerika yang bertugas di Benghazi adalah tentara idiot yang layak untuk mati dibunuh.

Hillary menolak pasukan keamanan di Kedutaan terdiri dari Militer Amerika. Dan justru merekrut penjaga keamanan lokal dari warga setempat yang ternyata diambil dari anak organisasi Al Qaeda.

 

 

 

Film 13 Hours: Puluhan Staf Kedutaan dan Staf CIA di evakuasi dan ditolong oleh para loyalis Muammar Gaddafi untuk dibawa ke bandara. Kemudian diterbangkan untuk pulang ke Amerika Serikat

Film 13 Hours: Puluhan Staf Kedutaan dan Staf CIA di evakuasi dan ditolong oleh para loyalis Muammar Gaddafi untuk dibawa ke bandara. Kemudian diterbangkan untuk pulang ke Amerika Serikat

 

 

 

Dan ketika ratusan teroris itu sudah rampung melakukan serangan dan membunuh Chris Stevens dan Sean Smith, yang justru menyelamatkan warga Amerika (termasuk semua tentara, Staf Kedutaan dan Staf CIA), adslah simpatisan dan loyalis Muammar Gaddafi.

Al Qaeda berseberangan dengan Para Simpatisan Muammar Gaddafi.

Begitu tahu bahwa Amerika diserang, simpatisan dan loyalis Muammar Gaddafi yang bersedia menyelamatkan yaitu mengevakuasi ke Bandara.

Sekarang saya baru paham.

Mengapa militer di Amerika, masih sangat terluka hati mereka terhadap apa yang terjadi di Benghazi.

Mereka tidak terima rekan-rekan mereka mati terbunuh di Benghazi.

Wikileaks membuka misteri tentang apa yang sebenarnya terjadi di Benghazi.

Ulasan dan prediksi saya tidak salah bahwa ada unsur kesengajaan agar ke 4 orang Amerika itu memang harus mati terbunuh.

Catatan sejarah yang seperti ini sungguh sangat menyedihkan. (****)

 

 

 
MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: