Si Gemblung Valerie Jarrett Ingin Direktur FBI James Comey Dipecat

Valerie Jarrett

Valerie Jarrett

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Kamis 10 November 2016 (KATAKAMI) — Baru hitungan jam Pemilu di Amerika Serikat selesai dilaksanakan.

White House sudah bergerak maju dengan rencana terbaru memecat Direktur FBI James Comey karena dianggap mengintervensi Pemilu.

Penasehat utama Preside  Obama yaitu Valerie Jarrett yang dikabarkan getol mendesak agar Direktur Comey dipecat.

Latar belakang pemecatan ini disebut-sebut karena Direktur FBI James Comey mengirim surat kepada Kongres Amerika seminggu sebelum Pemilu untuk mengabarkan bahwa FBI membuka kembali kasus email Hillary Clinton.

Kasus email dibuka kembali karena FBI menemukan 650 ribu email milik Hillary Clinton didalam laptop Anthony Weiner, suami dari Huma Abedin (pembantu utama yang sangat dipercaya Hillary Clinton).

 

 

Huma Abedin, Anthony Weiner and Hillary Clinton

Huma Abedin, Anthony Weiner and Hillary Clinton

 

 

 

FBI sedang menyelidiki kasus skandal seks Anthony Weiner yang gemar mengirim foto mesumnya yaitu foto saat penisnya mengalami ereksi.

Lalu foto mesum model begitu dikirim kepada para wanita disertai pesan mesum.

Kasus skandal seks Anthony Weiner inilah yang sedang diperiksa FBI. Ternyata didalam laptop Anthony Weiner terdapat 650 ribu email berkonten classified dan top secret milik Hillary Clinton.

Baru seminggu kirim surat ke Kongres, ternyata Direktur FBI mengirimkan surat kedua kepada Kongres bahwa kasus email Hillary Clinton ditutup karema tidak ditemukan kesalahan atau pelanggaran apapun.

Surat kedua dari Direktur FBI dikirimkan 2 hari sebelum Pemilu diselenggarakan.

Kini, setelah Pemilu baru saja selesai dilaksanakan, orang pertama yang mau dikorbankam White House adalah Direktur FBI.

 

 

 

 

 

 

Apa yang bisa saya ulas?

Sederhana saja bahwa Presiden Barack Obama dan White House, utamanya Valerie Jarrett tak siap untuk kehilangan pekerjaan mereka di White House.

Mereka terkesan gamang.

Galau karena akan jobless.

Sehingga akibatnya, Obama dan para pembantunya larut dalam euforia mengacak-acak.

Seolah mendukung Hillary Clinton dan siap membantu kemenangan Hillary.

Tapi di lain pihak yaitu dari belakang layar justru mempermalukan Hillary dengan semua cara.

Kemudian, mencoba menggembosi  dan mempermalujan Donald Trump. Syukur-syukur bisa mengaggalkan kemenangan Donald Trump.

 

 

 

 

Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, Direktur DNIJames Clapper dan Direktur NSA Michael S. Rogers

Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, Direktur DNIJames Clapper dan Direktur NSA Michael S. Rogers

 

 

 

Inilah beberapa institusi yang memiliki kemampuan, integritas dan profesionalisme sangat hebat di Amerika yaitu:

FBI, CIA, NSA dan Pentagon (yang membawahi semua kekuatan militer).

Dari ke empat institusi ini, hanya FBI yang bersentuhan langsung diantaranya mengenai penegakan hukum di bidang kriminal dan penanganan korupsi.

Catatan terhadap semua kasus kriminal atau pelanggaran hukum ada di FBI.

Sejak awal, FBI seolah dijadikan alat mainan oleh Obama.

Dan cara Obama mempermainkan adalah dengan menekan Direktur FBI.

Sebagai bawahan, apapun perintah Presiden, harus dilaksanakan Direktur FBI.

Direktur FBI wajib tunduk pada Presiden.

Itulah yang terjadi beberapa bulan belakangan ini terjadap FBI dalam kasus email yang menimpa Hillary Clinton.

 

 

 

Direktur FBI James Comey

Direktur FBI James Comey

 

 

 

Nyata-nyata Hillary bersalah, sejak bulan Juli Obama melarang FBI menjerat Hillary.

Tidak dijerat sesuai ketentuan hukum tapi dipermalukan.

Tiga bulan, kerja Obama hanya mengacak-acak FBI.

Hingga akhirnya, seminggu sebelum pemilu FBI disuruh mengirim surat ke Kongres bahwa kasus email Hillary dibuka kembali.

Obama ingin membuat Pihak Partai Republik senang dan mendapat harapan bahwa Hillary tampaknya akan ditangkap.

Tapi begitu mendekati Pemilu yaitu H minus 2, Direktur FBI disuruh kirim surat lagi ke Kongres bahwa kasus ditutup.

Obama ingin membuat kehebohan bahwa seolah Obama menyelamatkan Hillary detik-detik menjelang pemilu.

Sentral dari kekisruhan ini adalah Obama.

Kearoganan Obama adalah menganggap seolah FBI ini adalah kacung tak berharga, tak berwibawa dan hanya layak diperbudak semau-maunya.

Dan jika Hillary hendak dimenangkan kemarin, maka satu-satunya institusi yang diduga bisa dikerahkan untuk mencurangi Pemilu adalah FBI.

Kalau teori diatas benar maka dengan kalahnya Hillary kemarin secara telak, ini membuktikan bahwa FBI tidak mau merusak proses pemilu dengan melakukan kecurangan dan kejahatan politik yang dapat berimbas mengalahkan Donald Trump.

Akibat Hillary kalah dan Donald Trump yang menang, White House (utamanya si gemblung Valerie Jarrett) naik pitam dan ingin segera mencari kambing hitam.

Tidak tanggung-tanggung, yang mau disosor adalah Direktur FBI.

 

 

 

 

 

 

Lihatlah prediksi yang sudah dibuat sehari sebelum pemilu.

Harusnya Hillary akan dimenangkan dengan angka kemenangan electoral 332.

Untuk bisa menang, capres harus meraih angka kemenangan electoral 270 saja.

Sehari sebelum Pemilu, sudah direncanakan Hillary menang dengan angka electoral 332 dan Donald akan dikalahkan dengan angka electoral 206.

Pada hari Pemilu, hampir di semua negara bagian, mesin suara rusak karena jika apapun dan siapapun capres yang dipilih, hasilnya akan sama yaitu otomatis terpencet ke nama Hillary Clinton.

Lalu, banyak kertas suara yang memilih Donald Trump hilang. Bahkan yang hilang mencapai puluhan ribu.

Selanjutnya, ribuan militer tidak dikirimi kertas suara agar mereka tidak bisa memilih Donald Trump.

Khusus di Colorado, sistem IT disana mendadak down atau rusak disaat pemilu berlangsung. Dan setelah dipulihnya, Hillary Clinton dinyatakan menang di Colorado.

 

 

 

Donald Trump menang mutlak di sejumlah swing states

Donald Trump menang mutlak di sejumlah swing states

 

 

 

Hasil Pilpresnya bagaimana?

Donald Trump tetap menang mutlak dengan angka kemenangan electoral 276.

Enam poin lebih banyak dari angka yang disyaratkan untuk bisa menang yaitu 270.

Hillary tertinggal jauh dibawah.

Sia-sia upaya Obama, White House, Partai Demokrat dan Pihak Hillary Clinton yang hendak mencurangi Pemilu.

Antusiasme dan kecintaan dari mayoritas rakyat Amerika terhadap Donald Trump tak bisa lagi dibendung.

Kalau tidak dicurangi, saya memprediksi Donald Trump bisa meraih angka kemenangan electoral 450.

Semua swing states dimungkinkan untuk dimenangkan Donald Trump, terutama Florida dan Ohio.

Inilah yang dimaksud bahwa manusia boleh berencana tapi Tuhan yang menentukan.

 

 

 

 

 

Jika karena kemenangan Donald Trump ini maka Direktur FBI mau dipecat, komentar saya cuma 1 bahwa Valerrie Jarret memang manusia gemblung.

Super gemblung.

Inilah perempuan sangat gila yang tega melarang Pasukan Keamanan Amerika menolong Duta Besar Amerika Serikat Chris Stevens dan Sean Smith saat ratusan teroris menyerang Kedubes Amerika di Benghazi tanggal 11 September 2011.

Valerie memerintahkan CIA untuk “Stand Down“.

Tidak ada yang boleh menolong ke arah Kedubes Amerika saat teroris mulai membakari dan menembaki Kedutaan.

 

 

 

 

 

Yang terpenting sekarang adalah Obama harus ingat bahwa sekarang sudah ada PRESIDEN TERPILIH yaitu Donald Trump.

Presiden yang baru akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2017.

Sampai nanti Donald Trump resmi dilantik, Obama sudah tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan memecati para pejabatnya.

FBI, CIA, NSA dan institusi lainnya di Amerika, harus tetap bekerja seperti biasa dan tidak dibenarkan ada pergantian pimpinan.

Semua harus diam ditempat dan tetap bekerja dengan baik dan profesional.

Yang berhak mengganti para pimpinan dari institusi-institusi tadi adalah Presiden yang baru.

Bukan Obama lagi.

Tahu diri dong !

Para pimpinan institusi tadi dibutuhkan dalam masa transisi yaitu perpindahan kekuasaan dan jabatan dari Obama kepada Donald Trump.

Pergantian pimpinan yang dipaksakan semau mau para pejabat White House saat ini hanya berpontensi menimbulkan guncangan.

Cukuplah Obama merusak dan mempermainkan FBI selama berbulan-bulan terakhir ini.

Di dalam internal FBI sudah terjadi perang batin dan ketidak-puasaan.

Sebab kasus email Hillary yang harusnya berlanjut ke tahap berikutnya malah dihadang oleh White House.

 

 

 

Valerie Jarrett

Valerie Jarrett

 

 

 

Jadi, tidak boleh ada pergantian Direktur FBI sampai Presiden terpilih resmi dilantik.

Valerie Jarrett lebih baik menutup mulutnya rapat-rapat.

Dan banyak berdoa agar jangan masuk penjara karena perintah “Stand Down” di Benghazi.

Bukan Direktur FBI yang harus dipecat sekarang-sekarang ini tapi Valerie Jarrett yang harus digampari oleh US AIR FORCE, US NAVY SEAL dan CIA.

Dasar gemblung.

Shut your fucking mouth, Stupid. (****)

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: