​Mengapresiasi Kapolri Yang Mencopot Direktur Narkoba Bareskrim Yang Oon 

Kapolri Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Senin 14 November 2016 (KATAKAMI) — Setelah sekian lama saya mengkritik salah satu keputusan paling ngawur saat Komjen Budi Gunawan menjadi Wakapolri, hari ini terjadi pergeseran di dalam organisasi Bareskrim Polri.

Keputusan paling ngawur itu adalah mengangkat Brigjen Dharma Pongrekun sebagai Direktur Narkoba Bareskrim.

Tak pernah samasekali bertugas di bidang narkoba.

Tiba-tiba diangkat oleh Budi Gunawan menjadi Direktur Narkoba Bareskrim.

Dan ternyata memang terbukti bahwa Dharma Pongrekun tak bisa apa-apa.

Ia hanya jadi bahan cemooh dan ditertawakan oleh para seniornya di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selain tak bisa kerja di bidang narkoba, kalangan internalnya di dalam Dit Narkoba pun membocorkan ke BNN tentang bagaimana amburadulnya kinerja dan kedisiplinan Dharma Pongrekun.

 

 

 

Dharma Pongrekun

Dharma Pongrekun

 

 

 

Dua bulan lalu kalau tidak salah, Dharma ikut pecicilan seperti setrikaan rusak bolak balik dari lantai bawah ke lantai atas di Mabes Polri.

Ia dan mentor utamanya yaitu Wakabareskrim Irjen Antam Novambar (kubu Budi Gunawan), naik turun naik turun ngekor ke ruangan Wakapolri saat Kepala BIN Budi Gunawan bertamu.

Budi Gunawan yang tidak tahu diri, bertamu selama berjam-jam.

Dan para kurcacinya yaitu Antam Novambar dan Dharma Pongrekun, ngekor kemanapun Budi Gunawan melangkah.

Silahkan membuat kelompok eksklusif dalam internal Polri.

Asal kerjanya benar.

Sayangnya, mereka kerjanya tidak benar.

Terutama Dharma Pongrekun.

Dipindah menjadi Karo Renmin Bareskrim pun tidak akan ada gunanya.

Lebih baik dipindah dan dialih-tugaskan ke BIN agar bersatu dengan induknya.

 

 

 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

 

 

 

Menutup tulisan ini, saya apresiasi keputusan Kapolri yang sangat amat tegas dan tepat sekali.

Siapa saja yang tidak bisa kerja dan tidak punya prestasi, singkirkan saja.

Jangan sok kubu-kubuan di Polri.

Jangan sok merasa jadi orangnya BG.

Minggat sana ke BIN, kalau mau sok eksklusif-eksklusifan.

Kerja tidak benar.

Datang ke kantor siang.

Malamnya kongkow di bar hingga dinihari.

Tapi prestasi tidak ada.

Bikin malu.

Memang pantas lu dicopot.

Dan jadikan pelajaran, jangan sok tahu urusan politik negara lain.

Sok mau jadi kaki tangan capres di negara lain yang merasa sangat butuh menguasai seorang jurnalis Indonesia yang dianggap sangat berkemampuan tinggi menulis.

Ternyata kalah dalam Pilpres.

Kasihan deh lo.

Sama-sama tumbang rupanya.

Inga inga, Bakmi Naga.

Lissoi. Lissoi. Lissoi.
(****)

 

 

 

 

 

MS

Advertisements

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: