​Esprit de corps, Pungli Brotoseno, Tabik Kapolri Tito Dan Kadiv Propram Idham Azis

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Jumat 18 November 2016 (KATAKAMI) —- Hampir 3 bukan menjadi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian telah melakukan sejumlah prestasi besar.

Satu persatu anak buah yang tidak beres, disikat habis oleh Kapolri.

Dan untuk bisa melakukan itu, Kapolri harus punya Kadiv Propam yang hebat.

Maka ketika Kapolri Tito menunjuk Irjen Idham Azis sebagai Kadiv Propam Polri, saya sebagai salah seorang wartawati senior di lingkungan Polri, sudah menduga dan sangat yakin bahwa Idham Azis akan menjadi salah seorang tangan kanan Kapolri dalam melakukan pembersihan didalam internal Polri guna neningkatkan profesionalisme.

Saya ambil contoh saat Direktur Narkoba di Polda Bali terbukti melakukan pemerasan, Kapolri langsung mencopot.

Kemudian pembenahan di jajaran narkoba juga berlanjut.

Pekan lalu Direktur Narkoba Bareskrim juga dimutasi menjadi Karo Renmin Bareskrim. Mutasi ini memang pantas dilakukan sebagai Brigjen Dharma Pongrekun tidak pernah bertugas di bidang narkoba dan tidak punya pengalaman samasekali menangani narkoba.

Ketegasan Kapolri juga berlaku bagi bekas anak buahnya saat Tito menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya yaitu Kombes Krishna Murti. Krishna yang baru 2 bulan menjabat sebagai Wakapolda Lampung, ditarik ke Jakarta. Alasan Polri adalah agar Krishna sapat membantu penyelenggaraan Konferensi Interpol ke 85 di Bali. Tapi sebenarnya karena Krishna tersandung kasus.

 

 

 

AKBP Brotoseno

AKBP Brotoseno

 

 

 

Kini yang terbaru adalah penangkapan terhadap Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Dit Tipikor Bareskrim, AKBP Brotoseno.

Brotoseno ditangkap Divisi Propam Polri dengan barang bukti uang tunai Rp. 3 Miliar.

Irjen Idham Azis yang memimpin langsung penangkapan itu.

Dan setahu saya, penangkapan tersebut, harus berdasarkan perintah langsung dari Kapolri.

 

 

Irjen Idham Azis

Irjen Idham Azis

 

 

 

Berdasarkan pemberitaan RIMANEWS, AKBP Brotoseno selaku (Kanit) di Subdit III Tipidkor ditahan terpisah dengan tiga tersangka suap lainnya, Kompol DSY, LMB dan HAH.

Lewat keterangan tertulisnya kepada Rimanews, hari ini, Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Idham Aziz, mengatakan Brotoseno ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

“Kompol DSY ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, HAH dan LMB ditahan di Rutan Mako Korp Brimob, Kelapa Dua Depok,” kata Idham.

Informasi yang diperoleh Rimanews, HAH berprofesi sebagai pengacara dan LMB merupakan politikus PAN. Suap yang melibatkan keempatnya diduga terkait perkara cetak sawah, di Ketapang, Kalimantan Barat.

Program cetak sawah itu merugikan negara Rp317 miliar. Bareskrim Polri telah menetapkan Direktur PT Ang Hyang Seri, Upik Rosalina Wasrin sebagai tersangka sejak Juli 2015 lalu.

Dalam kasus itu, Upik menjadi Ketua Tim Kerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang kala itu dipimpin Dahlan Iskan.

Diduga suap itu untuk menghambat penyidikan dengan memperlambat pemeriksaan Dahlan.

Polisi menyita barang bukti uang dengan total Rp2,99 miliar.

 

 

Kapolri Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian

 

 

 

 

Apa yang bisa saya ulas?

Singkat saja.

Kapolri Tito bertangan besi dan bermental baja untuk membersihkan institusi Polri.

Semua itu demi profesionalisme, citra dan kehormatan Polri.

Esprit de corps atau loyalitas serta kebanggaan pada KORPS tidak diwujudkan Kapolri dengan cara menutup-nutupi aib, kesalahan dan pelanggaran anggota-anggota Polri.

Justru sebaliknya.

Karena Kapolri sangat mencintai Polri.

Karena Kapolri sangat bangga pada Polri.

Karena Kapolri sangat loyal pada Polri.

Maka anggota yang bersalah, apalagi yang korupsi, jangan dilindungi.

Secara kebetulan, saat ini Kadiv Propam Polri dijabat oleh seorang polisi yang juga bertangan besi dan bermental baja yaitu Irjen Idham Azis.

Maka kini kita dengar kabar bahwa Brotoseno sudah digelandang ke penjara.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana selanjutnya?

Kapolri dan Kadiv Propam jangan berhenti hanya sampai disini.

Periksa dan bersihkan semua Bareskrim.

Sampai tuntas ke akar-akarnya, Bareskrim harus dibersihkan.

Kalau perlu dicopot pimpinan-pimpinannya.

Sejak kapan kasus ini ditangani?

Siapa saja Kabareskrim dan Wakabareskrim yang menjabat sepanjang kasus ini ditangani Bareskrim?

Semua harus didalami.

Menutup tulisan ini, salut dan hormat setinggi-tingginya pada Kapolri Tito.

Dan kepada Kadiv Propam Irjen Idham Azis.

TABIK JENDERAL, KALIAN HEBAT !!! (****)

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: