​Antara Benghazi Dan Mike Pompeo Boss Baru CIA Di Era Donald Trump 

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

 

Jakarta, Sabtu 19 November 2016 (KATAKAMI) —- Persis di hari Jumat tanggal 18 November 2016, Presiden Terpilih Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk memilih Mike Pompeo sebagai Direktur CIA yang baru guna menggantikan John Brennan.

Mike Pompeo adalah Anggota House Representative Amerika Serikat dari Negara Bagian Kansas.

Nama lengkapnya adalah MICHAEL RICHARD POMPEO.

Nama panggilannya Mike.

Maka ia akan menjadi orang kedua dalam pemerintahan Donald Trump bernama Michael dan memiliki nama panggilan Mike.

Orang pertama bernama Michael dan dipanggil Mike adalah Wakil Presiden Terpilih Michael “Mike” Pence.

Dan ada 2 orang lagi di era Donald Trump ini yang namanya Michael atau Mike yaitu:

Jenderal Michael Flynn yang ditunjuk sebagai Penasehat Keamanan Nasional.

Lalu ada Mike Huckabee yang ditunjuk sebagai Duta Besar Amerika untuk Israel.

Mike Pompeo yang akan menjadi Direktur CIA ini, kelahiran tanggal 30 Desember 1963.

Bulan depan ia akan berulangtahun ke 54.

 

 

 

 

 

 

Ia menyatakan siap melaksanakan tugas barunya sebagai Direktur CIA.

Di akun twitternya, Mike menuliskan seperti ini:

I am honored and humbled to accept the President-elect’s nomination to lead the CIA . 

 

Apa yang bisa saya ulas dari penunjukan Mike Pompeo sebagai Direktur CIA yang baru?

Mike adalah orang yang paling kritis mengecam Presiden Barack Obama yang tidak menghargai militer di Amerika Serikat.

Satu kasus yang sangat dikecam Mike Pompeo adalah saat Presiden Obama memecat Komandan Perang Amerika Serikat di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal pada tahun 2010.

Jenderal McChrystal mengkritik kepemimpinan Presiden Obama sebagai Panglima Tertinggi atau Commander in Chief.

Sebab Jenderal McChrystal dipanggil datang dari Afghanistan ke White House. Sebagai Komandan Perang, ia ingin melaporkan perkembangan di lapangan sebab Presiden Obama adalah Panglima Tertinggi.

 

 

 

 

 

Presiden Obama tidak bersedia mendengar laporan Jenderal McChryatal tapi malah mengajak foto bersama sambil ketawa cengengesan.

Jenderal McChrystal menyebut Presiden Obama dan Wapres Joe Biden seperti BADUT.

Jenderal McChrystal juga mengatakan bahwa Presiden Obama sama sekali tidak tahu apa-apa tentang perang tapi sok tahu.

Komentar tentang badut ini dimuat di Majalah The Rolling Stones.

Tak lama setelah membaca majalah itu, Presiden Obama memecat Jenderal McChrystal.

Tapi kalau tidak salah setahun kemudian, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (PENTAGON) mengumumkan bahwa Jenderal Stanley McChrystal samasekali TIDAK BERSALAH terkait wawancaranya dengan Majalah The Rolling Stones.

Nah, Mike Pompeo, di tahun 2010 itu, termasuk dalam barisan yang mengecam arogansi Presiden Obama yang tidak punya respek kepada MILITER di Amerika Serikat.

Menurut Mike Pompeo, sangat tidak pantas seorang COMMANDER IN CHIEF memperlakukan dengan buruk para jenderal dan pasukan militer Amerika yang sedang bertugas di medan perang.

Tak cuma Mike Pompeo yang pernah mengkritik Obama.

Kelakuan buruk Obama yang tidak pernah menghargai militernya juga pernah dikritik Mantan Menteri Pertahanan Robert Gates dalam buku memoarnya.

Menurut Robert Gates, Obama tidak pernah mau mempercayai para jenderal di Pentagon dan tidak bisa di beri saran apapun dari kalangan militernya.

 

 

 

 

Mike Pompeo

Mike Pompeo

 

 

Sekarang kembali ke soal Boss baru CIA.

Apa lagi yang menarik untuk diulas tentang Mike Pompeo?

Mike adalah salah seorang anggota Komite Benghazi di House Representative Kongres Amerika.

Komite ini dibentuk Kongres Amerika Serikat untuk menyelidiki dan menginvestigasi Serangan di Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Markas Perwakilan CIA di Benghazi, Libya, pada tanggal 11 September 2012.

Dua Pasukan Keamanan dari Pihak CIA tewas terbunuh yaitu Glen Doherty dan Tyrone Woods. Kedua mereka ini berasal dari US NAVY SEAL.

Sebenarnya ada 4 yang tewas.

Tapi yang 2 lainnya dari Pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yaitu Duta Besar Chris Stevens dan Sean Smith.

Ketika itu yang menjadi Menlu adalah Hillary Clinton.

Saat Komite Benghazi menyelidiki Serangan Benghazi 2012, disitulah terbuka rahasia CIA bahwa Dinas Rahasia ini mempekerjakan sejumlah tentara yang sangat hebat menjadi Pasukan Keamanan untuk melindungi Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Markas CIA di Benghazi.

 

 

 

 

 

 

Sejumlah tentara yang di rekrut CIA itu berasal dari US NAVY SEAL / Marine.

Keberadaan Pasukan Keamanan ini sangat dirahasiakan CIA.

Belakangan baru ketahuan dari bocoran Wikileaks, Hillary Clinton justru tidak mengizinkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Benghazi dilindungi Pasukan Keamanan yang disediakan CIA.

Padahal menurut Wikileaks, Duta Besar Chris Stevens sudah berulang kali meminta izin pada Hillary Clinton agar CIA yang melindungi mereka.

Duta Besar Chris Stevens juga meminta kepada Hillary sebagai Menlu agar kantor Kedutaan digabung dengam Markas CIA di Benghazi.

Tapi Hillary Clinton tidak mengizinkan.

Hillary malah merekrut penjaga kedutaan dari anak organisasi Al Qaeda di Benghazi.

Akhirnya seperti yang terjadi pada tanggal 11 September 2012, penjaga-penjaga lokal Kedutaan dari Jaringan Al Qaeda inilah yang memasukkan ratusan teroris ke dalam halaman Kedutaan disaat jam pergantian jaga.

Pintu gerbang sengaja mereka buka agar ratusan teroris itu bisa masuk.

Tapi semua itu dilakukan para penjaga lokal Kedutaan setelah Pasukan Keamanan Amerika Serikat sudah kembali ke Markas CIA.

 

 

 

Valerie Jarrett

Valerie Jarrett

 

 

 

Saat teroris menyerang Kedutaan, Presiden Obama didampingi penasehat utamanya yaitu Valerie Jarrett menyaksikan langsung LIVE STREAMING dari White House.

Ada video yang mengabadikan saat Obama menyaksikan langsung proses pembunuhan terhadap Duta Besar Chris Stevens dan Sean Smith di Benghazi.

Valerie Jarrett atas nama Presiden Obama memberikan perintah STAND DOWN kepada CIA di Benghazi.

Obama melalui Valerie Jarrett melarang Pasukan-Pasukan Keamanan CIA memberikan pertolongan ke Kedutaan Besar.

Ternyata selesai menyerang Kedutaan, ratusan teroris itu bergerak ke arah Markas CIA dan melakukan serangan membabi buta.

Akhirnya 4 orang Amerika tewas yaitu:

Duta Besar Chris Stevens

Sean Smith

Glen Doherty

Tyrone Woods

 

 

 

Kris Paronto, John Tiegen dan Mark Geist

Kris Paronto, John Tiegen dan Mark Geist

 

 

 

 

Dari sejumlah Pasukan Keamanan yang direkrut CIA di Benghazi, 3 diantaranya berhasil selamat dan bertahan hidup yaitu Mark Geist, John Tiegen dan Kris Paronto.

Mereka bertiga inilah yang memotori dibuatnya sebuah film yang merupakan kisah nyata Serangan Benghazi 2012.

Film itu berjudul: 13 Hours, The Secret Soldiers of Benghazi.

Film ini dirilis tahun 2016 dan sudah diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada bulan Maret 2016.

Mengapa diberi judul 13 Hours?

Karena selama 13 jam mereka berperang melawan ratusan teroris tanpa diberi bantuan pasukan tambahan.

Hillary Clinton tidak bersedia dihubungi saat Kedutaan Amerika di Benghazi meminta pertolongan.

Sementara Obama asyik menonton serangan itu dari White House.

 

 

 

Donald Trump

Donald Trump

 

 

Yang menarik disimak adalah Donald Trump sungguh memahami luka batin CIA karena 2 orang Pasukan Keamanannya mati dibunuh di Benghazi tahun 2012.

Donald Trump memilih Mike Pompeo sebagai Direktur CIA yang baru karena dinilai sangat paham tentang Serangan Benghazi 2012.

Donald Trump ternyata tahu bahwa Serangan Benghazi adalah sebuah luka lama yang akan tetap dikenang oleh CIA sampai kapanpun.

Donald Trump memahami bahwa CIA tetap merasa sangat kehilangan dan berduka luar biasa atas terbunuhnya 2 Pasukan Keamanan mereka di Benghazi yaitu Glen Doherty dan Tyrone Woods.

Mike Pompeo adalah orang yang tepat untuk menjadi Pimpinan Baru di CIA.

Setidaknya, CIA akan merasa nyaman dipimpin oleh seseorang yang sungguh akan sangat dapat menghargai kerja keras dan kerja hebat dari CIA.

Menutup tulisan ini, Boss baru CIA siap bertugas memimpin sebuah dinas rahasia di era baru pemerintahan.

Boss baru itu bernama Michael Richard Pompeo.

Nanti, ia akan dipanggil dengan sebutan Director Pompeo.

Congrats, Sir !!!! (***)

 

 

 

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: