​Ada Bayangan Muka Buruk Obama Di Balik Wawancara Direktur CIA Soal Iran

Direktur CIA John Brennan di wawancara BBC

Direktur CIA John Brennan di wawancara BBC

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Rabu 30 November 2016 (KATAKAMI) —  Tak disangka-sangka, Direktur Dinas Rahasia CIA John Brennan memberikan wawancara eksklusif kepasa stasiun televisi Inggris, BBC, dengan membahas soal kesepakatan nuklir Iran dan pemerintahan baru di Amerika Serikat yang akan segera dipimpin oleh Donald Trump.

Dua poin terpenting yang dalam wawancara ini adalah :

1. Direktur CIA John Brennan mengkritisi niat Donald Trump untuk mengkaji ulang dan membatalkan perjanjian nuklir Iran bila nanti telah resmi dilantik. Sehingga dalam wawancara dengan BBC, Direktur CIA mengatakan bila kesepakatan nuklir Iran sampai dibatalkan maka itu adalah puncak KEBODOHAN dari Trump Administration.

2. Direktur CIA John Brennan juga mengkuatirkan bahwa Pemerintahan Trump bisa dimanfaatkan oleh teroris.

 

 

 

 

 

Apa yang bisa saya ulas dari wawancara Direktur CIA John Brennan dengan BBC?

Singkat saja yang bisa saya sampaikan bahwa ada bayang-bayang muka Obama yang sangat buruk dan menjijikkan di balik wawancara ini.

Maksudnya apa?

Maksudnya adalah wawancara ini besar kemungkinan 100 persen merupakan perintah dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Obama yang sedang stress terkena gejala post power syndrome, langsung panik saat Pihak Donald Trump berencana mengkaji ulang dan membatalkan kesepakatan nuklir Iran.

 

 

 

 

 

Pertanyaannya, apa yang Obama dapatkan dibalik kesepakatan nuklir Iran ini?

Ada dugaan menerima bagian uangkah?

Atau ada dugaan mendapat keistimewaan sebagai “warga kehormatan” Iran yang dapat meminta pertolongan atau menyuruh apapun kepada pemerintah, militer dan intelijen Iran?

Ada apa sehingga Obama kocar kacir panik?

Pekan lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei juga mengamuk saat mengomentari rencana Donald Trump mengkaji ulang dan membatalkan kesepakatan nuklir Iran.

Khamenei mengancam akan menyerang Amerika.

 

 

 

 

 

 

Perlu diingatkan disini adalah Obama menanda-tangani kesepakatan nuklir Iran tanpa persetujuan Kongres Amerika.

Semua menentang dan menolak.

Obama menggunakan hak vetonya.

Kesepakatan itu adalah kesepakatan yang memanfaatkan posisi Obama sebagai Presiden.

Tidak ada yang mendukung.

Dan tidak ada yang menyetujui.

Sehingga sekarang saat Donald Trump sebagai Presiden Terpilih berencana membatalkan kesepakatan nuklir Iran, Obama sengaja memerintahkan Direktur CIA John Brennan untuk berbicara kepada media.

Maksud Obama tentu untuk meminjam mulut Direktur CIA untuk menyampaikan apa yang sebenarnya merupakan isi hati dan pikiran Obama pribadi.

Seorang Direktur dari sebuah dinas rahasia negara adidaya, tak akan mau sembarang bicara.

Apalagi sampai mencemooh Presiden Terpilih di negaranya.

Ya begitulah karakter Obama yang luar biasa busuk.

 

 

 

 

 

 

CIA adalah dinas rahasia yang pasti di isi oleh manusia-manusia yang punya integritas samgat tinggi dan membanggakan.

Apalagi kalau levelnya sudah sampai pada tingkat Direktur.

CIA pasti punya hormat pada Presiden Terpilih Amerika Serikat.

Tetapi mereka patuh pada Presiden yang masih memangku jabatan.

Walau Presiden yang masih berkuasa itu, sakit jiwa dan tak bermoral seperti Obama.

Sehingga sangat tidak masuk di akal jika Direktur CIA berbicara kepada media asing untuk mencemooh Presiden Terpilih.

Tetapi karena ini adalah perintah dari Obama maka Direktur CIA harus melaksanakan.

Yang tidak tahu diri adalah Obama.

Yang tidak punya integritas adalah Obama.

Yang tidak punya moral adalah Obama.

Yang tidak punya nasionalisme adalah Obama.

Yang terus mau merusak, menggerogoti dan mengguncang CIA serta institusi lain di Amerika adalah Obama.

 

 

 

 

 

 

Pekan depan, pas 1 bulan Donald Trump terpilih sebagai Presiden baru dengan hasil yang sangat gemilang.

Dalam kurun waktu 1 bulan, trio Obama, Hillary Clinton dan George Soros terus liar mengganggu dengan semua cara.

Terutama Obama.

Obama dan Hillary diduga sama-sama kesetanan menggerus uang George Soros untuk mendanai semua kegiatan yang diduga bisa menggagalkan kemenangan Donald Trump.

Bahkan sampai ke Indonesia, imbas dari Obama dan Hillary yang diduga sama sama terus menggila kesetanan mengupayakan semua cara menggagalkan dan merampas kemenangan Donald Trump.

Jadi, khusus soal Iran, yang tidak tahu diri dan yang tidak tahu malu adalah Obama.

Ada hal besar rupanya yang mengancam dan akan merugikan diri Obama pribadi, jika kesepakatan nuklir Iran dikaji ulang dan dibatalkan.

Jadi bukan kepentingan Amerika yang terancam bila kesepakatan nuklir Iran dibatalkan.

Tapi kepentingan pribadi Obama yang tampaknya sangat terancam.

Menutup tulisan ini.

Hendaklah Obama mengasihani dirinya sendiri.

Hendaklah Obama berdamai dengan dirinya sendiri.

Jangan terus mau merusak, menggerogoti dan mengguncang institusi-institusi di Amerika Serikat semau-mau Obama pribadi.

Shame on you, Barack Hussein Obama.  (****)

 

 

 

MS

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: