​Tentang CCTV Kasus Pulomas Dan In Memoriam Diona Arika Andra Putri

Diona Arika Andra Putri

Diona Arika Andra Putri

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Rabu 25 Januari 2017 (KATAKAMI) — Ada seorang wanita tua yang sangat istimewa di Austria.

Wanita tua ini beragama Katolik dan mempunyai talenta khusus dimana ia dianugerahi kemampuan dari Tuhan untuk bisa melihat melihat serta mendengar suara arwah orang yang sudah mati.

Dimana semua arwah yang mendatanginya adalah arwah-arwah yang meminta didoakan agar mereka bisa masuk surga.

Ada juga, seorang jurnalis yang memiliki talenta dan kemampuan yang hampir sama dengan Maria Simma.

Jurnalis ini mengikuti perkembangan berita soal kasus perampokan sadis di Pulomas Jakarta Timur, Indonesia, tanggal 27 Desember 2016.

 

 

 

Zanette dan Diona

Zanette dan Diona

 

 

Dalam kasus ini, 4 perampok mengurung 11 orang korban didalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

6 orang mati.

5 selamat.

Dari ke 6 korban tewas, yang paling menyedihkan nasibnya adalah Diona Arika Andra Putri.

Umurnya masih 16 tahun.

Remaja yang satu ini sedang berada di kamarnya di lantai atas saat sang perampok bernama Yus Pane masuk ke dalam kamar.

Dari rekaman CCTV, Diona diseret, dijambak, ditampar dan dipukuli berulang kali sekuat kuatnya di bagian kepala oleh Yus Pane menggunakan gagang pistol.

Dari rekaman CCTV, dapat dilihat betapa Diona berusaha melawan dan memberontak karena ia tidak ingin kepalanya dihantami terus memakai senjata.

Sakit.

Pasti sangat sakit luar biasa rasanya.

Diona terluka parah saat dikurung di kamar mandi selama belasan jam.

Akhirnya ajal datang menjemput.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Diona menggigit sang adik yaitu Zanette yang tuna rungu, supaya Zanette bisa terus berjaga-jaga.

Diona ingin sang adik bertahan hidup.

Diona mengatakan kepada sang adik, “Kakak kasih nafas terakhir Kakak ke kamu. Kamu harus hidup”.

 

 

Shappira (sang Mama) bersama Diona

Shappira (sang Mama) bersama Diona

 

 

 

Jurnalis yang punya panca indra ke 6 tadi mendapat kesempatan mendengar jeritan tangis arwah Diona.

Tangisnya pilu sekali.

Ia menangis menjerit-jerit tanpa henti dengan hanya memanggil 1 nama terus menerus:

Mamaaaa. Mamaaaa. Mamaaaa“.

Diona dan semua korban yang tewas itu masih terus membutuhkan doa.

Sebab kematian mereka sungguh tak wajar.

Diona terutama.

Ia sangat disakiti.

Tindakan Yus Pane sudah melebihi batas kemanusiaan.

Dan Yus Pane ini pantas dimaki dengan sebutan Anjing.

Pantas juga untuk digampari dan di injak injak.

Ia sudah dengan sengaja menyiksa seorang anak perempuan sedemikian kejam.

Jika kepala kita cuma digetok satu kali dengan tangan saja, sudah sakit rasanya.

Apalagi yang dialami Diona.

Rambutnya dijambak.

Sembari dijambak, diseret, Diona dipukuli kepalanya dengan gagang senjata sekuat kuatnya dan berulang-ulang kali.

 

 

Alm Dodo Triyono, Alm.Gemma, Zanette dan Alm.Diona

Alm Dodo Triyono, Alm.Gemma, Zanette dan Alm.Diona

 

 

 

Lalu apa yang bisa saya sampaikan kali ini?

Ada 2 hal yang kali ini ingin saya ulas.

Pertama soal CCTV.

Berkat CCTV itulah, polisi dan publik dapat mengetahui, ada apa sebenarnya yang terjadi di dalam rumah saat perampokan terjadi.

Berkat CCTV, bisa terungkap kebiadaban Yus Pane saat menganiaya Diona dengan sangat kejam.

Tapi ada satu hal yang bisa diambil hikmahnya terkait CCTV.

Rumah Almarhum Bapak Dodi Triyono memiliki 16 kamera CCTV.

Sebenarnya Alm Dodi Triyono bisa memantau situasi rumahnya melalui handphone.

Mau di dalam negeri atau diluar negeri, sepanjang ada wifi, pemilik rumah bisa memantau langsung situasi rumahnya yang dipasangi CCTV melalui hp.

Jadi pemantauannya bisa online karena ada aplikasi canggih yang menghubungkanke 16 kamera ke layar monitor handphone.

Sayang pada hari naas itu, Almarhum Dodi Triyono tidak terpikir untk nge-check kondisi rumahnya.

Mungkin memang karena sudah suratan takdir harus seperti itu.

 

 

 

 

 

 

Maka, ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang rumah atau kantornya memakai CCTV yang bisa terkoneksi ke handphone.

Jangan lupa untuk selalu nge-check kondisinya secara online pada hp.

Dan jangan letakkan hardware CCTV di tempat yang terbuka atau berdekatan dengan Dekodernya.

Inilah yang menyebabkan rekaman CCTV rumah Almarhum Dodi Triono bisa tetap aman.

Sebab hardware penyimpan data disembunyikan oleh Almarhum Dodi Triono.

Kemudian kedua, yang kembali perlu di ingatkan kepada jajaran Kepolisian dan Kejaksaan agar Yus Pane dijerat dengan pasal berlapis yang memungkinan bandit ini bisa dituntut (serta akhirnya dihukum dengan pidana) MATI.

Polisi dan Jaksa harus masukkan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan tuntutan maksimal PIDANA MATI.

Kemudian masukkan juga Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan Berakibat Kematian dengan tuntutan maksimal PIDANA KURUNGAN 7 TAHUN.

Yus Pane khususnya, harus dikenakan pasal pasal berlapis, utamanya Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 351 tentang penganiayaan yang berujung pada kematian.

Tidak ada kata tidak.

Yus Pane harus dituntut dengan PIDANA MATI.

Dan kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang nanti akan menyidangkan kasus ini.

Para perampok ini, khususnya Yus Pane, harus di vonis dengan PIDANA MATI.

 

 

 

Ungkapan kemarahan Zanette

Ungkapan kemarahan Zanette

 

 

 

Menutup tulisan ini.

Mari kita ikut dan terus mendoakan para korban Pulomas.

Kematian mereka memang sangat tidak manusiawi dan tidak wajar.

Semoga lantunan doa yang tulus tanpa putus akan semakin membukakan jalan mereka semua ke surga.

Termasuk Diona, Gemma dan Amel.

In Memoriam Diona Arika Andra Putri, cerita sedih tentang seorang remaja yang sangat cantik dan sangat menyukai aplikasi musically untuk merekam ia bernyanyi lipsink.

Diona, kita tak saling mengenal saat kamu masih hidup. Tapi kekejaman yang menimpa kamu, memang sangat menyakitkan dan menyayat hati. Jangan menangis lagi. Kamu pasti akan sangat bahagia disurga“.

 

 

 

Alm Diona dan Alm Gemma

Alm Diona dan Alm Gemma

 

 

 

Tears In Heaven – Eric Clapton


Would you know my name

If I saw you in heaven?

Would it be the same

If I saw you in heaven?


I must be strong

And carry on

‘Cause I know I don’t belong

Here in heaven


Would you hold my hand

If I saw you in heaven?

Would you help me stand

If I saw you in heaven?


I’ll find my way

Through night and day

‘Cause I know I just can’t stay

Here in heaven


Time can bring you down

Time can bend your knees

Time can break your heart

Have you begging please, begging please


Beyond the door

There’s peace I’m sure

And I know there’ll be no more

Tears in heaven


Would you know my name

If I saw you in heaven?

Would you be the same

If I saw you in heaven?


I must be strong

And carry on

‘Cause I know I don’t belong

Here in heaven


(***)




Advertisements

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: