Lagu Surat Cinta Untuk Starla Yang Disuka Diona Arika, Kasus Pulomas Siap Disidang

Almarhum Diona Arika Andra Putri

 

 

 

Oleh: Mega Simarmata, Editor in Chief KATAKAMI

 

 

 

Jakarta, Sabtu 29 April 2017 (KATAKAMI) — Selama dua bulan terakhir ini, Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Rudi Heryanto menjadi satu-satunya polisi yang paling saya cecar dalam berbagai pertemuan.

Sebab Reskrimum Polda Metro Jaya yang memimpin proses penyidikan kasus perampokan sadis yang terjadi di rumah Almarhum Dodi Triyono pada tanggal 27 Desember 2016.

Kasus perampokan sadis itu menewaskan 6 orang dari total 11 orang yang dikurung dalam kamar mandi yang sempit.

 

 

 

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Rudi Heryanto (berbaju batik)

 

 

 

 

Saat bertemu dengan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudi Heryanto dalam acara Rakornis Bareskrim di Ancol bulan lalu, dan saat bertemu juga dalam acara penanda-tanganan MOU penanganan kekerasan terhadap anak yang berlangsung di Balairung Balaikota beberapa hari lalu, Kombes Rudi Heryanto saya cecar terus dengan 1 pertanyaan:

“Mengapa polisi lambat menangani kasus perampokan Pulomas?”.

 

 

 

 

Almarhum Diona Arika Andra Putri

 

 

 

 

Ternyata menjelang akhir pekan ini, kasus ini sudah masuk dalam proses pelimpahan tahap 2.

Mengutip pemberitaan RADIO ELSHINTA, Polres Metro Jakarta Timur menyerahkan tiga tersangka kasus perampokan dan pembunuhan Pulomas ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan setelah berkas perkara telah dinyatakan lengkap.

Dalam keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana kepada Reporter Elshinta, Joko Ismoyo, Kamis (27/4), baru diserahkannya para tersangka dan barang bukti dikarenakan terkendala kesehatan dari para tersangka. Seperti diketahui, dua dari tiga tersangka mengalami luka tembak dan harus menjalani operasi pemasangan pen serta perawatan medis.

Dengan penyerahan tiga tersangka tersebut, dikatakan Sapta Maulana, maka proses hukum lebih lanjut tinggal menunggu jadwal persidangan. Sapta Maulana menyatakan, berkas perkara yang diterima kejaksaan sudah sesuai dengan arahan dari Kejaksanan Jakarta Timur

Seperti diketahui sebelumnya, perampokan yang terjadi di rumah Ir. Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara Nomor 7 A, Jakarta Timur membuat geger masyarakat, karena mengakibatkan enam penghuni rumah meninggal dunia setelah disekap selama 18 jam di kamar kecil.

Kasus ini mendapat perhatian hingga ke Mabes Polri yang langsung memerintahkan upaya pengungkapan. Dalam jangka waktu dua hari, kepolisian mendapatkan titik terang pelaku perampokan tersebut. Empat pelaku, Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfin Sinaga, dan Ius Pane ditangkap. Satu di antaranya, Ramlan, tewas ditembak.

Sapta Maulana menambahkan, ketiga tersangka dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal. Penerapan pasal berlapis tersebut dikenakan karena perampokan tersebut sudah direncakan sebelumnya oleh pelaku, demikian yang dikutip dari Radio Elshinta.

 

 

 

 

Alm Dodo Triyono, Alm.Gemma, Zanette dan Alm.Diona

 

 

 

 

Apa yang bisa saya ulas?

Sederhana saja.

Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus ini jangan banyak membuang waktu dan jangan tulalit.

Polisi dan Jaksa harus masukkan Pasal 340 Pembunuhan Berencana dengan tuntutan maksimal PIDANA MATI.

Kemudian masukkan juga Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan Berakibat Kematian dengan tuntutan maksimal PIDANA KURUNGAN 7 TAHUN.

Mengapa harus ada Pasal 340 Pembunuhan Berencana?

Mereka berempat sudah melakukan survei lokasi terhadap rumah korban sejak 3 hari sebelumnya.

Mereka begitu rapi berbagi tugas dan sudah tahu “dimana” seluruh penghuni rumah harus diamankan setelah dirampok yaitu dikurung di kamar mandi sempit.

Mereka sudah tahu denah rumah sehingga seluruh aksi hanya membutuhkan waktu belasan menit.

Kemudian, dari CCTV, dapat disaksikan saat Yus Pane memukuli kepala Almarhum Diona Arika (masih berusia 16 tahun sehingga sesuai Undang Undang yang berlaku di Indonesia maka Diona masih masuk anak dibawah umur).

Kepala Diona dipukuli pakai pistol berulang kali.

Kemudian anak ini diseret paksa dari lantai atas ke lantai bawah.

Anak dibawah umur bernama Diona ini mengalami tindak penganiayaan berat yang berujung pada kematian.

Anak ini menjerit dan berteriak histeris sepanjang penyekapan karena tak kuat menahan luka dan perih di sekujur badannya.

Sehingga Zanette sempat di gigit oleh Diona agar sang adik jangan ikut mati.

Diona sadar bahwa ajal sudah akan menjemputnya.

Diona katakan ia sudah tidak kuat menahan sakit, luka dan perih di sekujur badannya.

Tak lama kemudian Diona mati.

Walau anak ini sudah mati, ia berhak mendapat keadilan.

Yus Pane khususnya, harus dikenakan pasal pasal tambahan, utamanya Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 351 tentang penganiayaan yang berujung pada kematian.

 

 

 

 

Jaksa Agung HM Prasetyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian

 

 

 

 

Jaksa Agung HM Prasetyo, berilah keadilan kepada korban dan keluarganya seadil-adilnya.

Ini bukan kasus perampokan biasa.

Ini adalah kasus pembunuhan berencana yang mengandung unsur kekerasan, terutama kekerasan terhadap anak dan wanita.

Diatas semua itu, kasus Pulomas adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Atau dalam bahasa Inggris disebut:

“Crimes Against Humanity”.

 

Jaksa Penuntut Umum, anda semua sudah melihat bagaimana kerja keras yang sangat hebat dari jajaran kepolisian mengungkap kasus sadis ini.

Maka bapak bapak JPU di Kejaksaan yang akan menangani kasus Pulomas, jangan letoi dan jangan masuk angin saat nanti menangani kasus ini pasca pelimpahan tahap 2 dari kepolisian.

Cantumkan dalam tuntutan anda nanti di persidangan bahwa ketiga pelaku dituntut dengan “PIDANA MATI”.

 

 

 

Yus Pane (baju abu abu di tengah) saat ditangkap polisi di Medan, Minggu 1 Januari 2017

 

 

 

 

Menutup tulisan ini.

Jangan sampai ketiga tersangka yang melakukan perampokan sadis ini bisa lolos dari jerat hukum.

Terutama Yus Pane.

Tuliskan dalam berkas tuntutan JPU bahwa mereka akan dituntut dengan PIDANA MATI.

Empat bulan kasus ini terombang ambing.

Berikanlah keadilan.

Dan tegakkan hukum.

Berikan pada para pelakunya vonis pidana mati.

 

 

 

 

 

 

 

Almarhum Diona Arika Andra Putri, salah seorang korban tewas dalam kasus Pulomas ini, semasa hidupnya sangat suka pada 1 lagu yang berjudul:

 

SURAT CINTA UNTUK STARLA

 
Walau saya tak kenal pada Diona semasa ia masih hidup didunia.

Tapi saat mengetahui dari pemberitaan bagaimana ia disiksa sangat sadis oleh perampoknya, dijambak, ditendang, digampar dan diseret dari lantai 2 ke kamar mandi di lantai bawah untuk ikut dikurung di kamar mandi, saya bertekat membela anak ini walau ia sudah mati.

Diona, yang disiksa sangat sadis dan direnggut nyawanya, berhak dibela dan berhak mendapat keadilan.

Caranya cukup sederhana.

Beri hukuman mati untuk semua pelakunya.

Kini, kasus perampokan sadis Pulomas, sudah siap untuk disidangkan.

“Rest in peace, Diona”.

 

 

 

Alm Diona Arika Andra Putri

 
(SURAT CINTA UNTUK STARLA – VIRGOUN)

 

 
Kutuliskan kenangan tentang

Caraku menemukan dirimu

Tentang apa yang membuatku mudah

Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu

Untuk menceritakan cantikmu

Kan teramat panjang puisi

Tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini

Tak lagi tersisa untuk dunia

Karena tlah kuhabiskan

Sisa cintaku hanya untukmu

(*****)

 

 

 

MS

Advertisements

About KATAKAMI.COM

Hello Friends. Thanks for visit. My name is Mega Simarmata in Jakarta, Indonesia

Comments are closed.

%d bloggers like this: